Riset: 93 Persen Anak Alami Tindak Kekerasan

Ririn Indriani

Sabtu, 02 Mei 2015 | 14:27 WIB
Riset: 93 Persen Anak Alami Tindak Kekerasan
Ilustrasi anak korban kekerasan. (Shutterstock)

Suara.com - Hasil riset yang dilakukan lembaga sosial "Save The Children" di 10 provinsi di Indonesia menunjukkan sebanyak 93 persen anak-anak pernah mengalami tindak kekerasan baik di rumah maupun di sekolah.

Pendiri Yayasan Pendidikan Indonesia Heritage Foundation (IHF), Ratna Megawangi mengatakan, banyak riset terkait hal itu menunjukkan bahwa tindak kekerasan menjadi pendorong tumbuhnya emosi negatif anak di Indonesia.

"Emosi negatif bahkan sudah menjadi bagian hidup sebagian besar anak Indonesia," kata Ratna yang juga Ketua Bagian Tumbuh Kembang Anak di Fakultas Ekologi Manusia IPB di Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

Bahkan ada studi lain serupa yakni Plan Internasional di 18 provinsi pada 2005 menyimpulkan sekolah bisa menjadi tempat yang berbahaya untuk anak-anak, karena banyak ragam bentuk kekerasan di sekolah.

Ratna mengatakan prihatin dengan kondisi itu mengingat kekerasan pada anak bisa menjadi sumber timbulnya sikap apatis, motivasi rendah, minder, resah dan khawatir.

"Sekolah juga bisa menjadi sumber bagi timbulnya sikap-sikap itu karena berbagai sebab," katanya.

Ratna mencontohkan banyak sekolah yang menerapkan materi terlalu abstrak (menghafal, drilling, rote learning), orientasi terlalu akademik, orientasi nilai/ranking, hingga terlalu banyak pekerjaan rumah dan beban pelajaran.

"Selain itu juga banyak sekolah menerapkan one-way teaching, teacher centered, juga mendorong belajar karena takut, khawatir. Di samping banyak pula sistem sekolah yang terlalu terstruktur," katanya.

Hal itu, kata Ratna, sangat mungkin untuk menghambat potensi kretivitas anak. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengembangkan pendidikan karakter secara eksplisit dan implisit.

"Kita harus mulai terapkan metode pembelajaran holistik berbasis karakter untuk membangun jaringan koneksi yang kaya," katanya.

Kuncinya, tambah Ratna, perlu dikembangkan sekolah yang menyenangkan bagi anak. Hal itu karena rasa takut yang dikembangkan di sekolah akan menjadi "racun" bagi anak yang membuat kerja otak tidak maksimal.

Ia juga menyarankan agar orang tua selalu bersikap penuh cinta dalam mendidik anak dan mengembangkan keterampilan mengelola emosi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beredar, Video Lelaki Siksa Anak Tiri Sampai Mati

Beredar, Video Lelaki Siksa Anak Tiri Sampai Mati

News | Selasa, 31 Maret 2015 | 17:34 WIB

Komnas PA: Predator Kejahatan Anak Bersembunyi di Sekolah

Komnas PA: Predator Kejahatan Anak Bersembunyi di Sekolah

News | Minggu, 14 Desember 2014 | 11:41 WIB

Komnas PA: Hukuman Kebiri Putus Mata Rantai Kekerasan Seks Anak

Komnas PA: Hukuman Kebiri Putus Mata Rantai Kekerasan Seks Anak

News | Minggu, 14 Desember 2014 | 10:53 WIB

Rudiantara: Kekerasan Seks Anak Banyak Melalui Internet

Rudiantara: Kekerasan Seks Anak Banyak Melalui Internet

News | Minggu, 14 Desember 2014 | 09:56 WIB

Terkini

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:21 WIB

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama

Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Beda Viva Air Mawar Vs Viva Queen Rose Face Mist, Cek Kandungan dan Fungsinya

Beda Viva Air Mawar Vs Viva Queen Rose Face Mist, Cek Kandungan dan Fungsinya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17 WIB

100 Hari Kerja, Kepala BGN Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG hingga Kembalikan Rp44 Triliun ke Negara

100 Hari Kerja, Kepala BGN Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG hingga Kembalikan Rp44 Triliun ke Negara

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:16 WIB

Nyesel Baru Tahu! 3 Kelas Menulis Ini Ampuh Bikin Tulisan Makin Enak Dibaca

Nyesel Baru Tahu! 3 Kelas Menulis Ini Ampuh Bikin Tulisan Makin Enak Dibaca

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Bagaimana Cara Mengurus KTP yang Hilang Saat Berada di Luar Kota atau Beda Domisili?

Bagaimana Cara Mengurus KTP yang Hilang Saat Berada di Luar Kota atau Beda Domisili?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×