Nancy Margried Panjaitan, Mengulik Batik dengan Rumus Matematis

Esti Utami | Suara.com

Rabu, 30 September 2015 | 13:24 WIB
Nancy Margried Panjaitan, Mengulik Batik dengan Rumus Matematis
Nancy Margried Panjaitan. (Dok. Pribadi)

Kini ribuan motif berhasil didokumentasikan batik fractal. Semuanya dirangkum dari berbagai daerah di tanah air. Di antara motif itu ada batik Buketan (Pekalongan), Kangkungan (Cirebon), Parang Rusak (Yogyakarta), dan Banji, yang dipengaruhi budaya Cina.

Batik fractal ini juga bisa diproduksi menjadi batik cetak. Setelah pola desain jadi, dicetak di atas kain, baru dikerjakan dengan proses tradisional dengan cap atau canting. Penggunaan malam serta proses pewarnaan membuat kualitas batik fractal tak kalah dengan batik tradisional.

Tapi tak mudah melahirkan batik fractal dan membuatnya diterima masyarakat khususnya perajin batik tradisional. Demi mengerti teknik dan proses pembuatan batik tradisional, Nancy dan teman-temannya harus rela merogoh kocek dalam-dalam, mengunjungi sejumlah sentra kerajinan batik di tanah air. Tak hanya di Pulau Jawa, tapi juga Sumatera, Kalimantan bahkan Nusa Tenggara pun mereka datangi demi belajar soal batik.

"Saya pelajari semua. Dari sejarah, motif hingga filosofi di belakangnya," ujarnya.

Dari perjalanan ini, mata Nancy terbuka bahwa  batik bukanlah sekedar selembar kain. Di balik selembar kain itu tersimpan nilai luhur budaya sebuah masyarakat. Batik juga komoditas ekonomi, di mana ribuan orang menggantungkan hidupnya di sana.

Dan kerja keras Nancy dan dua temannya mendapat balasan setimpal. Pada 2007, penelitian mereka yang dirangkum dalam “Batik Fractal, from Traditional Art to Modern Complexity” lolos seleksi untuk dipresentasikan dalam ajang Committee of 10th Generative Art International Conference in Politecnico, di Milan, Italia.
 
"Sepulang dari Milan, kami bertiga ingin memperkenalkan hasil penelitian ini. Istilahnya sowan pada para pembatik," ujar Nancy.

Sayang sambutan yang didapat tak semeriah yang diharapkan. Apalagi saat itu semangat kewirausahaan belum sehangat sekarang. Ada yang mendukung, banyak pula yang hanya bicara saja.

Menurutnya, perajin batik sebenarnya senang dan ingin dibantu. Hanya saja, mereka dihadapkan pada akses teknologi. Karena untuk menerapkan batik fractal dalam bisnis sehari-hari dibutuhkan kemampuan mengoperasikan komputer yang tak semua pembatik memilikinya.

"Ada juga pembatik yang tertarik dengan JBatik, namun malas belajar," ujarnya sambil mengumbar senyum kecut.

Namun ada juga yang menolak batik fraktal, karena dinilai akan menodai nilai luhur batik sebagai warisan budaya bangsa. Nancy mengisahkan, ia pernah dimarahi juragan batik tradisional ketika menjadi pembicara di sebuah pelatihan. Ia dituduh menumpang ketenaran batik Indonesia, dan JBatik yang dikembangkannya dinilai akan melibas batik tradisional.

Ia juga pernah dimarahi seorang perancang terkenal karena dinilai merusak nilai luhur batik Indonesia. Semua ini tak membuat Nancy mundur. Dengan sabar, perempuan yang dipercaya menjadi CEO di Piksel Indonesia menjelaskan manfaat perangkat lunak yang dikembangkannya.

"Senangnya, banyak juga yang sadar manfaat jBatik dan berkonsultasi. Selain lewat pelatihan, software ini juga bisa dimiliki dengan harga miring. Mulai dari 30 dolar AS per paketnya," ujarnya sambil menambahkan permintaan kebanyakan datang dari mereka yang berjiwa wirausaha.

Kini ada sekitar 1600 perajin batik yang memanfaatkan JBatik untuk mengembangkan usaha mereka. Dengan JBatik, perajin batik tak hanya terbantu dalam pengembangan motif tetapi juga jaringan pemasaran. Tapi yang pasti, motif dan modelnya bisa dilihat di portal www.batikfractal.com.

"Bagi mereka yang menginginkan sesuatu yang khusus (custom) dapat langsung menghubungi saya," ujar sulung dari empat bersaudara ini seraya menambahkan setelah pembahasan soal desain proses produksi biasanya memerlukan waktu pengerjaan, termasuk desain, 3 hingga 4 minggu.

Nancy mengaku apa yang dikerjakannya selama delapan tahun terakhir masih jauh dari mimpinya. Ia berharap jBatik bisa makin disempurnakan sehingga penggunanya terus bertambah. Bahkan jika
memungkinkan bisa merambah para perajin dari  luar negeri.

Nancy tak sedang mencoba untuk merendah. Ia melihat sederet penghargaan yang diraihnya, seperti 21th Young Leader dari British Council, adalah pemicu baginya untuk membuktikan bahwa teknologi tak selalu menjadi ancaman bagi seni tradisional. Justru teknologi bisa dimanfaatkan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya tradisional.

Setelah sukses dengan program Batik Goes to Campuss, saat ini nancy dan kawan-kawannya sedang mengembangkan program Round A investment demi melahirkan lebih banyak pengusaha muda yang berkecimpung di industri batik.

"Batik fractal seperti jembatan yang menghubungkan tradisi dengan kekinian," ujar Nancy menyudahi perbincangan kami.

Nancy menjadi pembicara dalam acara yang menghadirkan pengusaha muda lainnya. (Dok. Pribadi)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal dr. Harmeni Wijaya, Perempuan Inspiratif Peraih ASEAN Women Entrepreneurs Award

Mengenal dr. Harmeni Wijaya, Perempuan Inspiratif Peraih ASEAN Women Entrepreneurs Award

Lifestyle | Jum'at, 05 Desember 2025 | 17:41 WIB

Rahasia Perempuan Inspiratif: Tak Cuma Glow Up, Tapi Juga Grow Up

Rahasia Perempuan Inspiratif: Tak Cuma Glow Up, Tapi Juga Grow Up

Lifestyle | Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:04 WIB

Kisah Louisse Scarlett, Ukir Prestasi Lewat Rekor Penjualan Tertinggi se-Asia

Kisah Louisse Scarlett, Ukir Prestasi Lewat Rekor Penjualan Tertinggi se-Asia

Lifestyle | Senin, 30 Juni 2025 | 10:07 WIB

Pertamina Hadirkan Tiga Perempuan Inspiratif, Inilah Cahaya Kartini

Pertamina Hadirkan Tiga Perempuan Inspiratif, Inilah Cahaya Kartini

Bisnis | Sabtu, 26 April 2025 | 17:03 WIB

Lanjutkan Semangat Kartini, Ini Sosok Perempuan-perempuan Muda Berprestasi Zaman Kini

Lanjutkan Semangat Kartini, Ini Sosok Perempuan-perempuan Muda Berprestasi Zaman Kini

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 18:00 WIB

Hari Perempuan Internasional: Perjalanan Inspiratif Putri Handayani dan Kadek Arini Menaklukkan Dunia

Hari Perempuan Internasional: Perjalanan Inspiratif Putri Handayani dan Kadek Arini Menaklukkan Dunia

Lifestyle | Senin, 10 Maret 2025 | 12:37 WIB

Obsession Talk 2025: Ibu Tangguh Memajukan Indonesia

Obsession Talk 2025: Ibu Tangguh Memajukan Indonesia

Lifestyle | Kamis, 06 Maret 2025 | 09:17 WIB

Lekat: Sosok Tisa TS yang Sukses Bikin Baper Masyarakat Indonesia dengan Karyanya

Lekat: Sosok Tisa TS yang Sukses Bikin Baper Masyarakat Indonesia dengan Karyanya

Video | Sabtu, 15 Juni 2024 | 09:05 WIB

Kartini Masa Kini yang Inspiratif: Lisa Zen Purba Sukses Membawa Brand Tas Lokalnya ke Mancanegara

Kartini Masa Kini yang Inspiratif: Lisa Zen Purba Sukses Membawa Brand Tas Lokalnya ke Mancanegara

Lifestyle | Kamis, 02 Mei 2024 | 08:05 WIB

Jadi Langganan Selebritas, Valentina Maya Sari Sukses di Bisnis Jasa ART Premium

Jadi Langganan Selebritas, Valentina Maya Sari Sukses di Bisnis Jasa ART Premium

Lifestyle | Selasa, 20 Februari 2024 | 16:12 WIB

Terkini

Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga

Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:25 WIB

6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin

6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:00 WIB

Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya

Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:35 WIB

Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:16 WIB

Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri

Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:05 WIB

Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem

Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:00 WIB

7 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Dianjurkan dalam Islam, Jangan Terlewat!

7 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Dianjurkan dalam Islam, Jangan Terlewat!

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:54 WIB

5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan

5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet

Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:17 WIB

Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL

Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:15 WIB