Jangan Katakan Semua Ini Saat Bertengkar

Esti Utami Suara.Com
Selasa, 04 November 2014 | 13:26 WIB
Jangan Katakan Semua Ini Saat Bertengkar
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Bro, tahu nggak kalau dalam sebuah hubungan perempuan lebih rentan daripada laki-laki. Dan reaksi mereka pada situasi berbeda dengan Anda. Jadi jangan kaget dia akan sedikit lebih emosional dibanding Anda dalam menghadapi masalah.

Juga ketika sedang berdebat dengannya, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari karena tanpa Anda sangka ini akan membuatnya makin marah atau menyakiti. Hal yang sama juga perlu Anda perhatikan ketika dia marah atau depresi.

Berikut beberapa hal yang 'tabu' untuk dikatakan, pada perempuan Anda saat berbeda pendapat.

Jangan pernah berkata "santai".  
Anda harus paham, bahwa kata bersantai itu berarti Anda telah menilainya telah lepas kendali, sementara dia hanya mencoba untuk membuat titik. Jangan juga mencoba untuk membuktikan bahwa Anda normal sedangkan perempuan Anda tidak normal.

Jangan katakan cinta.
Ungkapan-ungkapan seperti "Aku sayang kamu" juga menjadi pantangan. Jawabannya akan negatif dan hanya akan memperpanjang pertengkaran. Dia hanya akan menganggap ini sebagai cara untuk mengalihkan perhatiannya dan Anda telah memainkan emosinya.

Mengungkit masa lalunya.
Jangan pernah mengungkit kehidupan di masa lalu saat berdebat, termasuk biaya yang pernah Anda keluarkan. Ini hanya akan membuatnya makin marah dan pertengkaran tidak akan segera berakhir. Dia akan merasa bahwa Anda mencoba mempermalukan dirinya.

Jangan meminta maaf.
Ketika Anda meminta maaf, dia akan berpikir Anda telah mengaku salah. Cara terbaik untuk mengakhiri pertengkaran adalah diam dan tak banyak berargumen. Ini adalah cara terbaik untuk menenangkan perempuan yang marah. Cobalah untuk membela diri dengan cara yang seringan mungkin.

Ulangi, aku tidak mendengar.
Tidak! Ini juga pantang diucapkan saat bertengkar, karena ia akan merasa bahwa apa yang dikatakannya tidak penting. Mencoba untuk mengalihkan perhatiannya hanya akan  membuatnya lebih marah. Yang perlu Anda lakukan adalah menjadi lebih peduli dan mencoba untuk menenangkannya. (boldsky.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI