- Sunblock memantulkan sinar UV, sedangkan sunscreen menyerapnya di kulit.
- Perbedaan juga terlihat dari kandungan, tekstur, dan waktu pemakaian.
- Pilih sesuai kebutuhan: kulit sensitif cocok sunblock, ringan harian pilih sunscreen.
Suara.com - Menjaga kulit tubuh dari paparan sinar matahari sudah menjadi rutinitas wajib setiap hari, bukan lagi sekadar pelengkap saat ingin pergi ke pantai.
Namun, saat berdiri di depan rak produk perawatan kulit, sering kali muncul kebingungan melihat label "sunblock" dan "sunscreen" yang berjejer.
Sekilas kedua produk bodycare tersebut memang sama-sama melindungi kulit, namun sebenarnya cara kerja dan kandungannya sangat berbeda.
Memilih perlindungan yang tepat untuk badan itu krusial supaya kulit tidak gampang kusam atau mengalami penuaan dini akibat sinar UV.
Apalagi bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan, salah pilih produk bisa membuat kulit terasa gerah atau perlindungannya justru tidak maksimal.
Perbedaan utama keduanya terletak pada bagaimana cara mereka menangani sinar matahari saat menyentuh permukaan kulit.
Ada yang sifatnya memantulkan sinar seperti cermin, ada juga yang menyerapnya terlebih dahulu untuk kemudian diubah menjadi energi lain. Berikut penjelasannya.

1. Mekanisme Kerja di Atas Kulit
Perbedaan paling mendasar antara sunblock dan sunscreen yang perlu dipahami adalah cara keduanya melindungi jaringan kulit dari radiasi ultraviolet.
Sunblock (Physical Sunscreen)
Mengutip penjelasan dari American Academy of Dermatology (AAD), jenis ini bekerja sebagai penghalang fisik.
Ia membentuk lapisan di atas permukaan kulit yang bertugas memantulkan sinar UV agar tidak masuk ke dalam jaringan. Bayangkan sunblock seperti tameng atau cermin yang menghalau serangan sinar matahari secara langsung.
Sunscreen (Chemical Sunscreen)
Menyadur informasi dari Skin Cancer Foundation, produk sunscreen bekerja dengan cara kimiawi. Cairannya akan meresap ke dalam lapisan kulit, lalu menyerap sinar UV yang datang.
Setelah diserap, energi dari sinar tersebut diubah menjadi panas dan dilepaskan kembali dari permukaan kulit agar tidak merusak sel.
2. Kandungan Bahan Aktif
Jika terbiasa membaca label di balik kemasan, perbedaan kedua jenis pelindung ini akan terlihat sangat jelas pada daftar komposisinya.