Sambut Idul Fitri dengan Tradisi "Sungkem Tlompak"

Esti Utami

Kamis, 23 Juli 2015 | 09:21 WIB
Sambut Idul Fitri dengan Tradisi "Sungkem Tlompak"
Pelaksanaan tradisi Sungkem Tlompak di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (22/7). (Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

Suara.com - Masyarakat lereng Gunung Merbabu di Dusun Keditan, Desa Pogalan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memiliki tradisi unik saat menyambut Idul Fitri, yakni tradisi Sungkem Tlompak. Tradisi budaya ini biasa digelar pada hari kelima setelah lebaran berdasarkan kalender Jawa), yakni pada Rabu (22/7/2015).

"Selain untuk menghormati leluhur, melestarikan mata air, juga menjadi sarana kami berhalalbihalal antarwarga desa," kata Parto Wiyoto, pemuka warga Pogalan yang memimpin masyarakat setempat melaksanakan tradisi itu, di Magelang.

Mereka melakukan tradisi itu di sumber air Tlompak di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari Dusun Pogalan. Turut mengiring warga setempat, antara lain mereka yang memakai kostum tarian tradisional setempat, Campur Bawur.

Sekitar pukul 12.00 WIB, mereka disambut oleh juru kunci sumber air Tlompak yang juga sesepuh warga Gejayan, Alip dan Kepala Dusun Gejayan Sulis Prasetyo.

Selain itu, warga Gejayan juga menyambut mereka dengan mengenakan pakaian sejumlah tarian tradisionalnnya, seperti "Topeng Ireng", "Geculan Bocah", dan "Gupolo Gunung". Warga setempat mempercayai bahwa sumber air Tlompak dijaga sosok spiritual yang dikenal dengan nama Prabu Singobarong.

Parto mengatakan tradisi tersebut dijalani warga setempat sejak 1932 setelah terjadi paceklik yang membuat masyarakat tidak bisa menanami lahan pertanian sayurannya, kesulitan air karena kemarau berkepanjangan.

Warga, katanya, percaya bahwa aliran air dari sumber Tlompak itu telah menjadi jalan mereka mendapatkan berkah dari Tuhan bagi kehidupan pertanian setempat.

Saat warga menjalani tradisi Sungkem Tlompak, mereka bersama-sama berdoa dan membakar kemenyan, kemudian mengambil air dengan menggunakan wadah dari botol bekas air mineral, sedangkan sebagian lainnya membasuh muka dengan air dari pancuran setempat.

Mereka juga mementaskan kesenian tradisional setempat di halaman rumah juru kunci sumber air Tlompak, Alip. Alip dalam bahasa Jawa mengemukakan pentingnya masyarakat melestarikan tradisi tersebut karena bermanfaat memperkuat semangat kekeluargaan warga antardusun, melestarikan lingkungan, khususnya mata air, dan mengembangkan semangat berkesenian rakyat.

"Menjadikan kehidupan kekeluargaan antarwarga dusun semakin erat," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tradisi-tradisi yang Sering Dilakukan saat Idul Fitri di Indonesia

Tradisi-tradisi yang Sering Dilakukan saat Idul Fitri di Indonesia

Lifestyle | Minggu, 16 Maret 2025 | 16:32 WIB

Terkini

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:00 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

×