Uniknya Ruwatan Rambut Gimbal di Dieng

Ririn Indriani

Minggu, 02 Agustus 2015 | 19:30 WIB
Uniknya Ruwatan Rambut Gimbal di Dieng
Beginilah suasana ruwatan rambut gimbal di Dieng. (Foto: Antara/Anis Efizudin)

Suara.com - Ribuan wisatawan dari berbagai daerah menyaksikan ruwatan anak berambut gimbal yang merupakan acara puncak "Dieng Culture Festival (DCF) VI Tahun 2015".

Dari pantauan di Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (2/8/2015), ribuan wisatawan tampak memadati pelataran kompleks Candi Arjuna yang dijadikan sebagai lokasi ruwatan anak berambut gimbal.

Salah seorang wisatawan lokal, Nita mengaku baru kali pertama menyaksikan ritual ruwatan anak berambut gimbal di KWDT Dieng meskipun dia asli Banjarnegara.

"Selama ini, saya tinggal di Yogyakarta karena kuliah sehingga baru kali ini bisa menyaksikan ruwatan anak berambut gimbal. Saya hanya dengar dari orangtua tentang kisah anak-anak berambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng," katanya.

Menurut Nita ruwatan anak-anak berambut gimbal itu sangat menarik karena merupakan tradisi budaya asli Dieng.

Wisatawan lainnya, Edo mengaku sangat tertarik untuk menyaksikan ruwatan anak berambut gimbal itu sehingga dia selalu datang ke Dieng sejak pergelaran DCF IV Tahun 2013.

"Namun waktu DCF V Tahun 2014, saya tidak bisa masuk ke pelataran Kompleks Candi Arjuna yang menjadi lokasi ruwatan karena saat itu pengunjungnya sangat banyak, lebih banyak dari sekarang," kata dia yang berasal dari Jakarta.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Banjarnegara Azis Achmad memperkirakan wisatawan yang mengunjungi pergelaran DCF VI Tahun 2015 sejak hari Jumat (31/7) hingga hari terakhir kegiatan, Minggu (2/8/2015), lebih dari 60.000 orang.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya tidak menargetkan jumlah kunjungan wisatawan maupun pendapatan dari pergelaran DCF.

"Kami tidak menargetkan. Namun untuk pendapatan selama tahun 2015, kami menargetkan sebesar Rp3 miliar dan selama pekan lebaran mencapai 30 persen dari target tersebut," kata Azis.

Ia mengakui bahwa persiapan pergelaran DCF 2015 sangat mepet dengan kegiatan pekan lebaran sehingga kurang maksimal.

Oleh karena itu, lanjut Azis, pihaknya merencanakan agar DCF VII Tahun 2016 tetap digelar pada Agustus sehingga ada jeda waktu yang cukup lama dari kegiatan pekan lebaran.

"DCF tahun ini merupakan yang pertama digelar selama tiga hari, biasanya dua hari. Kami akan mengevaluasi, kalau tidak menimbulkan kemacetan, akan tetap dilaksanakan selama tiga hari," katanya.

Prosesi Ruwatan Ritual ruwatan anak berambut gimbal itu diikuti 10 anak dari berbagai daerah di sekitar Dataran Tinggi Dieng, baik Kabupaten Banjarnegara maupun Wonosobo.

Sebelum ruwatan tersebut dimulai, ke-10 anak berambut gimbal yang mengenakan kain dan ikat kepala warna putih itu dikirab dari depan rumah Mbah Naryono yang merupakan sesepuh Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Sesampainya di kompleks Candi Arjuna, ke-10 anak itu selanjutnya dibawa ke Sendang Sedayu untuk menjalani jamasan.

Selanjutnya mereka dibawa ke pelataran Candi Arjuna untuk mengikuti ruwatan berupa pemotongan rambut gimbal yang dipimpin oleh Mbah Naryono.

Sementara untuk pemotongan rambut gimbal itu dilakukan oleh Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Banjarnegara, dan tamu undangan lainnya salah satunya budayawan Sujiwo Tejo.

Kendati demikian, tidak semua rambut anak-anak itu dipotong melainkan hanya gimbalnya yang selanjutnya dilarung di Telaga Warna.

Pelaksanaan ruwatan tersebut harus dilakukan atas dasar keinginan anak berambut gimbal sehingga selama anak berambut gimbal itu belum ingin mengikuti ruwatan, orang tuanya tidak boleh memaksa.

Selain itu, jika si anak berambut gimbal telah berkeinginan untuk mengikuti ruwatan, orangtuanya juga harus memenuhi beberapa permintaan yang diajukan anaknya.

Salah satu anak berambut gimbal yang mengikuti ruwatan, Fariah (6), anak dari Muhaimin, warga Desa Karekan, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, meminta dibelikan gelang dan anak tongkol.

Anak berambut gimbal lainnya, Bangkit Adi Pratama (7), anak pasangan Muhammad Agib dan Yuli Astuti, warga Sawangan, Kabupaten Wonosobo, minta dipentaskan tarian lengger, sedangkan Ahmad Q. Bayu Wono (7), anak pasangan Trimo dan Rusmini, warga Desa Kersan, Kecamatan Kertek, Wonosobo, minta dibelikan getuk dua biji.

Masyarakat Dataran Tinggi Dieng meyakini, apa yang diinginkan anak-anak berambut gimbal merupakan keinginan makhluk gaib yang mendampingi mereka sehingga harus dituruti.

Konon anak berambut gimbal atau gembel yang berjenis kelamin laki-laki merupakan titisan Eyang Agung Kala Dete, sedangkan yang perempuan titisan Nini Ronce Kala Prenye. Mereka diyakini sebagai titipan anak bajang dari Ratu Samudra Kidul. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Objek Wisata Ini Favorit Warga Lombok Saat Lebaran Topat

Objek Wisata Ini Favorit Warga Lombok Saat Lebaran Topat

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2015 | 04:00 WIB

Serunya Berebut Lopis di Tengah Tradisi Syawalan

Serunya Berebut Lopis di Tengah Tradisi Syawalan

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2015 | 11:50 WIB

Sambut Idul Fitri dengan Tradisi "Sungkem Tlompak"

Sambut Idul Fitri dengan Tradisi "Sungkem Tlompak"

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2015 | 09:21 WIB

Potret Idul Fitri di Berbagai Negara

Potret Idul Fitri di Berbagai Negara

News | Sabtu, 18 Juli 2015 | 19:01 WIB

Terkini

Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia

Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:39 WIB

Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?

Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB

Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita

Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB

LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus

LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:35 WIB

Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus

Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:35 WIB

Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan

Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan

Jogja | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:31 WIB

Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia

Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:29 WIB

18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus

18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus

Lampung | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:27 WIB

Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026

Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:26 WIB

19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment

19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:25 WIB

×