Nikmatnya Sate Goreng Asli Bandung

Ardi Mandiri

Senin, 23 Maret 2015 | 01:17 WIB
Nikmatnya Sate Goreng Asli Bandung
Ilustrasi Sate

Suara.com - Bagi warga Ibu Kota Jakarta menjelajah Bandung yang dikenal sebagai "Paris van Java" tidak akan pernah ada habisnya.

Beragam alasan untuk datang ke kota yang juga berjuluk Kota Kembang tersebut, mulai dari wisata alam, tempat perbelanjaan, tempat nongkrong, hingga wisata kuliner.

Berbicara mengenai wisata kuliner, kawasan Lembang menjadi tempat yang pas untuk memanjakan lidah. Tepatnya di Restoran D'Seuhah Da Lada yang terletak di Jalan Raya Lembang 121.

Restoran itu menyediakan makanan khas Indonesia dan Arab. Makanan andalannya adalah sate goreng dan sate bakar.

Berbeda dengan sate pada umumnya, sate goreng tidak ada lidi yang menusuk pada dagingnya.

Pemilik D'Seuha Da Lada, Lilis Siti Kartika, mengatakan sate goreng di restorannya merupakan iga sapi pilihan yang dilumuri dengan saos panggang rahasia restoran tersebut, kemudian diberi taburan wijen di atasnya. Sate goreng tersebut disajikan "hot plate".

"Rasanya pedas-pedas manis, nikmat. Pengunjung yang datang ke restoran kami, biasanya akan kembali lagi," kata Lilis saat ditemui di Bandung, akhir pekan lalu.

Lilis menjelaskan mengapa iga sapi tersebut dinamakan sate, karena ada tulangnya.

"Jadi, kami menamakannya sebagai sate," kata perempuan yang sudah memulai usaha kuliner sejak 1997.

Selain sapi, juga ada sate goreng kambing. Setiap harinya, Lilis menjual setidaknya 40 porsi sate goreng.

"Sate goreng ini asli Bandung," ujar ibu tiga anak tersebut.

Tak hanya itu, restoran itu juga menyediakan makanan Arab seperti nasi briyani maupun kambing sidney.

"Resep kambing sidney ini kami temukan ketika merantau ke Sidney, Australia," jelas dia.

Saat merantau ke Australia, Lilis dan suaminya terbiasa memodifikasi makanan agar cocok di lidah masyarakat Australia.

Ayam Ngumpet Tak lengkap rasanya berkunjung ke D'Seuha Da Lada, tanpa menikmati menu ayam ngumpet. Dinamakan ayam ngumpet karena ayam gorengnya bersembunyi di bawah tumpukan daun pandan, daun jeruk dan kecombrang.

Ayam yang digunakan, bukan ayam sembarangan. Katanya, ayam yang digunakan adalah ayam kampung asal Aceh.

Ayam kampung tersebut direbus dengan berbagai bumbu dan kemudian digoreng kering bersama dedaunan tersebut.

"Daun-daun itu juga bisa dimakan, rasanya sangat enak dan cukup pedas," katanya.

Lilis menjelaskan ide membuat menu ayam ngumpet, datang dari suaminya yang merupakan seorang PNS.

Saat itu, suaminya makan siang di sebuah restoran bersama teman-temannya. Mereka memesan ayam goreng, tapi ternyata rasanya tidak enak.

Kemudian, suaminya memanggil pelayan restoran dan meminta untuk dibuatkan ayam ngumpet.

"Suami saya diktekan resepnya. Ketika sudah matang, ternyata ayam itu sangat lezat," kenang dia.

Ia kemudian meminta suaminya untuk membuat sendiri ayam ngumpet di restorannya. Hingga saat ini, ayam ngumpet menjadi andalan di restoran itu.

Selain digoreng, ayam ngumpet juga ada yang dibakar. Dalam sehari, restoran tersebut menghabiskan sedikitnya 100 ekor ayam kampung.

"Alhamdulillah, menu ayam ngumpet dan sate goreng diterima masyarakat," kata perempuan berjilbab itu.

Kisah Monyet dan Kura-kura Restoran D'Seuha Da Lada berdiri pada akhir 2009, namun peresmiannya baru pada 1 Januari 2010.

Nama D'Seuhah Da Lada, diilhami oleh kata-kata dalam bahasa Sunda yang berasal dari cerita Parahyangan. Cerita rakyat mengenai seekor monyet dan kura-kura yang memakan cabai di kebun petani.

Monyet dan kura-kura tersebut kepedasan memakan cabai, sehingga keluarlah ucapan "seuhah lada-lada" atau pedasnya cabai. Namun karena saking kepedasannya, sang monyet malah berucap "seuhah lata-lata." Lilis menjelaskan masyarakat Sunda sangat suka makan nasi dengan sambal yang pedas. Ketika makan sambal tersebut mereka sering mengeluarkan suara-suara seuhah, alias hah..hah.

"Kami juga menyediakan masakan Timur Tengah, karena sebagian besar pengunjung kami dari Timur Tengah. Walaupun berada di Indonesia, mereka juga ingin dipuaskan dengan masakan khas negeri 1001 malam itu," papar dia.

Sebagian besar pelanggannya selain dari Indonesia, juga berasal dari Malaysia, dan Timur Tengah Tak hanya menikmati lezatnya makanan yang disuguhkan, pengunjung juga bisa menikmati panorama alam yang ciamik.

Dari saung yang disediakan, pengunjung juga bisa melihat betapa padatnya Bandung. Jajaran bangunan yang saling berdesak-desakan.

Saat ini, restoran tersebut dikelola adik ipar dan anaknya.

"Sebelumnya, kami juga buka di "rest area" Cikampek. Tapi karena kekurangan tenaga kerja yang bisa dipercaya, akhirnya restoran itu ditutup," kata dia.

Harga-harga makanan di restoran itu terbilang murah, mulai dari Rp5.000. Lilis juga menyediakan berbagai minuman segar seperti jus hingga Katumiri Pasundan, gabungan.

Pihaknya juga menyediakan paket-paket wisata alam bagi pengunjung restoran tersebut. Misalnya saja mendaki Bukit Pangjebolan, letak pengamatan bintang observatorium Bosscha.

Pengunjung setia D'Seuha Da Lada, Suharna Suryapranata, mengatakan sensasi rasa pedas di restoran itu membuat pengunjung ingin kembali.

"Cita rasa dari Sate Goreng yang sensasional membuat lidah kita seperti menari. Benar-benar memikat," kata Menristek pada 2009-2011. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menikmati Sate Ikan Blue Marlin di Pesisir Barat

Menikmati Sate Ikan Blue Marlin di Pesisir Barat

Lifestyle | Senin, 23 Februari 2015 | 04:12 WIB

Terkini

Digitalisasi Pajak Daerah Tembus 97,5 Persen, BI Bidik Peningkatan Pendapatan Daerah

Digitalisasi Pajak Daerah Tembus 97,5 Persen, BI Bidik Peningkatan Pendapatan Daerah

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 07:50 WIB

10 Pilihan Sabun Cuci Muka untuk Jerawat, Bantu agar Tidak Semakin Meradang

10 Pilihan Sabun Cuci Muka untuk Jerawat, Bantu agar Tidak Semakin Meradang

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 07:45 WIB

Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027

Progres Underpass Bitung Capai 70,7 Persen, Ditargetkan Rampung Februari 2027

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 07:30 WIB

Sambut HUT Meranti, Sejumlah Praktisi Hukum Bentuk LBH Tanah Jantan

Sambut HUT Meranti, Sejumlah Praktisi Hukum Bentuk LBH Tanah Jantan

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 07:24 WIB

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Terbakar Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Terbakar Dihantam Ranjau di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 07:20 WIB

Cara Tambah Anggota Keluarga atau Bayi Baru Lahir di KK, Ini Syarat dan Prosedurnya

Cara Tambah Anggota Keluarga atau Bayi Baru Lahir di KK, Ini Syarat dan Prosedurnya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 06:31 WIB

5 Rekomendasi Sampo Anti Ketombe yang Bisa Dipakai Setiap Hari, Tak Bikin Iritasi

5 Rekomendasi Sampo Anti Ketombe yang Bisa Dipakai Setiap Hari, Tak Bikin Iritasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 06:21 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 5 Kilometer

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 06:00 WIB

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

×