Asyiknya Jadi Dokter Cilik

Ririn Indriani Suara.Com
Kamis, 17 Juli 2014 | 13:35 WIB
Asyiknya Jadi Dokter Cilik
Para dokter cilik yang mengikuti program edukasi pendidikan kesehatan sejak dini yang digelar oleh Omni Hospital Alam Sutera, Kamis (17/7/2014). (Foto: Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Dalam rangka memberikan edukasi mengenai pendidikan kesehatan sejak dini kepada anak-anak, Omni Hospital Alam Sutera menghadirkan sebuah program "Aku Dokter Cilik".

Direktur Omni Hospital Alam Sutera dr. Senta Lucia, MM, mengatakan bahwa program tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai komitmen Omni Hospital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama pada anak-anak melalui metode "Bermain Sambil Belajar".

"Program ini gratis dan bisa diikuti oleh anak-anak usia 4-12 tahun, dari Senin hingga Sabtu dengan dua sesi per hari," ujarnya dalam konferensi pers "Aku Dokter Cilik", pada Kamis (17/7/2014), di Rumah Sakit Omni Hospital Alam Sutera.

Nantinya, lanjut Senta, anak-anak akan diajak untuk bermain peran menjadi dokter dengan alat-alat yang menyerupai dengan yang digunakan dokter sesungguhnya.

Anak-anak juga diajak untuk melihat dan belajar secara langsung di praktik ilmu kedokteran di area Poliklinik seperti Nursery Room, Operating Theatre, Emergency Room, Dentist Room hingga Pharmacy Room.

Setelah merasakan 'sensasi' menjadi seorang Dokter, seluruh anak-anak akan mendapatkan sertifikat dan 'diwisuda' sebagai tanda tugas sebagai Dokter Cilik telah selesai.

Psikiater Omni Hospital Alam Sutera, Dr. Kresno Mulyadi, Sp. KJ menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana edukasi pada anak-anak untuk menjelaskan bahwa Dokter merupakan profesi mulia, serta rumah sakit merupakan tempat yang menenangkan dan jauh dari kesan menyeramkan.

"Lebih indah memang bagi anak-anak ketika mengenalkan dan mengajarkan sesuatu disampaikan dengan cara bermain. Ini dapat mudah diterima," ujarnya.

Ada dua manfaat program ini bagi anak, menurut Kresno, yang pertama adalah secara kognitif, di mana anak mendapatkan kegiatan dan pembelajaran secara rasional. Seperti mengenal profesi dokter, Rumah Sakit, cara merawat gigi dan lainnya.

Sedangkan yang kedua adalah secara afektif atau emosional, kita dapat melihat perubahan anak. Misalnya anak jadi memiliki perilaku hidup sehat, hingga pengaruh secara individual dan secara lingkungannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

REKOMENDASI

TERKINI