Sekolah Anak-anak Kalijodo Sudah Dijamin Pemerintah

Minggu, 21 Februari 2016 | 11:01 WIB
Sekolah Anak-anak Kalijodo Sudah Dijamin Pemerintah
Sisa-sisa barang yang terdapat di kamar-kamar yang telah ditinggalkan penghuninya, di kawasan lokalisasi Kalijodo, Jakarta, Sabtu (20/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat ‎memastikan pemerintah tidak akan menelantarkan anak-anak sekolah setelah Kalijodo ditutup dan direlokasi ke rumah susun.

"Mereka akan direlokasi ke rusun,‎ kemudian kami akan fasilitasi bantu pendidikan anak-anak warga Kalijodo. Kalau mereka tetep sekolah ‎yang lama, kami sediakan bus sekolah untuk mengantar mereka," kata Djarot saat ditemui di sela-sela acara peringatan Hari Sampah Nasional di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta‎, Minggu (21/2/2016).

Rusun yang disediakan buat mantan warga Kalijodo yang memiliki KTP Jakarta, antara lain di Pulo Gebang, Jakarta Timur. Bus-bus sekolah yang disediakan pemerintah, nanti tidak akan memungut biaya kepada para siswa.

Djarot mengatakan sejak proses relokasi, pemerintah akan membantu warga. Misalnya, dengan menyediakan bus dan truk untuk membawa warga dan barang mereka ke rusun.

"Kami akan betul-betul memberikan pelayanan kepada mereka untuk pindah, kami akan segera fungsikan kawasan itu untuk ruang terbuka hijau," ujar dia.

‎Sedangkan para pekerja seks komersial yang selama ini mencari penghidupan di Kalijodo juga tidak akan ditelantarkan. Pemerintah menawarkan kepada mereka pelatihan kerja agar beralih profesi.

Tapi, kalau para PSK menolak dan memilih pulang ke kampung halaman, pemerintah akan memfasilitasi dengan memberikan ongkos transportasi.

"Untuk pekerja malam akan kami latih, kalau mereka mau beralih profesi kami fasilitasi, pelatihan disiapkan termasuk penempatan. Kami sudah kerjasama dengan Kemensos, kalau mereka mau pulang kampung bilang ke kami, akan difasilitasi, kami beri ongkos," kata dia.

Djarot mengatakan kawasan Kalijodo akan dikembalikan fungsinya menjadi ruang terbuka hijau. Proses penertiban daerah ini, katanya, telah melewati prosedur, mulai dari sosialisasi, penawaran ganti rugi, dan sekarang penerbitan surat perintah pertama untuk pengosongan lahan. Kalau tetap menolak, akan diberi SP 2, bila menolak lagi, dilayangkan SP 3. Dan terakhir, bongkar paksa.

"Kami berharap bagi warga yang memiliki KTP DKI segera melapor untuk mendapatkan rusun, paling lambat tanggal 28 bulan ini," kata Djarot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI