alexametrics

Ke Cirebon, Tak Lengkap Jika Tak Mampir ke Trusmi

Esti Utami
Ke Cirebon, Tak Lengkap Jika Tak Mampir ke Trusmi
Para perajin batik tradisional Trusmi, Cirebon. (Antara)

Anda bisa belanja batik dengan harga miring, sembari mencicipi kuliner khas kota udang ini.

Suara.com - Liburan panjang akhir pekan dimanfaatkan warga Jakarta untuk jalan-jalan ke kota sekitar. Ini membuat wisata belanja yang berada di Trusmi Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dipadati pengunjung untuk berwisata belanja batik khas Cirebon yaitu batik trusmi.

"Kalau libur panjang seperti ini pengunjung pusat grosir batik trusmi melonjak lebih dari 2000 orang sehari," kata General Manajer Batik Trusmi Gugun Gumilar di Cirebon, Sabtu (26/3/2016).

Menurutnya, akses yang semakin mudah untuk dapat ke Cirebon karena adanya jalan tol menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya kunjungan ke Trusmi. Belum lagi paket wisata kereta yang ditawarkan PT Kereta Api Indonesia.

Gugun mengatakan, dari data kunjungan yang ia miliki per bulannya sentra batik itu bisa dikunjungi oleh 60.000 orang.

"Kalau pada hari biasa ada sekitar 500 pengunjung, akan tetapi kalau hari libur panjang bisa naik tiga sampai empat kali lipatnya," ujarnya.

Untuk memanjakan dan memudahkan pengunjung, di kawasan itu juga tersedia restoran yang menyajikan berbagai makanan tradisional Cirebon seperti empal gentong, nasi jamblang, tahu gejrot. Uniknya semua itu bisa dinikmati di satu tempat yang modern tanpa menanggalkan identitas lokal.

Sedangkan untuk menu modernnya ada beberapa masakan khas Bali seperti bebek goreng bali dan masih banyak yang lain.

"Kami juga membuka Batik Kitchen yaitu kuliner modern dan tradisional untuk memanjakan para pengunjung," tambahnya. (Antara)