Kehadiran Hotel Mayat di Jepang Mulai Mendatangkan Reaksi

Dythia Novianty

Sabtu, 30 April 2016 | 17:32 WIB
Kehadiran Hotel Mayat di Jepang Mulai Mendatangkan Reaksi
Hotel mayat Sousou di Jepang. (Reuters)

Suara.com - Di sebuah jalan area perumahan yang tenang di kota Kawasaki, Jepang ,terselip sebuah workshop yang tengah diperbaharui. Secara eksterior dibalut warna perak polos dan jendela hitam, sehingga menampilkan kesan menyeramkan.

Tempat ini berjuluk Sousou, sebagai hotel mayat Jepang terbaru. Bangunan tersebut terdiri dari beberapa kamar mayat yang disamarkan, kerap digunakan untuk menyimpan beberapa tumpuk mayat yang siap untuk dibawa ke tempat krematorium untuk dikremasi.

Kehadiran Sousou yang tersembunyi mendapat keluhan dari warga Kawasaki. Mereka menyatakan, tidak dapat hidup berdampingan dengan tempat penyimpanan mayat. Para warga menunjukkan protesnya dengan memasang papan dan spanduk sebagai bentuk ekspresi kemarahannya di depan hotel mayat tersebut.

Yoko Masuzawa (50) tinggal di belakang Sousou, salah satu yang menuntut untuk menempatkan ventilasi udara di atas permukaan tanah. Sayang, permintaan itu diabaikan.

"Tempat itu dibangun begitu dekat, kurang dari satu meter dari tempat tinggal," katanya.

 Meskipun mendapat pertentangan dari warga sekitar, rasa terima kasih justru datang dari para pelanggan Sousou. Mereka berterima kasih karena ada tempat untuk menyimpan almarhum keluarga mereka.

"Saya pikir itu bagus bahwa keluarga dan kenalan bisa datang dan mengunjungi sebelum diberangkatkan ke krematorium," kata Hirokazu Hosaka (69), yang jasad ibunya terbaring di peti mati yang telah didekorasi Sousou.

Melihat respon positif dari keluarga almarhum, pemilik usaha Sousou, Hisao Takegishi justru berencana membawa hotel mayat ke kota-kota lainnya.

"Krematorium perlu dibangun tapi tidak ada ruang untuk melakukannya dan area pemakaman pun yanng terbatas," ujar Takegishi, yang sudah menjalankan usaha ini sejak tahun 2014, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (30/4/2016).

Untuk biayanya, keluarga yang ingin jasad keluarganya diinapkan di Sousou, dikenakan biaya 9.000 yen atau kisaran Rp1 jutaan per hari. Jasad tersebut bisa diinapkan hingga empat hari, sambil menunggu krematorium ditemukan.

 Sousou memiliki 10 kamar. Tidak seperti kamar mayat pada umumnya, Sousou tidak menyimpan mayat pada kulkas mayat. Hotel mayat ini justru mengandalkan AC sebagai penggantinya.

Usia orang Jepang yang sekarat kerap lebih cepat meninggal. Sekitar lebih dari 20.000 orang sekarat per tahun akan berakhir dengan kematian. Pemerintah memperkirakan pada tahun 2040 angka kematian mencapai sekitar 1,7 juta per tahun. Pada saat itu, pemerintah Jepang akan melakukan pembatasan masuknya imigran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Harga Minyak Dunia Turun Tipis, WTI Masih di Atas 97 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Dunia Turun Tipis, WTI Masih di Atas 97 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Keistimewaan Weton Jumat Legi: Neptu 11, Watak, dan Limpahan Rezeki Menurut Primbon Jawa

Keistimewaan Weton Jumat Legi: Neptu 11, Watak, dan Limpahan Rezeki Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Nusron Wahid Kembali Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Langkah Lanjutan

Nusron Wahid Kembali Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Langkah Lanjutan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya

Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Anti Ribet Saat ke Luar Negeri, eSIM Telkomsel Bisa Buat Hotspot hingga MiFi

Anti Ribet Saat ke Luar Negeri, eSIM Telkomsel Bisa Buat Hotspot hingga MiFi

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Diperkirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Diperkirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat

Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Minta Maaf Kepada Masyarakat Usai Diperiksa 14 Jam oleh KPK

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Minta Maaf Kepada Masyarakat Usai Diperiksa 14 Jam oleh KPK

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:24 WIB

5 Rekomendasi Bedak Murah yang Bikin Makeup Menempel, Lengkap Cara Pakai agar Tahan Lama

5 Rekomendasi Bedak Murah yang Bikin Makeup Menempel, Lengkap Cara Pakai agar Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Hercules Diduga Terima Uang dari Summarecon untuk Pengelolaan Lahan, KPK Sita Rp 800 Juta

Hercules Diduga Terima Uang dari Summarecon untuk Pengelolaan Lahan, KPK Sita Rp 800 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:20 WIB

×