Dulunya Tempat Mencari Jodoh Saat Perayaan Peh Cun

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Minggu, 21 Februari 2016 | 12:43 WIB
Dulunya Tempat Mencari Jodoh Saat Perayaan Peh Cun
Kawasan Kalijodo, Jakarta Utara. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Suara.com - Pemberitaan tentang penggusuran kawasan hiburan malam Kalijodo menjadi topik hangat Ibu Kota dalam beberapa pekan belakangan ini.

Kawasan yang berada di Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara ini, telah lama dikenal sebagai tempat praktik prostitusi.

Yang menarik, nama Kalijodo ternyata memiliki makna dan sejarah yang erat kaitannya dengan masyarakat etnis Tionghoa, dan sangat jauh dari hal-hal yang berbau negatif.Lantas, bagaimana ceritanya daerah tersebut kemudian dikenal sebagai kawasan hiburan malam?     

Sejarawan Ridwan Saidi mengatakan bahwa awalnya kali tersebut dikenal sebagai Kali Angke. Namun, karena sering dimanfaatkan masyarakat etnis Tionghoa sebagai tempat untuk mencari jodoh setiap kali menggelar lomba mendayung perahu -- yang dalam tradisi Imlek disebut Peh Cun, akhirnya kali itu lebih dikenal dengan sebutan Kalijodo.  

"Kali yang artinya sungai dan 'jodo' yang artinya jodoh, sejak itulah masyarakat sering menyebutnya Kalijodo," terangnya kepada Suara.com, belum lama ini.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan bahwa dahulu kala etnis Tionghoa senang memilih kali itu untuk dijadikan tempat perayaan Peh Cun, karena airnya jernih dan jauh dari pemukiman penduduk.

Tradisi Peh Cun kala itu, merupakan pesta air yang banyak diikuti muda-mudi. Para perempuan, kata Ridwan, menaiki perahu yang berbeda dengan para lelaki. Setelah didayung,perahu mereka akan saling berkejaran melintasi sepanjang kali.

Jika ada salah satu perempuan yang disukai, maka lelaki di perahu lain akan melempar sebuah kue bernama Tiong Cu Pia yang terbuat dari tepung terigu yang berisi kacang hijau.
 
"Jika perempuan tersebut membalas lemparan kue ke lelaki itu tandanya mereka saling menyukai. Itu artinya mendapatkan jodoh. Latar belakang inilah yang kemudian membuat kawasan ini hingga sekarang dikenal sebagai Kalijodo," imbuhnya.

Meski dikenal sebagai tempat untuk mencari jodoh, perayaan Peh Cun juga menjadi tontonan menarik tak hanya bagi warga Tionghoa, tetapi juga masyarakat yang berasal dari wilayah lain.

"Jadi, dulunya kali itu memang sebagai pusat perayaan Peh Cun untuk orang baik-baik yang memang ingin cari jodoh, dan dulu di situ belum ada pemukiman, karena tidak boleh ada hunian," ungkapnya.

Setelah saling melempar kue, hubungan dua sejoli yang baru bertemu ini berlanjut dengan 'kopi darat'. Biasanya pasangan muda-mudi yang baru berkenalan ini berjalan ke timur Kali Angke yaitu daerah Bandengan. Dinamakan Bandengan, kata Ridwan, karena memang banyak penjual bandeng yang menjajakan dagangannya di kawasan tersebut.

"Lalu laki-laki biasanya membeli bandeng dan mengantarkan pasangannya ke rumah. Bandeng itu diberikan ke orangtua perempuan sebagai tanda kesungguhannya menjalin hubungan dengan putrinya dan berencana ke jenjang pernikahan," tutur lelaki kelahiran 1942 ini.

Sayangnya, tanpa alasan yang jelas, Ridwan mengatakan, pada 1958, Walikota Jakarta, Sudiro, menghentikan tradisi Peh Cun dan Imlek. "Dihentikannya tidak jelas alasannya, cuman dikatakan bahwa perayaan Imlek tidak boleh lagi dirayakan di ruang publik sehingga hanya dirayakan di rumah-rumah saja," bebernya.

Sejak itulah tak ada lagi tradisi mencari jodoh di kali itu. Kondisi inilah yang kemudian membuat daerah Kalijodo secara perlahan mengalami banyak perubahan. Seperti apa perubahannya? Simak penuturan Ridwan Saidi di artikel selanjutnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jemaat Berdoa Sambil Menangis Tersedu-sedu di Gereja Kalijodo

Jemaat Berdoa Sambil Menangis Tersedu-sedu di Gereja Kalijodo

News | Minggu, 21 Februari 2016 | 11:32 WIB

Ibadah Terakhir di Gereja Kalijodo, Jemaat: Kami Sedih Sekali

Ibadah Terakhir di Gereja Kalijodo, Jemaat: Kami Sedih Sekali

News | Minggu, 21 Februari 2016 | 11:14 WIB

Sekolah Anak-anak Kalijodo Sudah Dijamin Pemerintah

Sekolah Anak-anak Kalijodo Sudah Dijamin Pemerintah

News | Minggu, 21 Februari 2016 | 11:01 WIB

Kafe Daeng Aziz di Kalijodo Dipasang Garis Polisi

Kafe Daeng Aziz di Kalijodo Dipasang Garis Polisi

News | Minggu, 21 Februari 2016 | 11:01 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×