Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB
Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya
Potret Generasi Peduli Iklim Saat Melakukan Penanaman Mangrove di Kampung Nelayan Tambakrejo,Semarang (Dok.Generasi Peduli Iklim)

Suara.com - Di tengah meningkatnya dampak krisis iklim, pembahasan soal lingkungan masih sering dianggap rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama anak muda. Istilah teknis seperti dekarbonisasi, valorisasi, hingga dieselisasi dinilai sulit dipahami oleh publik awam.

Kondisi tersebut mendorong komunitas Generasi Peduli Iklim mencari pendekatan yang lebih sederhana melalui media sosial. Mereka mencoba menyampaikan isu lingkungan dengan bahasa yang lebih ringan, visual, dan dekat dengan keseharian generasi muda.

Koordinator Generasi Peduli Iklim, Muhammad Asyrof Naf’il, mengatakan salah satu tantangan terbesar dalam kampanye lingkungan adalah menerjemahkan isu global yang kompleks menjadi pesan yang mudah dipahami masyarakat.

“Kalau kita menerjemahkan apa yang tertulis di Paris Agreement tetapi tidak menggunakan bahasa yang mudah dipahami, itu akan sulit nyampenya ke masyarakat. Kita tidak bisa menggunakan bahasa langit,” ujar Asyrof.

Karena itu, komunitas tersebut memilih memanfaatkan konten visual, video singkat, hingga infografis dalam menyampaikan edukasi iklim di media sosial.

“Kita menggunakan bahasa yang sederhana, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kami juga memanfaatkan konten visual atau video singkat, reels, dan infografis agar isu krisis iklim ini bisa sampai ke banyak orang,” katanya.

Menurut Asyrof, media sosial menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran lingkungan karena sebagian besar anak muda saat ini hidup dekat dengan platform digital. Lewat media sosial, Generasi Peduli Iklim juga aktif mengangkat isu lingkungan yang sedang terjadi di berbagai daerah.

“Postingan terbaru kami soal Pasuruan, hasil kolaborasi dengan organisasi lain, bisa menjangkau banyak views sehingga pesan-pesan yang ingin kami sampaikan dapat tersebar luas ke khalayak umum,” jelasnya.

Meski aktif mengedukasi lewat media sosial, Generasi Peduli Iklim mengaku tidak ingin gerakan lingkungan terasa eksklusif atau menghakimi masyarakat. Mereka justru mencoba menciptakan ruang belajar yang lebih inklusif bagi siapa saja yang ingin memahami isu lingkungan.

baca juga

“Kami mencoba membuat gerakan lingkungan terasa lebih dekat, inklusif, dan tidak menghakimi,” ujar Asyrof.

Selain menyebarkan informasi, komunitas tersebut juga mendorong pengikut media sosial mereka untuk terlibat langsung dalam berbagai aksi lingkungan, mulai dari penanaman mangrove, kegiatan bersih pantai (beach cleanup), hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Menurut Asyrof, perubahan perilaku tidak cukup dibangun hanya lewat unggahan media sosial. Keterlibatan langsung dinilai penting agar masyarakat dapat merasakan hubungan yang lebih dekat dengan lingkungan.

“Untuk bisa sampai di tahap mengubah perilaku, tentu kita harus mengajak secara langsung. Misalnya, mengajak mereka menanam mangrove atau melakukan beach cleanup,” katanya.

Melalui pendekatan yang lebih sederhana dan dekat dengan keseharian, Generasi Peduli Iklim berharap isu krisis iklim tidak lagi dipandang sebagai persoalan yang jauh atau terlalu rumit dipahami masyarakat. Mereka juga ingin semakin banyak anak muda mulai melihat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil di sekitar mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sekadar Bawa Tumbler, Riset Ungkap Aksi Iklim Paling Berdampak: Apa Saja?

Tak Sekadar Bawa Tumbler, Riset Ungkap Aksi Iklim Paling Berdampak: Apa Saja?

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:10 WIB

Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026

Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:46 WIB

Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya

Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:30 WIB

Terkini

6 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat di Indonesia

6 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat di Indonesia

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 19:10 WIB

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:48 WIB

3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:39 WIB

Apa Cushion yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Apa Cushion yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 18:20 WIB

Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama

Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:35 WIB

Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak

Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:05 WIB

Kardinal Suharyo Soroti Krisis Moral di Era Teknologi: Dunia Masih Butuh Suara Hati

Kardinal Suharyo Soroti Krisis Moral di Era Teknologi: Dunia Masih Butuh Suara Hati

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 17:05 WIB

4 Rekomendasi Loose Powder untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat sesuai Review

4 Rekomendasi Loose Powder untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat sesuai Review

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 16:25 WIB

4 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Pori-Pori Besar Sesuai Klaim Produknya

4 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Pori-Pori Besar Sesuai Klaim Produknya

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:58 WIB

Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai

Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:51 WIB

×