Mengulik Sejarah Panjang Pempek

Esti Utami

Senin, 20 Juni 2016 | 16:51 WIB
Mengulik Sejarah Panjang Pempek
Ilustrasi pempek Palembang. (shutterstock)

Suara.com - Jalan-jalan ke kota Palembang, Sumatera Selatan tak lengkap rasanya jika tak mencicipi makanan khasnya yakni empek-empek atau dikenal juga dengan sebutan pempek.

Beragam jenis pempek pun dijajakan pedagang, mulai dari pempek keriting, adaan, kulit, lenjer, pistel, telok, dos dengan harga Rp1.000 per buah, dan lenggang dan kapal selam dengan harga Rp 6.000 per buah.

Dan, menyantap pempek di tanah asalnya memiliki kekhasan tersendiri karena makanan berbahan ikan ini selalu disajikan dengan cuka atau lazim disebut 'cuko'. Warga Palembang sering mengatakan dengan istilah 'ngirop cuko'.

Cuko atau cuka terbuat dari air gula merah yang didihkan kemudian diberikan bumbu campuran bawang putih, garam, air asam, dan cabai hijau dengan komposisi yang sesuai. Ada yang unik terkait cuko ini, karena gula merahnya mesti berasal dari Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan jika ingin mendapatkan rasa kelas wahid.

Seorang pedagang, Dedy mengatakan kondisi ini juga yang menyebabkan bisnis online pempek cukup berjaya karena penikmat pempek mengetahui bahwa cuko yang enak harus asli buatan warga Palembang.

"Pempek, mungkin bisa dibuat di daerah lain karena banyak juga daerah yang memiliki sungai tapi untuk 'cuko'-nya ini yang sulit. Jika pakai gula merah selain dari Lubuklinggau maka akan terasa beda," kata Dedy, pelaku usaha yang kini banyak menerima pesanan dari Aceh hingga Lombok ini.

Bahan lainnya adalah daging ikan gabus. Namun karena ikan gabus makin sulit didapatkan maka sebagian warga menggunakan ikan jenis lain seperti ikan rucah, otik, parang-parang, tenggiri, dan kakap.

"Jadi saya siasati dengan menggunakan ikan kakap. Untuk rasa, sama enaknya karena tergantung dari koki yang membuat," ujar Dedy.

Pempek diperkirakan mulai ada sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu sekitar abad ke-16 yakni saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam.

Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina sedangkan "koh", yaitu sebutan untuk lelaki muda keturunan Tionghoa.

Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi dan belum dimanfaatkan secara optimal. Baru sebatas digoreng dan dipindang saja.

Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain dengan mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka. Makanan ini kemudian dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota, sehingga warga memanggil penjualnya dengan sebutan "pek-apek".

Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut, mengingat singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16, dan selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Prancis dan Jerman pada abad 18.

Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti bakso ikan, kekian ataupun ngohyang.

Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Pada perkembangan selanjutnya kemudian digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Bahkan jenis ikan laut seperti tenggiri, kakap merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah.

Satu adonan pempek, ada banyak makanan yang bisa dihasilkan sesuai dengan komposisi maupun proses pengolahan akhir dan pola penyajian, di antaranya, laksan, tekwan, model, celimpungan dan lenggang.

Laksan dan celimpungan disajikan dalam kuah yang mengandung santan, sedangkan model dan tekwan disajikan dalam kuah yang mengandung kuping gajah, kepala udang, bengkuang, serta ditaburi irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng maupun bumbu lainnya.

Varian baru juga mulai bermunculan seperti pempek keju, pempek bakso sapi, pempek sosis serta pempek lenggang keju yang dipanggang di wajan antilengket, serta pempek dengan bahan dasar terigu dan nasi sebagai pengganti ikan.

Pempek sendiri terbuat dari ikan yang dihaluskan dan sagu, serta beberapa komposisi lain, seperti telur, bawang putih halus dan garam.

Jenis pempek yang terkenal adalah "pempek kapal selam", yaitu telur ayam yang dibungkus dengan adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas.

Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama "ada'an"), pempek kulit ikan, pempek pistel (isinya irisan pepaya muda rebus yang sudah ditumis dan dibumbui), pempek telur kecil, dan pempek keriting. (Antara)








Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejarah Kelam Palembang Berdarah: Luka 1965 yang Tertinggal di Sungai Musi

Sejarah Kelam Palembang Berdarah: Luka 1965 yang Tertinggal di Sungai Musi

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:50 WIB

5 Bahan Makanan Tradisional yang Kini Mendunia, Ada Matcha hingga Ube!

5 Bahan Makanan Tradisional yang Kini Mendunia, Ada Matcha hingga Ube!

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Menggugah Selera! 7 Makanan Tradisional Korea di Drama The Haunted Palace

Menggugah Selera! 7 Makanan Tradisional Korea di Drama The Haunted Palace

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Dari Bibimbap hingga Jollof Rice, Ini 5 Makanan Tradisional yang Jadi Rahasia Nutrisi Atlet Elite

Dari Bibimbap hingga Jollof Rice, Ini 5 Makanan Tradisional yang Jadi Rahasia Nutrisi Atlet Elite

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Fenomena Pempek Tumpah di Bawah Jembatan Ampera: Sarapan Mewah Cuma Rp1.000!

Fenomena Pempek Tumpah di Bawah Jembatan Ampera: Sarapan Mewah Cuma Rp1.000!

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:29 WIB

Miswan Tek Mina, Rahasia Kuah Segar di Balik Syahdunya Jambi Seberang

Miswan Tek Mina, Rahasia Kuah Segar di Balik Syahdunya Jambi Seberang

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:35 WIB

Ayu Sulistiani Pakai Kostum Pempek Sepeda di Panggung Puteri Indonesia, Langsung Masuk Top 3

Ayu Sulistiani Pakai Kostum Pempek Sepeda di Panggung Puteri Indonesia, Langsung Masuk Top 3

Entertainment | Kamis, 23 April 2026 | 09:30 WIB

7 Varian Pempek Gurih Nagih, Pas Kamu Jadikan Takjil Buka Puasa

7 Varian Pempek Gurih Nagih, Pas Kamu Jadikan Takjil Buka Puasa

Your Say | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:19 WIB

Idap Jantung hingga Thalassemia, Pelawak Prapto Pempek Butuh Bantuan

Idap Jantung hingga Thalassemia, Pelawak Prapto Pempek Butuh Bantuan

Entertainment | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:11 WIB

Keistimewaan Kerupuk Ikan, Camilan Gurih yang Tak Boleh Dilewatkan

Keistimewaan Kerupuk Ikan, Camilan Gurih yang Tak Boleh Dilewatkan

Lifestyle | Selasa, 30 Desember 2025 | 10:22 WIB

Terkini

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:15 WIB

Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi

Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi

Surakarta | Selasa, 03 November 2026 | 08:11 WIB

1.128 Pelajar Pecahkan Rekor MURI Lewat Kompetisi Renang dalam Sehari

1.128 Pelajar Pecahkan Rekor MURI Lewat Kompetisi Renang dalam Sehari

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:58 WIB

Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota

Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:58 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran

Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 07:57 WIB

4 Zodiak Paling Impulsif, Sering Bertindak Tanpa Banyak Berpikir

4 Zodiak Paling Impulsif, Sering Bertindak Tanpa Banyak Berpikir

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:57 WIB

Analisis Teknikal IHSG 3 November: Kelar Oversold, Saham ASII hingga BBRI Layak Pantau

Analisis Teknikal IHSG 3 November: Kelar Oversold, Saham ASII hingga BBRI Layak Pantau

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:56 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Pertamina Group dan doctorSHARE Operasikan Rumah Sakit Kapal di Maluku

Jangkau Wilayah Terpencil, Pertamina Group dan doctorSHARE Operasikan Rumah Sakit Kapal di Maluku

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:53 WIB

×