Merajut Benang Harapan Bersama Nalacity

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 31 Januari 2015 | 14:03 WIB
Merajut Benang Harapan Bersama Nalacity
Banyak kegiatan sosial yang dilakukan oleh Komunitas Nalacity. (Dok. Nalacity)

Suara.com - Beberapa waktu lalu, dunia baru saja memperingati hari kusta sedunia. Di tengah perkembangan yang begitu pesat, ternyata kusta masih menjadi masalah bagi beberapa negara termasuk Indonesia.

Bagaimana tidak, sudah hampir 70 tahun Indonesia merdeka, namun kusta yang merupakan penyakit kuno masih ditemukan di berbagai daerah.

Kebanyakan dari para penderita kusta maupun orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) masih mendapatkan diskriminasi dari masyarakat lainnya. Mereka seringkali sulit mendapatlan pekerjaan yang layak karena dikhawatirkan akan menularkan kusta kepada orang lain.

Melihat permasalahan sosial yang dialami penderita kusta di daerah Sitanala, Tanggerang, membuat Hafiza Elfira, Andreas Sanjaya, Alfi Syahriyani, Arriyadul Qolbi, dan Yovita Salysa pada 2011 mendirikan suatu komunitas berbasis proyek sosial yang diberi nama Nalacity.



Hasilkan Beragam Produk Handmade

Mulanya, Andreas, salah satu pendiri melihat banyaknya peminta-minta dan penyapu jalanan yang secara fisik berbeda dari yang pernah dilihatnya.

Melalui riset, kelima pendiri ini lalu mendapatkan fakta bahwa mayoritas penduduk yang tinggal di Sitanala merupakan OYPMK dan mengalami penolakan dari keluarganya akibat kecacatan fisik yang timbul saat menderita kusta. Mereka pun akhirnya membentuk kelompok dan tinggal di daerah yang berada di belakang Rumah Sakit Sitanala, Tanggerang.

Merasa tak tega dengan penghidupan yang harus dijalani mantan penderita kusta ini, Andreas dan kawan-kawan memutuskan untuk membuat sebuah bisnis sosial yang bisa berkontribusi untuk membantu perekonomian masyarakat Sitanala khususnya kaum ibu-ibu.

Salah satu pendiri yang ditemui Suara.com, Hafiza Elfira mengaku bahwa awalnya mereka melakukan pendekatan dengan masyarakat di Sitanala melalui ketua RT setempat. Setelah berdiskusi dan mendapatkan nasihat, mereka pun mulai melakukan pertemuan dengan ibu-ibu yang ada di perkampungan ini.



Diskriminasi, membuat ibu-ibu ini awalnya segan untuk menerima kerja sama dari tim Nalacity ini. Namun dengan segala upaya dan penjaminan yang diberikan Hafiza dan kawan-kawan, ibu-ibu akhirnya mau berkolaborasi untuk memproduksi aneka produk handmade, antara lain jilbab dan aksesori bros.

"Setelah melakukan sosialisasi dengan ibu-ibu di sana, ternyata kemampuan yang mereka miliki adalah menjahit. Kami pun memutuskan untuk memproduksi jilbab bros," ujar Hafiza saat ditemui Suara.com di bilangan Menteng, Jumat (30/1/2015).

Sejak kedatangan pertamanya di November 2011, komunitas Nalacity yang memberdayakan ibu-ibu mantan penderita kusta pun resmi terbentuk. Saat ini Nalacity telah memberdayakan dua puluh ibu-ibu yang secara aktif diberi pelatihan cara memayet jilbab. Mereka diberi bahan langsung dari tim Nalacity, kemudian diberi upah yang layak untuk setiap pengerjaan yang mereka lakukan.

"Membangun komunitas Nalacity menjadi kebahagiaan tersendiri karena kita bisa membantu sesama. Kami merasa puas ketika ibu-ibu bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil jerih payahnya bersama Nalacity," imbuh Hafiza.

Kehadiran Nalacity di Sitanala tidak hanya berkontribusi bagi peningkatan pendapatan OYPMK, masyarakat sekitar juga terbantu dengan kegiatan sosial yang dilakukan Hafiza dkk, seperti pengobatan gratis, pembagian parcel ramadan, pembagian daging hewan qurban, dan masih banyak lagi.

Ada Workshop Perencanaan Keuangan



Selain memberikan pelatihan bagaimana memproduksi aneka hijab dan pernak-pernik fesyen lainnya, pendiri Nalacity ini juga memberikan workshop perencanaan keuangan kepada masyarakat Sitanala agar mampu mengatur pengeluaran dan pemasukan mereka.

Sedikit demi sedikit, para ibu yang menjadi anggota komunitas ini kembali tertawa. Mereka kini lebih terbuka dengan kehadiran orang baru. Apresiasi yang diberikan orang melalui pembelian produk Nalacity memberikan kebahagiaan tersendiri bagi mereka, mantan penderita kusta.

"Perubahannya memang cukup besar, awalnya para ibu-ibu disini malu-malu dan enggan untuk bertemu orang baru. Tapi makin ke sini, ketika mereka sering bersosialisasi dengan kami, kepercayaan diri mereka muncul. Bahkan mereka mau curhat soal keluarga mereka," imbuhnya.

Beberapa OYPMK yang sebelumnya menjadi pengemis di pinggir jalan, sebagian sudah berhenti dan memutuskan untuk mencari penghidupan yang lebih layak. Meski perubahannya belum terlalu drastis, Hafiza yakin, perlahan tapi pasti, ia dan teman-temannya mampu meyakinkan para OYPMK bahwa mereka sama seperti orang lainnya diberi kemampuan oleh Tuhan untuk mencari penghidupan yang layak.

"Saya dan teman-teman berharap bisa meningkatkan kapasitas ibu-ibunya untuk lebih terampil lagi sehingga mereka bisa mandiri dalam mencari uang. Setidaknya mereka bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dengan cara ini," harapnya.

Dalam menjalankan misi ini, Nalacity dibantu oleh beberapa volunteer. Bagi Anda yang memiliki visi yang sama dengan Hafiza dkk untuk peduli dengan mantan penderita kusta, kabarnya Nalacity akan membuka pendaftaran pada Februari mendatang. Ikuti terus kegiatan mereka di twitter @nalacity.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Semarak Komunitas Musik Depok di Taman Lembah Gurame

Semarak Komunitas Musik Depok di Taman Lembah Gurame

Lifestyle | Minggu, 18 Januari 2015 | 07:40 WIB

Terkini

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:02 WIB

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:01 WIB

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:57 WIB

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:55 WIB

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:51 WIB

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:48 WIB

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Surakarta | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:47 WIB

Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung

Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:41 WIB

Bukan Lagi Sekadar Operator, Indosat Bertransformasi Jadi Perusahaan AI Raup Pendapatan Double Digit

Bukan Lagi Sekadar Operator, Indosat Bertransformasi Jadi Perusahaan AI Raup Pendapatan Double Digit

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:40 WIB

×