-
Polisi menangkap pria bersenjata di lokasi lapangan golf milik Donald Trump di California.
-
Penyidik menyita senapan serbu, amunisi, rompi antipeluru, dan radio pemancar dari rumah pelaku.
-
Tersangka mengaku tidak bersalah dan hakim menetapkan jaminan sebesar 250.000 dolar AS.
Suara.com - Aparat Kepolisian Los Angeles mengamankan Jeanine John Taele di sekitar Trump National Golf Club pada Minggu lalu. Penangkapan pria bersenjata tersebut dilakukan tepat sebelum kedatangan Presiden Donald Trump di California.
Dinas Rahasia Amerika Serikat kini menyelidiki keterlibatan pria berusia 38 tahun tersebut terkait potensi ancaman keamanan terhadap presiden. Petugas mendapati pelaku sedang merekam lokasi dan memantau aktivitas perencanaan pengamanan di area klub golf.
Penyelidikan mendalam langsung melibatkan Satuan Tugas Bersama Anti-Terorisme FBI untuk menggeledah kediaman pelaku di Downey. Langkah proaktif ini diambil guna mengantisipasi segala bentuk risiko keamanan yang membahayakan publik maupun pejabat negara.
![Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/13/76171-donald-trump.jpg)
Saat menggerebek rumah tersangka, penyidik menemukan barang bukti berupa senapan rakitan tipe AR, pistol kaliber .45, serta rompi antipeluru. Tim penyidik juga menyita amunisi jumlah besar, pemancar radio, dan beberapa buku catatan berisi pernyataan mencurigakan.
Tersangka Taele resmi dijerat tuduhan membawa senjata api tersembunyi serta kepemilikan amunisi terlarang dalam insiden di lapangan golf. Selain itu, Kepolisian El Segundo menetapkan Taele sebagai tersangka kasus perampokan tingkat dua yang terjadi November 2025.
Dalam persidangan hari Selasa, Taele mengaku tidak bersalah atas empat dakwaan pelanggaran hukum yang disangkakan kepadanya. Hakim menetapkan uang jaminan sebesar 250.000 dolar AS dan melarang pelaku mendekati area golf milik Trump.
Presiden Donald Trump sendiri mendarat di California pada Selasa malam untuk menghadiri agenda makan malam Komite Nasional Partai Republik. Penangkapan terjadi saat rombongan presiden masih berada di dalam pesawat kepresidenan Air Force One menuju lokasi.
Hingga saat ini, pihak berwenang menegaskan belum menemukan indikasi ancaman langsung yang ditujukan khusus untuk menyerang presiden. Kendati demikian, tim gabungan terus mendalami seluruh dokumen dan rekaman video yang dikumpulkan oleh pelaku di lokasi.
Mengenai situasi keamanan wilayah, pihak kepolisian memberikan pernyataan resmi untuk menenangkan masyarakat luas atas insiden tersebut.
"Saat ini, penyidik tidak menemukan ancaman nyata bagi komunitas kita," bunyi pernyataan resmi tersebut, dikutip dari CNN Internasional, Rabu (5/8/2026).
"Namun, kasus ini menegaskan pentingnya kewaspadaan, kemitraan kuat dengan lembaga penegak hukum lokal, negara bagian, dan federal, serta langkah-langkah proaktif yang diambil untuk mengidentifikasi dan menyelidiki aktivitas mencurigakan sebelum berkembang lebih jauh."
Insiden penangkapan ini terjadi di tengah pengetatan pengamanan terhadap pejabat tinggi negara dan fasilitas bisnis milik Donald Trump. Pengawasan ekstra ketat di area fasilitas rekreasi elite Rancho Palos Verdes terbukti efektif memergoki pergerakan mencurigakan sejak dini.
Kerja sama lintas instansi antara Kepolisian Los Angeles, FBI, dan Secret Service menjadi kunci utama penggagalan potensi gangguan keamanan ini. Proses hukum terhadap Jeanine John Taele kini terus berjalan seiring dengan pengumpulan bukti tambahan dari Satgas Anti-Terorisme.