Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Bella

Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi (tengah). [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menyoroti kesenjangan upah pekerja perempuan di perkebunan sawit pada Rabu, 9 September 2026.
  • Arifah Fauzi menyatakan mayoritas pekerja perempuan di sektor sawit menerima upah lebih rendah karena jenis pekerjaannya.
  • Menteri PPPA mendorong perusahaan perkebunan sawit meningkatkan kapasitas pekerja perempuan melalui sosialisasi modul pengarusutamaan gender.

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyoroti masih adanya kesenjangan antara pekerja laki-laki dan perempuan di sektor perkebunan sawit.

Salah satunya terlihat dari persoalan upah. Meski perempuan disebut menjadi bagian besar dari tenaga kerja di perkebunan sawit, pekerjaan yang mereka lakukan cenderung memiliki upah lebih rendah dibandingkan pekerja laki-laki.

Arifah menyebut berdasarkan data yang disampaikan dalam sosialisasi modul pengarusutamaan gender di sektor perkebunan sawit, lebih dari separuh pekerja di perkebunan sawit merupakan perempuan.

"Kalau tadi dari data sekitar 50-80 persen pekerja di perkebunan sawit adalah perempuan, sehingga ini yang menjadi perhatian kita bersama," kata Arifah di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Namun, besarnya proporsi pekerja perempuan tersebut belum otomatis membuat mereka mendapatkan akses dan kesempatan yang setara dengan pekerja laki-laki. Arifah mengatakan masih terdapat kesenjangan dalam sejumlah aspek, mulai dari akses, upah, hingga kesempatan meningkatkan kapasitas.

Ketika ditanya mengenai perbandingan upah pekerja laki-laki dan perempuan, Arifah mengaku belum melihat data detail mengenai besarannya. Namun, ia mengatakan adanya perbedaan jenis pekerjaan menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan.

"Kalau secara detailnya saya belum melihat secara langsung, tetapi memang ada pekerjaan yang berbeda gitu ya. Jadi untuk pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan keahlian dengan upah yang lebih tinggi itu banyaknya laki-laki," ucapnya.

Sementara itu, pekerjaan-pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus lebih banyak dikerjakan oleh perempuan. Karena itu, upah pekerja perempuan juga lebih rendah.

"Maka akses untuk meningkatkan kapasitas perempuan-perempuan pekerja ini yang perlu kita dorong bersama," lanjut Arifah.

baca juga

Menurut Arifah, persoalan itu menunjukkan pentingnya membuka akses peningkatan kapasitas bagi pekerja perempuan di perkebunan sawit.

Ia mengatakan modul pengarusutamaan gender yang disosialisasikan bukan ditujukan untuk mempersulit perusahaan. Justru, modul tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi kerja yang memungkinkan perempuan bekerja secara lebih produktif.

"Kita ingin agar perempuan-perempuan yang terlibat di sektor perkebunan sawit ini bisa lebih produktif lagi," katanya.

Selain persoalan pekerjaan dan upah, perhatian juga diberikan kepada pekerja perempuan yang memiliki anak balita.

Menurutnya, perusahaan perlu mempertimbangkan fasilitas yang dapat mendukung pekerja perempuan, termasuk tempat bermain atau daycare agar anak-anak pekerja tetap mendapatkan lingkungan yang baik selama orang tuanya bekerja.

Ia berharap penerapan modul tersebut nantinya dapat mendorong perempuan yang bekerja di sektor perkebunan sawit memperoleh hak dan kesempatan yang lebih setara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hutan Baru Terbakar Langsung Jadi Lahan Sawit, Prabowo: Ini Benar-Benar Sengaja?

Hutan Baru Terbakar Langsung Jadi Lahan Sawit, Prabowo: Ini Benar-Benar Sengaja?

News | Senin, 07 September 2026 | 16:44 WIB

Menteri PPPA Soroti Grup Chat Bernuansa Seksual Libatkan Anak: Penanganan Harus Berbasis Bukti

Menteri PPPA Soroti Grup Chat Bernuansa Seksual Libatkan Anak: Penanganan Harus Berbasis Bukti

News | Kamis, 03 September 2026 | 17:34 WIB

Aliansi Laki-Laki Baru: Membangun Ruang bagi Laki-Laki untuk Belajar tentang Kesetaraan

Aliansi Laki-Laki Baru: Membangun Ruang bagi Laki-Laki untuk Belajar tentang Kesetaraan

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 11:07 WIB

Anak Pengungsi Gempa NTT Jadi Korban Kekerasan Seksual di Tenda Pengungsian

Anak Pengungsi Gempa NTT Jadi Korban Kekerasan Seksual di Tenda Pengungsian

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:10 WIB

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:21 WIB

Risiko Hipotermia dan Kekerasan Terhadap Anak di Pengungsian Gempa NTT

Risiko Hipotermia dan Kekerasan Terhadap Anak di Pengungsian Gempa NTT

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan

Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Karhutla Kalimantan Sengaja Dibakar, Saham Sawit 'Kebakaran' di Bursa

Karhutla Kalimantan Sengaja Dibakar, Saham Sawit 'Kebakaran' di Bursa

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim

Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Bogor | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

×