Mereka Mengajak Hidup Sehat Lewat Produk Organik

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 10 Oktober 2015 | 15:45 WIB
Mereka Mengajak Hidup Sehat Lewat Produk Organik
Komunitas Organik Indonesia (KOI).

Suara.com - Siang itu suasana area pameran bertajuk Organic, Green & Healthy Expo (OGH Expo) V yang digelar Komunitas Organik Indonesia (KOI) di Bentara Budaya, Jakarta, tampak ramai.

Banyak pengunjung yang begitu antusias membeli atau sekadar bertanya mengenai keunggulan dan manfaat dari berbagai produk organik yang ditawarkan. Mulai dari kopi, pupuk, kosmetik, tanaman herbal, produk herbal seperti makanan dan minuman, dan masih banyak lagi.

Koordinator Pameran Fadli Reza mengatakan, pameran yang berlangsung pada 1-4 Oktober lalu itu, diikuti oleh 147 peserta dimana 29 di antaranya adalah peserta yang baru kali pertama ikut.

Sebagian peserta adalah pelaku bisnis berskala kecil yang digagas oleh individu-individu yang peduli pada kesehatan dan kelestarian bumi.

"Kami tergabung dalam Komunitas Organik Indonesia untuk saling membantu, mendukung dan berbagi ilmu agar semakin banyak orang Indonesia yang tertarik terhadap produk organik. Kami percaya bahwa organik dan sehat bukan hanya gaya hidup melainkan sebuah kebudayaan,” kata Christopher Emille Jayanana, Ketua Umum sekaligus pendiri KOI.

Selain memamerkan beragam produk organik, pameran yang sudah diadakan KOI sejak 2011 ini juga menghadirkan serangkaian workshop pembuatan produk organik dan talkshow agar pengunjung semakin menyadari manfaat kesehatan yang didapat dari gaya hidup organik.

Berawal dari rasa prihatin ...

Berawal dari Rasa Prihatin
Komunitas Organik Indonesia ini sendiri, kata lelaki yang akrab disapa Emil, berdiri sejak 2007. Ia bersama teman-temannya tertarik mendirikan komunitas ini dilatabelakangi oleh keprihatinannya terhadap banyaknya penyakit atau kelainan genetik yang mengintai saat ini.

Lelaki kelahiran 17 Oktober 1972 ini menyadari, semakin banyak anak-anak yang lahir dengan kondisi autisme dan penyakit lainnya. Nah, salah satu penyebab munculnya autisme dan penyakit lainnya adalah makanan berbahan kimia yang dikonsumsi sang ibu saat mengandung.

"Ketika turun langsung ke sentra-sentra pertanian di berbagai daerah, saya melihat bahwa penggunaan bahan kimia seperti pestisida, fungisida, dan sida-sida lainnya sudah melebihi batas yang diperbolehkan. Kalau dulu pakai 1 tutup botol untuk 1 tangki, sekarang sampai 4-5 tutup botol bahan kimia untuk satu tangki penyiraman," kata Emil ketika ditemui Suara.com belum lama ini.

Alumnus Teknik Arsitek Universitas Parahyangan ini pun mengalami dampak dari konsumsi makanan tak sehat tersebut. Ia pernah mengalami serangan jantung saat usia 30-an.

"Saya selama ini rajin olahraga. Tapi ternyata masih tetap berisiko mengalami serangan jantung. Penyebabnya selain keturunan juga karena darah saya yang mengental," imbuh Emil.

Setelah introspeksi, ia menyadari bahwa pola makan sembarangan menjadi pemicu kondisi yang dialaminya tersebut. Emil mengaku dulu kerap menghabiskan berpiring-piring kentang goreng lengkap dengan minuman bersoda.

Serangan jantung yang dialaminya di usia muda membuatnya bertekad untuk hidup sehat, salah satunya dengan berubah ke pola makanan organik.

Ia pun memiliki usaha di bidang peternakan ayam pronik, tanpa suntikan antibiotik ataupun bahan kimia lainnya. Hingga akhirnya bergaul dengan teman-teman yang memiliki bisnis di bidang produk organik.

"Sekitar tahun 2004-an saya bertemu dengan teman-teman yang memiliki bisnis serupa, ada Healthy Choices, Equil, Dapur Manado, Mahkota Dewa. Kami berpikir kenapa tidak mengampanyekan ini kepada masyarakat luas," cerita Emil.

Anggotanya 300 pengusaha ...

Anggotanya 300 Pengusaha
Semenjak pertemuannya itu, ia kerap mengadakan diskusi-diskusi bulanan dengan para pemilik produk organik. Semakin lama, semakin banyak pengusaha organik yang berkumpul hingga pada 2007, diresmikan Komunitas Organik Indonesia (KOI).

Kini KOI telah beranggotakan 300 pengusaha produk organik yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Ternyata setelah semakin banyak yang mengikuti agenda diskusi bulanan, kami menyadari bahwa produk organik tidak sebatas sayuran, buah-buahan saja, tapi juga produk skin care, kecantikan, bumbu dapur, es krim, dan lainnya. Kami pun akhirnya membentuk sebuah komunitas yang dulu namanya Community Indonesia Quality and Health Living," terangnya panjang lebar.

Lahir di tengah keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan di IPB, tak sulit bagi Emil untuk menyelami dunia organik. Selain aktif di komunitas. Ia pun menularkan gaya hidup organik di keluarganya.

"Dapur saya isinya produk organik semua. Karena setiap minggu bertemu dengan teman-teman komunitas. Jadi, mengambil dari mereka saja yang kita sudah tahu kualitasnya. Dari mulai beras, sayur, buah, bakso, ikan semua organik," papar Emil.

Emil dan keluarga kecilnya pun dalam kehidupan sehari-harinya menyantap menu-menu organik seperti sayur organik, beras dan lauk pauk yang bebas dari pewarna, pengawet, perasa, dan pemanis buatan (4P). Sejak menerapkan pola hidup sehat itulah Emil dan keluarga merasa hidupnya lebih sehat dan produktif lantaran jarang sakit.

Tak hanya itu, melalu KOI yang didirikan bersama teman-temannya, Emil juga mengedukasi sekaligus mengkampanyekan bahwa gaya hidup organik murah. "Jadi, keliru kalau ada yang mengganggap organik itu mahal. Justru dengan membeli langsung dari produsen, harga tak jauh berbeda dengan non organik," terangnya.

Untuk itulah KOI selalu membuat program maupun event yang mempertemukan produsen dengan konsumen agar harganya jauh lebih murah dibandingkan bila membeli di supermarket. Di samping itu, KOI juga memiliki program utama yaitu pemberdayaan anggota tentang bagaimana mengemas suatu produk agar lebih menarik dan cara mengkomunikasikan produknya kepada konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mencipta Robot, Itulah Hobi Anak Muda Ini

Mencipta Robot, Itulah Hobi Anak Muda Ini

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 11:44 WIB

Paranormal-paranormal Cantik Ini Suka dengan Gaya Ahok

Paranormal-paranormal Cantik Ini Suka dengan Gaya Ahok

News | Senin, 28 September 2015 | 18:52 WIB

Ruwatan Ahok di Bundaran HI, Ini Kata Paranormal Cantik

Ruwatan Ahok di Bundaran HI, Ini Kata Paranormal Cantik

News | Senin, 28 September 2015 | 18:06 WIB

Terkini

Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC

Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng

Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban

Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban

Lampung | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz

Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina

Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina

Health | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer

Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu

Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912

Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28 WIB

7 Lipstik Transferproof untuk Bibir Kering, Nyaman Dipakai Tahan hingga 16 Jam

7 Lipstik Transferproof untuk Bibir Kering, Nyaman Dipakai Tahan hingga 16 Jam

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar

Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:24 WIB

×