Sarani Pitor Pakan 'Mengubah' Sepakbola Nasional dengan Petisi

Esti Utami

Senin, 27 April 2015 | 12:25 WIB
Sarani Pitor Pakan 'Mengubah' Sepakbola Nasional  dengan Petisi

Suara.com - Saat mengunggah petisi change.org/BekukanPSSI, Desember tahun lalu, Sarani Pitor Pakan dan temannya Ganes Alyosha tak terlalu berharap ini akan mendapat sambutan sehangat ini. Meski mendesak Menpora membekukan PSSI, dua pemuda ini hanya ingin mengajak pencinta sepakbola nasional untuk bersikap lebih kritis.

"Kami meminta Bapak Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, untuk mengintervensi PSSI.

Kami tak bisa lagi berharap pada PSSI yang selama ini terbukti gagal mengelola sepak bola yang bersih dari masalah. Akibat terlalu parahnya permasalahan di tubuh PSSI, intervensi pemerintah harus berupa restrukturisasi, yaitu membuat struktur dan sistem baru yang bersih dan kompeten. Pemerintah harus membekukan kepengurusan PSSI saat ini dan mengambil alih organisasi sembari melakukan penataan ulang.

Pak Menpora, jangan takut dengan ancaman sanksi FIFA yang selama ini dihembuskan PSSI. Sanksi FIFA itu tak akan terjadi selamanya. Justru, pengasingan dari dunia internasional adalah kesempatan kita untuk memperbaiki sepak bola nasional. Beberapa negara sudah merasakan efeknya, seperti Brunei Darussalam dan Bosnia Herzegovina yang mampu berbenah setelah di-banned FIFA pada 2009 dan 2011. Bosnia lolos ke Piala Dunia 2014 dan Brunei yang tadinya sering kita bantai bisa menang dua kali atas Indonesia (2012 dan 2014)." Tulis Pitor dalam petisinya.  

Maka, ketika akhirnya Menpora membekukan PSSI pada 18 April lalu, Pitor tetap tak berani mengklaim petisinyalah yang membuat Menpora mengambil keputusan ini  

"Awalnya kami berpikir mendapat seribu dukungan saja sudah lumayan. Ketika akhirnya ada lebih dari 8500 orang yang mendukung, ini tentu menjadi semacam dukungan bagi Menpora untuk mengambil keputusan tegas," ujar Pitor saat berbincang dengan suara.com di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pekan lalu.

Pemuda kelahiran 26 Agustus 1991 ini mengatakan,  skandal sepakbola gajah yang dipertontonkan PSIS Semarang dan PSS Sleman, November tahun lalu, menambah gumpalan keprihatinannya pada sepakbola nasional.

Disusul kemudian dengan sederet keanehan dalam pertandingan Arema melawan Semen Padang,  makin membulatkan tekad mantan wartawan di sebuah tabloid bola nasional ini untuk menggalang dukungan bagi pembekuan PSSI demi perubahan sepakbola nasional ke arah yang lebih baik.

Sudah menjadi rahasia umum, ujarnya, jika suap dan praktik pengaturan hasil pertandingan di liga Indonesia. Tapi skandal sepakbola gajah menunjukkan betapa makin lama praktik kecurangan itu makin terbuka. Tanpa tedeng aling-aling dan tak lagi malu-malu lagi.

"Di semua cabang olahraga, tim bertanding untuk menang. Ini malah berebut untuk kalah, dengan gol bunuh diri. Di mana harga diri mereka?" ujarnya geram.  

Pembekuan PSSI di mata Ganes dan Pitor, adalah satu-satunya jalan untuk membenahi sepakbola nasional.

"Jika ingin membenahi sepakbola nasional, ujarnya, aktor lama harus dibabat habis. Jika tidak maka sepakbola nasional akan terus menerus seperti sekarang," papar lelaki berdarah Jawa dan Toraja ini.  

Pitor saat diundang di acara Mata Najwa (suara.com)

Ternyata gaung dari petisi yang diunggah pada November itu nyaring terdengar. Selang dua minggu setelah memulai petisi, Pitor diminta tampil dalam acara bincang-bincang "Mata Najwa". Di acara itu, Pitor menyerahkan petisi secara langsung ke Menpora. Saat itu petisi telah didukung lebih dari 2.000 orang.

Di depan Pitor, Menpora berjanji untuk mengatasi masalah di tubuh PSSI.

Lantas, pada akhir Menpora memutuskan menunda Indonesian Super League (ISL) 2015 agar klub-klub ISL bisa diverifikasi terlebih dahulu. Puncaknya, minggu lalu, dengan dukungan lebih dari 8.000 orang, kampanye Pitor dan Ganes berhasil. Pada 18 April 2015, Menpora mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 01307 Tahun 2015.

Melalui surat itu, Menpora memutuskan bahwa seluruh kegiatan PSSI tidak diakui pemerintah, termasuk hasil kongres di Surabaya yang memilih La Nyalla Mattalitti menjadi Ketua Umum PSSI.  
Sebagai tindak lanjut dari kebijakan ini, Menpora akan membentuk Tim Transisi yang akan mengambil alih hak dan kewenangan PSSI sampai terbentuk kepengurusan baru yang kompeten.

Namun menurut Pitor, keputusan ini bukanlah akhir dari perjuangan. Ia mengajak seluruh pencinta sepakbola nasional untuk terus mengawal proses restrukturisasi PSSI ini hingga terbentuk sistem aturan yang  bersih. Dan, ini bukanlah langkah mudah, karena mereka yang selama ini mengambil keuntuangan dari bobroknya pengelolaan sepakbola nasional akan melawan.

"Kita harus terus mengawal dan mengingatkan Menpora untuk berani mengambil keputusan dan tak pernah goyah," tegas Pitor yang kini sedang mendalami ilmu pariwisata ini.

Kecintaan Pitor pada sepakbola bersemi sejak usia sembilan tahun. Saat itu Pitor kecil sering menemani sang ayah menonton pertandingan Piala Eropa 2000.  Setelah itu ia tak pernah melewatkan acara bola. Kecintaan pada bola, membuat Pitor kecil tak segan menyisihkan uang sakunya untuk membeli media bola.

Bahkan ia pernah menyimpan mimpi menjadi wartawan bola.  Sedangkan kecintaan Pitor pada Tim Nasional mulai tumbuh, saat Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Asia 2007.

Meski demikian, sarjana Sosiologi dari Universitas Indonesia ini, terus terang mengakui sebenarnya tak terlalu mengikuti liga lokal. Bahkan ia sempat 'puasa' untuk tidak menonton liga dalam negeri sebagai bentuk protes banyaknya 'permainan' di sana.  Ia hanya mengikuti beritanya dari berbagai media.

Pitor yang lahir dan besar di Jakarta ini, akhirnya memang berhasil mewujudkan mimpinya menjadi wartawan bola. Namun hanya satu tahun bertahan. Dan kini, Pitor mengisi waktunya dengan menjadi penulis lepas di sejumlah media dan aktif di sejumlah lembaga swadaya masyarakat di sektor pariwisata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lekat: Sosok Tisa TS yang Sukses Bikin Baper Masyarakat Indonesia dengan Karyanya

Lekat: Sosok Tisa TS yang Sukses Bikin Baper Masyarakat Indonesia dengan Karyanya

Video | Sabtu, 15 Juni 2024 | 09:05 WIB

Sukses Pecahkan Rekor Omzet Rp8 Miliar di Shopee Live, dr. Richard Lee Punya Kisah Perjuangan Hidup yang Inspiratif

Sukses Pecahkan Rekor Omzet Rp8 Miliar di Shopee Live, dr. Richard Lee Punya Kisah Perjuangan Hidup yang Inspiratif

News | Kamis, 03 Agustus 2023 | 08:00 WIB

Rangkaian Terakhir Perayaan HUT Ke-65 Astra Hadirkan Sosok-Sosok Inspiratif dalam Bidang Kesehatan

Rangkaian Terakhir Perayaan HUT Ke-65 Astra Hadirkan Sosok-Sosok Inspiratif dalam Bidang Kesehatan

News | Jum'at, 02 Desember 2022 | 22:11 WIB

Terkini

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan

Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:19 WIB

Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama

Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan

The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:32 WIB

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:15 WIB

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:17 WIB

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:14 WIB

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:06 WIB

×