Revolusi "Topshop" Untuk Pembeli Mudanya

Esti Utami

Senin, 15 September 2014 | 17:07 WIB
Revolusi "Topshop" Untuk Pembeli Mudanya
Koleksi Topshop Unique untuk musim semi/panas 2015 di London Fashion Week, Minggu (14/9/2014). (Reuters/Elizabeth Plunkett)

Suara.com - Toko busana premium Topshop, Minggu (14/9/2014) meluncurkan koleksi terbarunya, Unique di London Fashion Week (LFW). Koleksi untuk musim semi/panas 2015 ini mengangkat subkultur klasik Inggris, jiwa muda yang cerdas dan nafas utara yang kental. Tapi tak ada sentuhan retro dalam koleksi ini.

Semangat komersial yang kuat sangat terasa dalam koleksi Topshop yang diperagakan busana di LFW kali ini.  Referensi hanya samar-samar. Dan sangat terasa prioritas Topshop adalah menarik para perempuan muda. Kesan itu makin kuat dengan ditunjuknya model Cara Delevingne untuk membuka dan menutup acara.

Sejumlah model asal Inggris, seperti Jourdan Dunn, Hollie-Mei Saker, Sam Rollinson dan Lily Donaldson juga ikut meramaikan peragaan busana ini.

Sementara di barisan depan kursi penonton, tampak Pixie Geldof, Daisy Lowe, Ellie Goulding, Laura Bailey, Laura Carmichael dan Alexa Chung mengelilingi chief executive Topshop  Sir Philip Green.

Singkatnya, ruang di King Cross dipenuhi para selebriti yang disebut sebagai para trendsetter, sebagai upaya Topshop menarik pembeli dari perempuan muda, baik mereka yang masih remaja maupun mereka yang berusia dua puluhan.

Di atas catwalk, diperagakan busana yang dikenakan salah satu perempuan muda duduk di barisan depan, atau mereka yang suka menjelajahi toko-toko dunia maya. Ada gaun pesta satin dengan sentuhan gaya dua puluhan yang longgar dan berwarna sorbet, gaun rajutan dari bahan yang lembut,

Gaya rocker hadir lewat celana panjang hitam ketat, dengan potongan pinggang tinggi, dipadukan dengan jaket warna merah. Tak ketinggalan rok lipit, yang menyuarakan jiwa dari Utara.

Dan kali ini Topshop cukup pintar memanfaatkan kemajuan teknologi. Topshop berkolaborasi dengan Facebook untuk membawa acara ini kepada jutaan pengikutnya, mendobrak nilai eksklusifitas yang sering diasosiasikan dengan sebuah fashion show.

"Saya percaya, memungkinkan penggemar Topshop untuk melihat penampilan kunci dari koleksi sebelumnya dalam industri kami adalah revolusi nyata. Dan kami bangga untuk merintisnya," kata Green.

Jadi, di London Fashion Week kali ini telah terjadi pergeseran. Hal ini tentu saja dicatat dalam statistik: setahun lalu, hanya 33 persen dari desainer LFW memiliki situs e-commerce. Angka itu sekarang meningkat menjadi 43 persen. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengintip Koleksi Ralph Lauren di "New York Fashion Week"

Mengintip Koleksi Ralph Lauren di "New York Fashion Week"

Lifestyle | Jum'at, 12 September 2014 | 03:59 WIB

Diprotes, Zara Menarik Produk dengan Pola "Bintang Daud"

Diprotes, Zara Menarik Produk dengan Pola "Bintang Daud"

Lifestyle | Rabu, 27 Agustus 2014 | 20:41 WIB

Model Kulit Hitam Itu Masuk Jajaran Model Terkaya

Model Kulit Hitam Itu Masuk Jajaran Model Terkaya

Lifestyle | Rabu, 20 Agustus 2014 | 08:49 WIB

2020, Indonesia Ditargetkan Jadi Pusat Fesyen Muslim Dunia

2020, Indonesia Ditargetkan Jadi Pusat Fesyen Muslim Dunia

Lifestyle | Jum'at, 06 Juni 2014 | 15:56 WIB

Terkini

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 21:53 WIB

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 21:45 WIB

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:22 WIB

Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa

Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:20 WIB

×