Di Tengah Krisis Energi Global, Bisakah Model Hidup Berbagi Jadi Alternatif Baru?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 23 April 2026 | 13:59 WIB
Di Tengah Krisis Energi Global, Bisakah Model Hidup Berbagi Jadi Alternatif Baru?
Ilustrasi cohousing (Pexels/Jakub Zerdzicki)

Suara.com - Di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah, pasar energi global mengalami fluktuasi signifikan. Dampaknya terasa langsung pada kenaikan biaya hidup yang kian meluas. Dalam situasi ini, muncul pertanyaan: bagaimana cara membangun ketahanan, tidak hanya di level kebijakan, tetapi juga di tingkat komunitas?

Salah satu model yang mulai banyak diperhatikan adalah komunitas intensional—yaitu komunitas yang sengaja dibentuk oleh sekelompok orang untuk hidup bersama dengan sistem berbagi sumber daya. Praktiknya bisa berupa cohousing (perumahan bersama) hingga koperasi perumahan, di mana lahan, energi, dan kebutuhan sehari-hari dikelola secara kolektif.

Mitigasi Dampak pada Sektor Energi

Gangguan rantai pasokan minyak dan gas global berdampak langsung pada harga bahan bakar. Efeknya merambat ke sektor transportasi, pangan, hingga biaya pemanas rumah, terutama di negara seperti Inggris.

Namun, sejumlah komunitas intensional tercatat memiliki tingkat kerentanan yang lebih rendah terhadap guncangan ini. Hal ini terjadi karena mereka mengembangkan sistem energi yang lebih mandiri.

Di Bridport Cohousing, Dorset, misalnya, warga menggunakan sistem pemanas bersama dan memanfaatkan tenaga surya. Sementara di Pulau Eigg, Skotlandia, seluruh kebutuhan listrik dipasok dari sistem energi milik komunitas yang mengandalkan angin, air, dan matahari.

Meski tidak sepenuhnya lepas dari tekanan pasar global, sistem ini terbukti mampu menekan biaya dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Mengelola Biaya Hidup

Kenaikan harga energi juga berdampak pada biaya pangan dan perumahan. Komunitas intensional merespons tekanan ini dengan cara berbagi beban melalui pengelolaan sumber daya bersama.

baca juga

Praktiknya meliputi pembelian bahan pangan dalam jumlah besar, pertanian kolektif, hingga sistem hunian kooperatif. Pendekatan ini tidak menghilangkan biaya, tetapi membantu mendistribusikan beban finansial secara lebih merata.

Ketahanan Sosial

Studi tahun 2023 terhadap 18 komunitas intensional di Inggris dan Wales menunjukkan bahwa komunitas ini memiliki ketahanan sosial yang lebih kuat di tengah krisis.

Interaksi rutin, pengambilan keputusan bersama, dan budaya saling membantu menjadi faktor penting. Di salah satu komunitas hunian lansia perempuan di dekat London, misalnya, anggota komunitas mengelola klub daring dan berbagi hasil panen dari kebun bersama sebagai bentuk dukungan sosial.

Kemandirian Pangan
Gangguan jalur pasokan energi global, seperti potensi penutupan Selat Hormuz, berdampak pada produksi dan distribusi pangan. Untuk mengantisipasi hal ini, banyak komunitas intensional mulai memproduksi pangan sendiri.

Komunitas Redfield di Buckinghamshire Utara menjadi salah satu contoh. Mereka mengelola lahan seluas 17 hektar untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan pangan, sekaligus beternak dan mengembangkan praktik permakultur.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan kemandirian, tetapi juga memperkuat keterampilan dan pengetahuan anggota komunitas.

Adaptasi, Bukan Isolasi

Meski terlihat mandiri, komunitas intensional tidak sepenuhnya terlepas dari sistem eksternal. Mereka tetap terhubung dengan infrastruktur yang lebih luas.

Perbedaannya terletak pada kemampuan adaptasi. Dengan diversifikasi sumber energi, pangan, dan sistem sosial, komunitas ini dinilai lebih tangguh dalam menghadapi guncangan global.

Model seperti kepemilikan bersama, energi lokal, dan jaringan pangan komunitas kini mulai dilirik dan dipelajari sebagai alternatif dalam menghadapi krisis yang semakin kompleks.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Gang Sempit, River Ranger Jakarta Ajarkan Prinsip Sustainable Living Tanpa Menggurui

Di Gang Sempit, River Ranger Jakarta Ajarkan Prinsip Sustainable Living Tanpa Menggurui

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 11:32 WIB

Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun

Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:27 WIB

Malaysia di Ambang Krisis BBM

Malaysia di Ambang Krisis BBM

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×