Rayakan Pergantian Tahun di Papandayan

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Minggu, 28 Desember 2014 | 13:54 WIB
Rayakan Pergantian Tahun di Papandayan
Gunung Papandayan (suara.com/Dinda Rachmawati)

Gunung Papandayan, yang berada di Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi pilihan banyak orang untuk merayakan pergantian tahun. Gunung ini tak terlalu tinggi, tetapi menyajikan pemandangan matahari terbit yang menawan. 

Sehingga cocok untuk pendaki pemula, yang ingin mencoba merayakan tahun baru di puncak gunung. Informasi membuat saya tergoda dan berbekal fisik, mental, dan sejumlah perlengkapan mendaki gunung, saya pun siap berangkat menuju Garut dari Jakarta.

Bersama tiga rekan saya, saya memilih berangkat dengan menggunakan bus dari Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah membayar tarif sebesar Rp55 ribu, saya pun duduk manis menuju Terminal Guntur, Garut. Setibanya di Terminal Guntur, kami menyewa angkutan kota (angkot) dengan biaya Rp 15 ribu menuju Cisurupan.

Perjalanan pun dilanjutkan dengan mobil pick up dari Cisurupan ke pos pendakian Gunung Papandayan. Untuk perjalanan ini kami hanya membayar Rp20 ribu. Namun untuk itu, kami harus menunggu, karena para pemilik angkot dan mobil pick up, biasanya baru akan berangkat jika mobil mereka terisi penuh.

Semakin sedikit yang menumpang, akan semakin mahal biaya yang akan dikenakan. Atau bisa juga dengan menyewa ojek berkisar antara Rp20-30 ribu. Tergantung kepiawaian Anda dalam menawar.

Setelah melakukan perjalanan cukup panjang dari Jakarta dan melapor pada pos pendakian, kami pun siap untuk mendaki. Awal pendakian, saya langsung disambut oleh jalanan sedikit menanjak penuh bebatuan. Tanahnya berwarna keemasan bercampur dengan tanah yang mengandung kapur. Kabut cukup tebal menyamarkan kemegahan gunung di depan saya.

Baru berjalan sekitar setengah jam, bau belerang mulai menyengat hidung. Kepulan asap dari kawah gunung saut menyaut, seakan menyambut setiap pendaki untuk lebih semangat lagi mencapai puncaknya.

Puas melewati trek bebatuan dengan pemandangan kawah, saya pun mulai melihat hijaunya pepohonan. Pada trek ini, mata mulai dimanjakan oleh pemandangan dan udara yang segar. Saya pun merasakan dinginnya air yang melintas dari beberapa sungai kecil yang kami lewati.

Kami nantinya akan berhenti di Pondok Saladah, sebuah camping ground tempat para pendaki berkumpul sebelum menuju puncak, sembari memulihkan energi yang terkuras di awal pendakian.

Perjalanan ke Pondok Saladah memakan waktu sekitar dua jam, inilah yang menjadi alasan mengapa gunung dengan ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini sangat cocok untuk pemula. Medannya yang tidak begitu berat juga membuat gunung ini tergolong bersahabat.  Selain itu, kontur tanahnya yang landai juga memudahkan para pendaki pemula untuk sampai di  puncak gunung ini.



Saya dan teman lainnya pun memilih satu titik di mana kami akan membangun tenda. Tak perlu khawatir kehabisan bekal, di Pondok Saladah sudah tersedia pancuran air bersih, beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman hingga toilet umum.

Meskipun menawarkan kemudahan, tidak membuat pesona gunung api yang masih aktif ini hilang begitu saja. Ada beberapa tempat menakjubkan yang sayang jika dilewatkan, seperti padang bunga edelweiss bernama Tegal Alun. Hamparan bunga edelweiss dan danau kecil akan membuat siapapun terpesona.



Ada pula Hutan Mati yang juga  menjadi salah satu tempat terkenal di Gunung Papandayan. Sisa-sisa batang pohon yang menghitam karena terbakar dan tanah berkapur yang berwarna putih menjadikan suasana menjadi indah. Belum lagi kabut yang turun menghiasi, semakin membuat tempat ini menjadi tempat favorit tujuan para pendaki.

Sebaiknya lakukan pendakian ketika siang hari ke dua tempat ini agar bisa puas menikmati hamparan edelweiss dan pesona hutan mati sambil berfoto. Penggunaan sepatu trekking lebih disarankan agar memudahkan perjalanan karena medan ke dua tempat ini cukup licin, curam dan berbatu.

"Papandayan itu gunung paling enak buat santai, nikmatin alam dan kumpul sama teman-teman. Selain medan yang cukup mudah, viewnya yang bagus juga bisa didapetin di sini, apalagi di hutan mati. Bagus buat yang suka foto," kata Radinal Muchtar, yang memandu pendakian kami hari itu.

Setelah puas menikmati 'surga' di wilayah Garut tersebut, saya pun kembali ke Pondok Saladah untuk menikmati hidangan dan beristirahat sebentar, sebelum bersiap turun kembali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Takut Melancong Sendirian? Ini Cara Mengatasinya

Takut Melancong Sendirian? Ini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 03 Desember 2014 | 09:19 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×