Serunya Buka Bareng di "Dapur Raya"

Esti Utami Suara.Com
Sabtu, 12 Juli 2014 | 13:59 WIB
Serunya Buka Bareng di "Dapur Raya"
Berbagai jajanan menyambut pengunjung Dapur Raya (Foto: suara.com)

Suara.com - Jarum jam menunjukkan pukul 17.30 waktu Indonesia barat (WIB), saat saya tiba di Dapur Raya yang terletak di lower ground Pasaraya Blok M. Situasi sudah mulai ramai. Orang-orang sudah mulai berdatangan, sebagian tampak berkeliling memilih makanan untuk berbuka.

Beberapa lainnya tampak sudah menghadap hidangan untuk berbuka. Dan, hhmmm aroma makanan yang menguar menerbitkan selera. Tapi seperti yang dipesankan seorang teman saya menyempatkan diri untuk berkeliling terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan.

Sejumlah gerobak jajanan tradisional, terutama dari Jakarta, langsung menyambut pengunjung Dapur Raya. Ada gerobak tahu gejrot, sate, kerak telor, es cendol, es dawet, es cincau, es doger, dan sebagainya. Semuanya terasa menggoda untuk berbuka.

Masuk ke dalam, berbagai counter kuliner dari ujung ke ujung mengelilingi area makan yang ditata dengan gaya cozy.

Ternyata pusat jajan yang mengusung tema "Otentic Indonesia Kitchen" menawarkan banyak sekali jenis makanan. Tak hanya berbagai makanan tradisional Nusantara, Dapur Raya juga menyajikan berbagai makanan Asia ataupun barat. Dari menu kaki lima hingga menu restoran ditawarkan oleh setidaknya 120 kedai yang ada.

Beberapa makanan yang mencuri perhatian saya adalah sate Padang mak Syukur, Gultik yang biasa saya temukan di Kawasan Melawai, empal gentong dari Cirebon, kupat tahu, dan oooh nasi kucing!

Menu Nusantara yang ada juga lumayan lengkap, makanan dari Indonesia barat sampai timur ada. Ada makanan khas Bali seperti ayam betutu, nasi jingo, dan sebagainya, masakan Sunda, makanan khas Manado, Makasar, dan yang pasti tak ketinggalan makanan khas Betawi seperti soto Betawi, gado-gado ataupun asinan.

Kurang berselera dengan masakan Nusantara? Tersedia makanan Asia seperti makanan Jepang, Korea, atau makanan Cina. Saking banyaknya pilihan, saya jadi bingung untuk memilih. Tapi karena waktu berbuka makin dekat, saya harus memutuskan. Dan pilihan saya jatuh pada es kopyor dan 'woku balanga ala Manado.

Harga makanan di Dapur Raya masih lumayan terjangkau, berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 50.000. Dan yang lebih penting, kita bisa bebas memilih. Jadi ketika merindukan makanan khas Nusantara, datanglah ke Dapur Raya. Walau terus terang harus saya katakan, kadang rasanya tak seenak di tanah asalnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI