Komunitas Pemeluk Pahoman Sejati Rayakan Tahun Baru

Liberty Jemadu

Kamis, 18 Juni 2015 | 23:15 WIB
Komunitas Pemeluk Pahoman Sejati Rayakan Tahun Baru
Bayang-bayang stupa Candi Borobudur dengan latar belakang Gunung Merapi di Yogyakarta (Shutterstock).

Suara.com - Komunitas penghayat kepercayaan Pahoman Sejati di kawasan Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merayakan tahun baru berdasarkan kalender Jawa kuno, untuk mendoakan tercapainya kesejahteraan masyarakat dan keselamatan seluruh Bangsa Indonesia.

Doa yang dipimpin oleh sesepuh Pahoman Sejati, Ki Rekso Jiwo di Pendopo Padepokan Seni Budi Aji di Dusun Wonogiri Kidul, Desa Kapuhan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Kamis malam itu, berlangsung secara takzim dengan diikuti sekitar 70 penganut aliran kepercayaan tersebut.

Mereka, baik perempuan maupun laki-laki, yang mengikuti rangkaian persembahyangan tersebut, umumnya mengenakan pakaian adat Jawa dengan dominasi warna serba hitam.

"Kita bersama pada kesempatan ini selain melestarikan tradisi budaya Jawa juga berdoa untuk keselamatan seluruh bangsa," kata Ki Rekso dalam bahasa Jawa.

Ia juga mengajak masyarakat untuk saling menghormati, mengembangkan sikap rendah hati, dan memperkuat semangat persaudaraan serta kekeluargaan.

"Manusia harus rendah hati, manusia tidak sempurna, harus saling tolong-menolong," katanya.

Tahun baru dalam perhitungan kalender Jawa kuno mereka, yakni pada 1 Bodrowarno 6417 Jawa Respati atau bertepatan dengan 18 Juni 2015, sedangkan pergantian tahun berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB.

Berbagai sesaji dalam rangkaian perayaan yang berupa doa ritual dan kirab budaya tersebut, antara lain berupa gunungan jenang bodrowarno, gunungan palawija, tumpeng, ingkung, ancak buangan, buah-buahan, dupa, kemeyang, dan kembang mawar warna merah serta putih.

Rangkaian ritual juga ditandai dengan pembacaan geguritan karya Ki Rekso Jiwo, masing-masing berjudul "Nglacak" dan "Sasi Bodrowarno", oleh seorang penghayat bernama Sukisno.

Ketua I Pahoman Sejati, Kikis Wantoro mengatakan perayaan juga menjadi momentum para penghayat kepercayaan tersebut, untuk merefleksikan kehidupan masa lalu agar bisa membangun kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

"Segala kekurangan pada masa lalu, menjadi bahan refleksi untuk perjalanan hidup ke depan. Harapannya kita semua beroleh keselamatan, kemudahan mendapatkan rejeki, dan ketenteraman keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara," kata Kikis yang juga pengelola Padepokan Seni Budi Aji itu.

Mereka kemudian melakukan kirab dengan berjalan kaki di dusun tersebut sambil mengusung berbagai sesaji, gunungan palawija, dan jenang bodrowarno. Sepanjang tepi kanan dan kiri jalan dusun itu, dipasangi cukup banyak obor sebagai lambang penerangan hati manusia.

"Semoga perjalanan hidup ke depan ini mendapat pepadhang (terang) dari Tuhan Yang Maha Esa," katanya ketika menjelaskan tentang makna ritual obor tersebut.

Rangkaian perayaan selama dua hari (17-18 Juni 2015) tersebut, antara lain berupa pentas kesenian rakyat, pembacaan mocopat, pergelaran ketoprak, prosesi pengambilan air di Sendang Tirta Nirmala di kawasan Gunung Merapi, bakti alam berupa larung sukerto, merti jiwo, sarasehan budaya, dan pentas wayang kulit oleh dalang Ki Harsono dari Muntilan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Didesak Moratorium Penyegelan Rumah Ibadah

Jokowi Didesak Moratorium Penyegelan Rumah Ibadah

News | Jum'at, 24 Oktober 2014 | 14:59 WIB

Pembukaan Olimpiade Sochi, Pernyataan Pro-Pluralisme Rusia

Pembukaan Olimpiade Sochi, Pernyataan Pro-Pluralisme Rusia

News | Sabtu, 08 Februari 2014 | 13:47 WIB

Terkini

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20 WIB

×