Wah, Masih Ada "Kampung Singkong" di Bandung

Esti Utami

Jum'at, 13 Juni 2014 | 11:13 WIB
Wah, Masih Ada "Kampung Singkong" di Bandung
Ilustrasi kebun singkong (Foto: shutterstock)

Suara.com - Keberadaan patung singkong di gerbang kampung, seolah menjadi penanda bahwa kampung Cireundeu, kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Bandung, Jawa Barat ini sebagai "kampung singkong".

Disebut "kampung singkong, karena sejak 1924,  warga kampung Ciereundeu  yang hanya berjarak 11 kilometer dari pusat Kota Bandung, menjadikan singkong sebagai makanan pokok. Mereka mengikuti jejak para sesepuhnya yang tak pernah makan nasi. Tak ada alasan khusus mengapa mereka makan singkong, kecuali mungkin produksi singkong di kampung ini begitu melimpah.

Kampung ini terasa sejuk oleh kebun singkong yang luasnya mencapai 20 hektare. Sehari-hari penduduk setempat yang mencapai 330 jiwa, tak pernah makan nasi. Tapi mereka punya rasi atau beras singkong, yaitu olahan singkong yang mereka jadikan bahan utama makanan pokok.

Bagi masyarakat adat Cireundeu, rasi tak  beda dengan nasi beras. Mereka mengonsumsi rasi bersama lauk pauk dan sayur seperti halnya orang yang makan nasi beras. Tokoh masyarakat Cireundeu Asep Wardiman, mengatakan sebenarnya tak ada aturan yang mengharuskan anggota masyarakat desa adat itu untuk hanya makan nasi singkong.

Tapi, kata Asep, mereka hidup dengan penuh kesadaran untuk menjaga adat dan budaya yang diwariskan nenek moyang.  "Bagi kami, sedikit nasi singkong juga bisa mengenyangkan perut, dan kekuatan karbohidratnya lebih tahan lama di tubuh," kata Asep.

Menurut Asep, karena sudah terbiasa maka saat bepergian ke luar kampung pun mereka tetap tidak makan nasi.  "Setiap bepergian istri saya selalu membekali rasi. Ini demi menjaga kebiasaan turun-temurun," kata pria pemilik perusahaan pengeboran  itu.

Kebiasaan membawa bekal olahan singkong juga dijalankan oleh pemuda dari Cireundeu yang bekerja atau kuliah di kota lain. Para nonoman, begitu para pemuda itu disebut dalam bahasa sunda, juga berupaya menjaga kebiasaan turun-temurun tersebut.

Meski telah ditetapkan menjadi kampung adat, secara fisik, penemapilan Kampung Cireundeu berbeda dengan Kampung Naga di Tasikmalaya dan Baduy di Banten. Rumah-rumah di sini tak berbeda dengan permukiman pada umumnya.  Banyak rumah tembok, juga tak ada larangan mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan alat transportasi bagi warga Kampung Cireundeu. Masyarakat Cieurende memiliki prinsip "ngindung ka waktu, mibapa ka zaman", yang artinya tetap mengikuti arus perkembangan zaman, khususnya perihal teknologi dan komunikasi.

Jadi mereka juga menggunakan telepon seluler, setiap rumah juga memiliki pesawat televisi. Bahkan banyak warga Cireundeu yang memiliki kendaraan, dan rumah di kampung itu merupakan bangunan permanen.  Namun, kata Asep Wardiman, perkembangan teknologi tak menjadi penghalang bagi mereka untuk mempertahankan kearifan lokal. "Kami tetap mengikuti perkembangan zaman dengan catatan tidak lupa akan budaya sendiri," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bandung Ingin Jadi UKM City

Bandung Ingin Jadi UKM City

Bisnis | Kamis, 05 Juni 2014 | 12:31 WIB

 Libur Panjang, Warga Jakarta Serbu Bandung

Libur Panjang, Warga Jakarta Serbu Bandung

News | Sabtu, 19 April 2014 | 05:23 WIB

Terkini

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

×