Mengintip Revitalisasi Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta

Esti Utami

Senin, 06 April 2015 | 15:04 WIB
Mengintip Revitalisasi Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta (shutterstock)

Pelaku wisata di kawasan "Jeron Beteng" Keraton Yogyakarta meminta kejelasan proses revitalisasi kawasan Alun-Alun Utara, khususnya kebijakan yang menyertainya karena dinilai bakal memberikan dampak cukup signifikan terhadap kondisi pelaku pariwisata.

"Kami tidak keberatan dengan penataan yang akan dilakukan pemerintah. Namun, kebijakan yang menyertai proses revitalisasi ini harus dipikirkan kembali secara matang oleh pemerintah daerah," kata juru bicara Pelaku Wisata "Jeron Beteng" Tri Agung saat melakukan audiensi dengan Komisi B DPRD Kota Yogyakarta di Yogyakarta, Senin (6/4/2015).

Tri Agung menunjuk sejumlah kebijakan seperti melarang semua jenis bus masuk ke kawasan Keraton Yogyakarta termasuk kendaraan minibus berpenumpang delapan orang perlu dicermati ulang. Menurutnya ini perlu dilakukan karena solusi yang ditawarkan yaitu menyiapkan "shuttle" yang dikelola pihak ketiga dinilai kurang tepat.

"Tidak harus dengan kendaraan 'shuttle' tetapi bisa memberdayakan kendaraan yang sudah ada seperti andong yang dikoordinasikan langsung oleh pemerintah daerah," katanya.

Larangan bagi bus pariwisata masuk ke kawasan keraton sudah diberlakukan sejak Desember tahun lalu dan masih berlaku hingga saat ini. Bus pariwisata diarahkan untuk parkir di sejumlah tempat parkir yang sudah tersedia seperti Taman Parkir Abu Bakar Ali, Senopati dan Ngabean.

Setelah larangan itu diberlakukan, lanjut Agung, kendaraan minibus, khususnya yang berpenumpang delapan orang dihalangi masuk ke kawasan keraton.

"Kendaraan yang digunakan oleh wisatawan banyak dihentikan dan wisatawan diminta menggunakan 'shuttle' untuk masuk keraton. Kondisi ini yang membuat kami selaku pelaku pariwisata tidak nyaman," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, banyak pelaku wisata yang kemudian memilih untuk tidak membawa tamu-tamunya masuk ke keraton guna menghindari konflik.

"Jika permasalahan ini dibiarkan berlarut-larut, bisa saja suatu saat nanti wisata di keraton hanya tinggal kenangan," kata Agung yang bekerja di sektor angkutan wisata itu.

Sedangkan pelaku wisata "jeron beteng" yang bergerak di bidang restoran dan souvenir mengeluhkan turunnya omzet akibat larangan bus wisata masuk ke kawasan Keraton Yogyakarta.

"Pada bulan lalu, tidak ada reservasi dari wisatawan yang menggunakan bus. Hanya dari mobil kecil saja. Kami sebenarnya memiliki parkir sendiri sehingga tidak akan menambah kepadatan jalan," kata Eka, yang membuka restoran di "Jeron Beteng".

Sedangkan Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY Herman Tony mengusulkan agar pemerintah memberikan batasan terkait masa larangan bus wisata masuk ke keraton.

"Awalnya memang sebatas uji coba. Namun akan lebih baik jika ada pembatasan waktunya," katanya yang menyebut pemerintah daerah harus bisa menuntaskan rencana revitalisasi itu.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Nasrul Khoiri mengatakan, permasalahan revitalisasi Alun-Alun Utara itu akan dibahas melalui rapat kerja gabungan antara Komisi A, B dan C.

"Kami akan undang perwakilan pelaku pariwisata untuk ikut dalam rapat itu," katanya. Di dalam rapat yang akan digelar dalam waktu dekat itu, pemerintah daerah diminta memaparkan "rencana besar" revitalisasi Alun-Alun Utara. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bolosego dan Kusutnya Alkid Yogyakarta: Ketika Izin Berjualan Tak Menjamin Bebas Pungutan Liar

Bolosego dan Kusutnya Alkid Yogyakarta: Ketika Izin Berjualan Tak Menjamin Bebas Pungutan Liar

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:32 WIB

Ramai Soal Dugaan Pungli Food Truck di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya

Ramai Soal Dugaan Pungli Food Truck di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:20 WIB

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:33 WIB

Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 16:19 WIB

Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi

Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:32 WIB

Pameran Pangastho Aji: Merawat Nilai Luhur dari Keraton Yogyakarta

Pameran Pangastho Aji: Merawat Nilai Luhur dari Keraton Yogyakarta

Your Say | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 14:39 WIB

Pantai Sanglen Kenapa Ditutup? Ada 4 Permasalahan Lama Antara Warga, Investor dan Keraton

Pantai Sanglen Kenapa Ditutup? Ada 4 Permasalahan Lama Antara Warga, Investor dan Keraton

Lifestyle | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 13:25 WIB

Lebih Kenal dengan Bupati Gunungkidul Endah Subekti di Tengah Konflik Wisata Pantai Sanglen

Lebih Kenal dengan Bupati Gunungkidul Endah Subekti di Tengah Konflik Wisata Pantai Sanglen

Lifestyle | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 13:20 WIB

Berencana Liburan ke Keraton Yogyakarta? Ini Harga Tiket dan 5 Pengalaman Unik yang Didapat

Berencana Liburan ke Keraton Yogyakarta? Ini Harga Tiket dan 5 Pengalaman Unik yang Didapat

Lifestyle | Selasa, 18 Maret 2025 | 16:47 WIB

Fakta Unik Keraton Kilen Yogyakarta: Tempat Jokowi Bertemu Empat Mata dengan Sultan Hamengkubuwono X

Fakta Unik Keraton Kilen Yogyakarta: Tempat Jokowi Bertemu Empat Mata dengan Sultan Hamengkubuwono X

Lifestyle | Rabu, 15 Januari 2025 | 19:32 WIB

Terkini

John Herdman Sebut Timnas Indonesia Belum Tampilkan Skuad Terbaiknya, Bagaimana Lawan Malaysia?

John Herdman Sebut Timnas Indonesia Belum Tampilkan Skuad Terbaiknya, Bagaimana Lawan Malaysia?

Bola | Senin, 28 September 2026 | 12:57 WIB

Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir

Mengupas Sisi Lain Dewi Ayu di 'Cantik Itu Luka': Pelacur yang Menolak Tunduk pada Takdir

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:51 WIB

Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah

Hempas Kusam! 5 Toner Pad Korea Vitamin C untuk Kulit Lembut dan Cerah

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:50 WIB

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka

Sumbar | Senin, 28 September 2026 | 12:48 WIB

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Temuan Kamar Mewah Ala Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman Beberkan Misteri Sosok Penghuninya

Video | Senin, 28 September 2026 | 12:47 WIB

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, KPK Siap Terlibat jika Ada Indikasi Tipikor

News | Senin, 28 September 2026 | 12:46 WIB

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

Pergoki Pencuri Masuk Rumah, Telinga Nenek Maryati di Jaktim Robek Digigit Pelaku

News | Senin, 28 September 2026 | 12:44 WIB

Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!

Bahaya Terselubung Investasi Rp30,4 Triliun Microsoft: Jangan Sampai Bumi Kita yang Haus!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 12:43 WIB

Bongkar Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ditjen Pas Periksa Ferdy Sambo

Bongkar Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Ditjen Pas Periksa Ferdy Sambo

News | Senin, 28 September 2026 | 12:39 WIB

Dituding Nikmati Lapas Mewah, Ini Alasan Kemenimipas Soal Bingkai Foto Koruptor Jimmy Masrin

Dituding Nikmati Lapas Mewah, Ini Alasan Kemenimipas Soal Bingkai Foto Koruptor Jimmy Masrin

News | Senin, 28 September 2026 | 12:39 WIB

×