Menikmati Imlek 'Rasa Sunda' di Kawasan Pecinan Bogor

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 07 Februari 2016 | 15:41 WIB
Menikmati Imlek 'Rasa Sunda' di Kawasan Pecinan Bogor
Suasana Klenteng Hok Tek Bio di kawasan pecinan Bogor menjelang tahun baru Imlek, Minggu (7/2/2016). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Perayaan tahun baru Imlek yang jatuh pada 8 Februari esok mulai menunjukkan geliatnya. Tak terkecuali suasana yang tampak di kawasan pecinan di sepanjang Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat.

Menjelang siang tadi kawasan yang berseberangan dengan lokasi wisata Kebun Raya Bogor ini tampak ramai. Hiasan lampion cantik dan ornamen dengan aksen merah di sudut-sudut jalan tampil mencolok.

Masuk ke dalam kawasan pecinan ini Anda akan mendapati klenteng yang konon sudah berusia ratusan tahun dan kerap menjadi salah satu tempat perayaan Imlek paling ramai di Kota Hujan ini.

Letaknya sedikit tersembunyi, tapi gerbang di sisi kiri jalan dengan jelas menonjolkan keberadaan vihara yang bernama Dhanagun ini.

Hingar bingar suara klakson dan mesin kendaraan di jalanan pun seketika redam ketika memasuki klenteng ini. Aroma bakaran hio atau dupa menyeruak di tengah khidmatnya pengunjung yang berdoa.

Kawasan pecinan di Jalan Suryakencana, Bogor. (Suara.com/Firsta Nodia

Meski menjadi pusat peribadatan umat Tionghoa, suasana sunda begitu kental terasa. Para jemaat yang datang untuk berdoa, tak jarang saling berkomunikasi menggunakan logat sunda ketimbang bahasa mandarin.

"Tos ti tadi aya dugi ka dieu? (Sudah lama di sini?)," ucap salah satu jemaat kepada jemaat lainnya yang lebih dulu datang.

Pengurus harian Vihara Dhanagun, A Yung mengatakan bahwa percakapan menggunakan bahasa sunda memang sudah biasa dilakukan sesama warga Tionghoa di kota Bogor. Menurutnya, berada di tanah Bogor, itu berarti harus menjunjung tinggi budaya setempat sebagai bentuk penghormatan.

"Kami berada di Kota Bogor. Kami juga harus meenghormati leluhur yang juga besar di tanah sunda dengan ikut melestarikan budayanya," jelas A Yung kepada Suara.com, Minggu (7/2/2016).

Bagian depan Klenteng Hok Tek Bio di Bogor. (Suara.com/Firsta Nodia)

Bentuk penghormatan ini juga ditunjukkan dengan adanya altar atau tempat sembahyang bernama Eyang Suryakencana, leluhur orang sunda. Diceritakan A Yung, Eyang Suryakencana adalah pendiri kota Cianjur dan ayah Prabu Siliwangi.

Nama jalan di sekitar vihara yang juga bernama Suryakencana membuat vihara ini turut mengabadikannya sebagai altar sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur masyarakat dimana mereka tinggal.

"Jadi sebenarnya ketika kami berdoa, doanya disampaikan untuk leluhur. Kalau nggak paham dianggapnya dewa saja. Jadi kita buatkan altar Eyang Suryakencana untuk menghormatinya sebagai leluhur kami," imbuhnya.

Klenteng Tertua di Bogor
Vihara yang juga memiliki nama lain Klenteng Hok Tek Bio ini menurut A Yung sudah berumur ratusan tahun. Bahkan tak sedikit yang menganggapnya klenteng tertua di kota Bogor. Meski demikian, bangunannya masih kokoh berdiri dan cukup terawat.

Meski tak punya bukti otentik, berdasarkan cerita para leluhurnya, A Yung mengatakan bahwa vihara ini didirikan sebagai tempat berkumpulnya komunitas etnis Tionghoa di Bogor saat zaman penjajahan Belanda dulu.

Klenteng Hok Tek Bio di Jalan Suryakencana, kawasan pecinan Bogor. (Suara.com/Firsta Nodia)

"Prediksinya sekitar tahun 1747. Tahun tersebut ada peperangan antara pedagang Tiongkok dengan VOC seehingga timbul komplek pecinan ini. Supaya lebih mudah mengendalikan mereka membangun vihara ini untuk berkumpul dan beribadah menghormati leluhur," jelasnya.

Saat perayaan tahun baru Imlek seperti saat ini, ia mengatakan bahwa vihara akan ramai dikunjungi saat sore nanti, malam, hingga esok hari. Persiapan tentu sudah rampung dilakukan untuk menyambut para jemaat yang akan menyampaikan permohonannya.

"Kami udah siapain hio satu lemari lebih. Nggak akan kekurangan bahkan bisa mencukupi sampai Cap Go Meh lewat. Lilin pesanan umat juga sudah diberi nomor agar mereka lebih mudah untuk mendapatkannya ketika datang berdoa," jelas A Yung.

vihara akan ramai dikunjungi saat sore, malam, hingga esok hari

Berbagai pertunjukan untuk menyemarakkan perayaan tahun baru Imlek pun akan dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai yang diselenggarakan oleh komunitas keturunan Tionghoa dari klenteng ini.

Barongsai akan berkeliling di sekitar toko-toko Pasar Bogor dan Jalan Suryakencana untuk meminta angpao. Tentunya hal ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat kota Bogor karena letaknya yang strategis dengan pusat kota.

Bagi Anda yang tertarik menikmati suasana imlek dengan nuansa sunda yang kental terasa, jangan lupa kunjungi kawasan pecinan ini, ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Imlek, Warga Tionghoa Bali Gelar Barongsai

Jelang Imlek, Warga Tionghoa Bali Gelar Barongsai

News | Minggu, 07 Februari 2016 | 14:41 WIB

BMKG Perkirakan Hujan Lebat Akan Sertai Tahun Baru Imlek

BMKG Perkirakan Hujan Lebat Akan Sertai Tahun Baru Imlek

News | Sabtu, 06 Februari 2016 | 10:31 WIB

Pakar Fengshui: Penyakit Jadi Tantangan Utama di Tahun Monyet Api

Pakar Fengshui: Penyakit Jadi Tantangan Utama di Tahun Monyet Api

Lifestyle | Sabtu, 06 Februari 2016 | 08:11 WIB

Jelang Imlek, Cina 'Diserbu' Wisatawan dari Seluruh Dunia

Jelang Imlek, Cina 'Diserbu' Wisatawan dari Seluruh Dunia

Lifestyle | Jum'at, 05 Februari 2016 | 07:48 WIB

Terkini

Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Urutan Skincare Pigeon Pagi dan Malam agar Kulit Glowing Alami

Urutan Skincare Pigeon Pagi dan Malam agar Kulit Glowing Alami

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:20 WIB

Kulit Sensitif Apa Boleh Pakai Retinol? Ini Tips Aman agar Tidak Iritasi

Kulit Sensitif Apa Boleh Pakai Retinol? Ini Tips Aman agar Tidak Iritasi

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:10 WIB

Apa Arti Smudge Proof? Ini 4 Lipstik Tahan Geser yang Awet Seharian

Apa Arti Smudge Proof? Ini 4 Lipstik Tahan Geser yang Awet Seharian

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:50 WIB

4 Shio Paling Hoki 7 Mei 2026: Rezeki Mengalir, Karier dan Cinta Bersinar Besok

4 Shio Paling Hoki 7 Mei 2026: Rezeki Mengalir, Karier dan Cinta Bersinar Besok

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

Apa Beda Waterproof dan Transferproof? Ini 5 Cushion dengan Dua Kelebihan Sekaligus

Apa Beda Waterproof dan Transferproof? Ini 5 Cushion dengan Dua Kelebihan Sekaligus

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:26 WIB

Cushion Somethinc Copy Paste untuk Kulit Apa? Ini Harga dan Kelebihan Produknya

Cushion Somethinc Copy Paste untuk Kulit Apa? Ini Harga dan Kelebihan Produknya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Ella Skincare Apakah Sudah BPOM? Ini Faktanya

Ella Skincare Apakah Sudah BPOM? Ini Faktanya

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:35 WIB

Keberuntungan Berpihak ke 5 Shio Ini Pada 7 Mei 2026, Siap-Siap Cuan!

Keberuntungan Berpihak ke 5 Shio Ini Pada 7 Mei 2026, Siap-Siap Cuan!

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31 WIB

Suka Wangi Minimalis? Intip 7 Parfum Aroma Clean dari Harga Lokal Hingga Luxury

Suka Wangi Minimalis? Intip 7 Parfum Aroma Clean dari Harga Lokal Hingga Luxury

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:11 WIB