Didiet Maulana: Merancang Bangun Tenun Ikat

Esti Utami | Suara.com

Selasa, 09 Desember 2014 | 18:50 WIB
Didiet Maulana: Merancang Bangun Tenun Ikat
Didiet Maulana mengangkat tenun ikat (suara.com)

Suara.com - Dunia fashion, sebenarnya sudah menjadi passion Didiet Maulana sejak kecil. Saat masih kanak-kanak, laki-laki yang akrab disapa Didiet ini bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencorat-coret gambar detail manusia lengkap dengan pakaian yang dikenakannya.

Namun selulus SMA, laki-laki yang lahir dan besar di Jakarta ini mengaku tak pede untuk masuk sekolah mode. Meski demikian jurusan yang diambilnya tak jauh dari dunia kreatif, yakni Teknik Arsitektur di Universitas Parahyangan, Bandung. 

Dalam perbincangannya dengan suara.com di sela peluncuran buku Kebayaku Mien Uno,  beberapa waktu lalu Didiet mengakui pihak  keluarga sebenarnya tidak melarang. Bahkan bisa dibilang, ia besar di keluarga yang sangat memperhatikan busana.

"Saya nggak pede aja, belum ada keberanian untuk terjun ke dunia fashion," ujarnya.  

Selepas kuliah Didiet tak pernah menekuni karier arsitek secara profesional. Ia malah bekerja di dunia kreatif, selama sekitar delapan tahun. Ia antara lain pernah bekerja sebagai Talent Artist di MTV dan selama enam tahun (2006-2012) berkarir di PT Gilang Agung Persada, yang menangani divisi Marketing Communication sejumlah merek internasional seperti Guess, Gap, Banana Republic, serta Celine and Raoul.



Pengalaman menangani merek internasional inilah, yang mengusik Didiet untuk berbuat sesuatu untuk dunia fashion di Tanah Air. Ia mengenang, saat itu akhir 2010, Indonesia heboh karena batik mau diakui negara lain.  Banyak orang yang tidak terima dengan kenyataan ini, sehingga ramailah dunia maya.  Di titik itu, Didiet melihat demam batik belum seperti sekarang, saat batik telah ditetapkan menjadi warisan dunia oleh organisasi kebudayaan dunia (UNESCO).

"Saat itu saya melihat, jangan sampai  kesalahan yang sama terulang. Ada kekayaan budaya yang akan diakui negara lain karena tidak dikelola dengan baik," ujar laki-laki yang sebentar lagi akan merayakan ulang tahunnya yang ke-34 tahun ini.  

Maka setelah melakukan beberapa penelitian kecil, akhirnya pilihan jatuh ke tenun ikat. Ia melihat beragam tenun yang ditemukan di hampir seluruh wilayah tanah air, memiliki potensi yang tak kalah dari batik. Perajinnya sudah terbentuk, sehingga tinggal menciptakan
pasarnya.

Saat itu, ujarnya, saya ingin membuat sesuatu yang Indonesia dan saat itu tenun ikat belum banyak yang mengangkat. Menurutnya kain tradisional ini sesuai dengan konsepnya untuk membangun produk busana siap pakai untuk generasi muda. Laki-laki berbintang Aquarius ini mengakui, ia terinspirasi Edward Hutabarat, teman dekat sekaligus mentornya yang melahirkan Part One, merek batik dengan sentuhan modern. Ini menginspirasi laki-laki yang selalu tampil rapi ini untuk mencipta produk fashion berbahan kain tradisional Nusantara.



"Butuh waktu, sebelum akhirnya IKAT  diluncurkan. Kami harus melakukan riset selama kurang lebih satu tahun," terangnya.

Untuk ini, Didiet banyak melakukan kunjungan dan bertemu dengan banyak perajin dari berbagai daerah seperti Bali, Makassar, Palembang, Lampung atau Klaten.  Ia ingin serius terjun ke dunia fashion, yang menurutnya tak hanya melulu soal sandang. Fashion, ujarnya, juga menyangkut sejarah, bahan, kehidupan para perajin serta mengenal pelaku industri kreatif lainnya.

Meski demikian laki-laki penyuka lantunan suara Diana Krall dan Lisa Ono ini, tidak secara formal belajar mode. Ia belajar secara otodidak dengan banyak bergaul dengan desainer yang lebih senior.

"Saya banyak bertanya, banyak baca buku yang berkait mode dan kain tradisional," ujar laki-laki yang mengantungi gelar sebagai sarjana Teknik Arsitektur pada 2003 ini. 

Lalu, pada Juli 2011, lahirlah IKAT Indonesia, merek busana siap pakai berbahan tenun ikat untuk pasar perempuan. Setahun berjalan, Didiet melihat ceruk pasar di busana laki-laki. Maka pada 2012, dia merilis Men’sCollection, dengan menggandeng aktor terkenal Nicholas Saputra. Didiet terus melihat peluang pasar. Karena permintaan kebaya meningkat, maka pada 21 April 2012, tepat pada perayaan Hari Kartini ia merilis produk kebaya. 

Dan nama Didiet makin dikenal. Kiprahnya juga mampu menjadikan tenun ikat makin menjadi pilihan. IKAT Indonesia yang menyasar kelas B  dengan kisaran harga Rp1,7 juta sampai Rp5,9 juta kini makin banyak diminati. Sedangkan Swarna, yang dirilis pada 2013, dijual dengan harga di atas Rp25 juta diperuntukan bagi mereka yang berada di kelas A dan A+.

"Mereka yang ada di level ini adalah mereka yang terbiasa menggunakan merek internasional," imbuhnya.

Nama  produksi IKAT Indonesia ditunjuk menjadi busana 'resmi' gelaran KTT APEC 2013 di Jakarta. Di tahun yang sama, rancangan Didiet dikenakan Maudy Koesnaedi di sebuah festival di Cannes.

"Sekarang banyak kaum muda mengenakan kain  traidisional, tak hanya untuk upacara adat tapi juga acara lainnya. Menurut saya ini perkembangan yang menarik," ujarnya sambil menambahkan kini penggemar muda dari mereka berusia 18 tahun makin banyak.

Tak hanya itu, Didiet juga berhasil menyuntikkan gairah ke perajin tenun di daerah. Di Klaten, Jawa Tengah misalnya, IKAT Indonesia berhasil membuat  generasi penenun muda. Ia juga menjalin kerjasama intens dengan perajin tenun di Bali, Makassar, Palembang, dan Timor.

Ia ingin, kehebohan dunia fashion di kota-kota besar juga dirasakan langsung oleh para perajin di daerah. Ia banyak membagikan pandangannya untuk meregenerasi dan memberi masukan pola serta warnanya. Sedangkan pengerjaan diserahkan kepada para perajin. 

Ia juga memodifikasi tenun ikat, seperti misalnya ia pernah membuat tenun ikat berbahan sutera.



"Itu harus dilakukan, jika kita ingin melakukan inovasi sebaiknya jangan menggunakan bahan yang sudah  ada, bikin sesuatu yang beda agar orang  tertarik mengenakannya," ujarnya.

Diakui, diperlukan kerja keras untuk membangun IKAT Indonesia. Tapi menurutnya, bisnis kreatif adalah dunia yang dibangun dengan cinta dan kepercayaan. Itu kuncinya untuk terus bertahan dan mengembangkan usahanya.

"Lika liku pasti ada, mulai dari yang meragukan kemampuan saya, kompetisi, hingga peniruan model. Tetapi semua pekerjaan, seberapapun beratnya harus disikapi secara positif," ujarnya mengakhiri perbincangan sore itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berapa Biaya Bikin Kebaya di Didiet Maulana seperti Syifa Hadju? Ini Kisarannya

Berapa Biaya Bikin Kebaya di Didiet Maulana seperti Syifa Hadju? Ini Kisarannya

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:54 WIB

Ronce Melati Siraman Syifa Hadju Viral, Didiet Maulana Beri Izin Ditiru?

Ronce Melati Siraman Syifa Hadju Viral, Didiet Maulana Beri Izin Ditiru?

Your Say | Senin, 27 April 2026 | 13:47 WIB

Intip Ronce Melati Siraman Syifa Hadju yang Boleh Dijiplak, Bisa Jadi Inspirasi Calon Pengantin

Intip Ronce Melati Siraman Syifa Hadju yang Boleh Dijiplak, Bisa Jadi Inspirasi Calon Pengantin

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 10:53 WIB

Ronce Melati di Siraman Syifa Hadju Naik Daun, Didiet Maulana Persilakan Perajin untuk Duplikasi

Ronce Melati di Siraman Syifa Hadju Naik Daun, Didiet Maulana Persilakan Perajin untuk Duplikasi

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 09:00 WIB

Mahalini Pakai Kebaya saat Lebaran Tuai Pro Kontra, Sang Desainer Ungkap Inspirasinya

Mahalini Pakai Kebaya saat Lebaran Tuai Pro Kontra, Sang Desainer Ungkap Inspirasinya

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 20:30 WIB

Berhasil Ditangkap, Ini Tampang Pelaku Penjambretan Ibu dari Desainer Didiet

Berhasil Ditangkap, Ini Tampang Pelaku Penjambretan Ibu dari Desainer Didiet

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 13:04 WIB

Deretan Potret Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Pakai Baju Adat, Dibilang Cocok Masuk Buku Atlas

Deretan Potret Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Pakai Baju Adat, Dibilang Cocok Masuk Buku Atlas

Lifestyle | Minggu, 23 Februari 2025 | 17:56 WIB

Dirancang Didiet Maulana, Baju Pengantin Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Tembus Puluhan Juta?

Dirancang Didiet Maulana, Baju Pengantin Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Tembus Puluhan Juta?

Lifestyle | Senin, 10 Februari 2025 | 21:05 WIB

Sepak Terjang Desainer Didiet Maulana, Kini Siap Bantu UMKM Kerajinan Indonesia Naik Level

Sepak Terjang Desainer Didiet Maulana, Kini Siap Bantu UMKM Kerajinan Indonesia Naik Level

Lifestyle | Kamis, 16 Januari 2025 | 11:35 WIB

Dari Panggung Fashion, Desainer Didiet Maulana Kini Dilantik Jadi Staf Ahli Dekranas

Dari Panggung Fashion, Desainer Didiet Maulana Kini Dilantik Jadi Staf Ahli Dekranas

Lifestyle | Kamis, 16 Januari 2025 | 11:10 WIB

Terkini

Apa Bedanya Lip Cream dan Lip Matte? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan yang Bagus

Apa Bedanya Lip Cream dan Lip Matte? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan yang Bagus

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:05 WIB

Berapa Kilogram Daging Kurban Ideal Per Orang? Ini Penjelasannya

Berapa Kilogram Daging Kurban Ideal Per Orang? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

5 Eyeshadow Brand Lokal yang Pigmented dan Aman Dipakai, Mulai Rp20 Ribuan

5 Eyeshadow Brand Lokal yang Pigmented dan Aman Dipakai, Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:14 WIB

Hectic Adalah Kondisi Sibuk Luar Biasa, Pahamai Arti dan Tips Mengatasinya bagi Pekerja

Hectic Adalah Kondisi Sibuk Luar Biasa, Pahamai Arti dan Tips Mengatasinya bagi Pekerja

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:04 WIB

Hukum Menjual Daging Kurban Menurut Syariat Islam bagi Pekurban dan Penerima

Hukum Menjual Daging Kurban Menurut Syariat Islam bagi Pekurban dan Penerima

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:04 WIB

7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka

7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:52 WIB

Apa Beda White Musk dan Black Musk? Ini Aroma yang Lebih Lembut dan 4 Rekomendasi Parfumnya

Apa Beda White Musk dan Black Musk? Ini Aroma yang Lebih Lembut dan 4 Rekomendasi Parfumnya

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:45 WIB

Anti Gerah, 5 Pilihan Parfum Lokal Aroma 'Clean' yang Aman Dipakai di Cuaca Panas

Anti Gerah, 5 Pilihan Parfum Lokal Aroma 'Clean' yang Aman Dipakai di Cuaca Panas

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:44 WIB

Cegah Food Waste, Bagaimana Food Cycle Indonesia Ajak Anak Muda Selamatkan Surplus Pangan?

Cegah Food Waste, Bagaimana Food Cycle Indonesia Ajak Anak Muda Selamatkan Surplus Pangan?

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:09 WIB

5 Moisturizer Murah tapi Bagus untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu

5 Moisturizer Murah tapi Bagus untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:07 WIB