Tenun Ikat Pun Tampil Trendi

Rabu, 21 Januari 2015 | 19:01 WIB
Tenun Ikat Pun Tampil Trendi
Berbagai busana sehari-hari berbahan tenun ikat (suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Beberapa tahun lalu, belum banyak orang apalagi kaum muda yang melirik tenun ikat untuk busana sehari-hari. Berbagai alasan melatari pilihan ini. Terlalu formal, panas dan kaku adalah salah satu alasan yang sering dikemukakan.

"Empat tahun lalu, cukup sulit membuat orang menerima busana dengan sentuhan kain tradisional. Apalagi saat itu susah cari kainnya dan saya merasa pasarnya juga sulit, gimana anak muda mau pakai," cerita Didiet Maulana, desainer pndiri IKAT Indonesia,  di sela peluncuran kampanye 'Let's Wear Local' oleh 5asec Indonesia di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2015).

Untuk itu Didiet memutar otak, agar karyanya dapat diterima oleh generasi muda. Salah satunya dengan membuat busana siap pakai. Maka busana sehari-hari dengan karakter klasik, simpel dan elegan pun meluncur lewat label IKAT Indonesia.

Busana siap pakai, kata Didiet, bisa dikenakan dalam berbagai kesempatan sehingga dapat lebih banyak menarik pasar. Dalam upayanya mendekatkan tenun ikat pada masyarakat, Didiet menggandeng beberapa selebriti dari berbagai generasi untuk mengunggah foto di jejaring sosial masing-masing saat mengenakan karyanya.  

Hal ini bertujuan untuk menunjukkan pada masyarakat, bahwa para selebriti pun bangga mengenakan produk fesyen lokal.

"Pertama, saya ciptakan pasar, kemudian menjaga pasar tersebut agar mereka tetap mau memakainya," ujarnya.

Ia ingin sedikit demi sedikit mengubah anggapan yang berkembang di tengah masyarakat bahwa kualitas produk lokal tak kalah dengan produk luar. Oleh karena itu, dalam setiap promosi, Didiet selalu berusaha mengedukasi konsumennya, bahwa dengan membeli kain atau produk fesyen dalam negeri juga membantu kehidupan dan perekonomian para pengrajin.

"Kualitas adalah hal yang sangat penting. Meskipun saat ini, pasar tenun ikat sedang hangat-hangatnya, saya selalu bilang pada pengrajin, jangan pernah turunkan kualitas kain, dan menaikkan harganya. Jangan pernah rusak kepercayaan konsumen," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI