Yihaa, Nikmatnya Kuliner Khas Peru di Pavela

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Jum'at, 24 Juni 2016 | 16:31 WIB
Yihaa, Nikmatnya Kuliner Khas Peru di Pavela
Restoran Pavela. (suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Bagi pencinta kuliner di Indonesia, kuliner khas Peru mungkin tak sepopuler makanan Jepang atau Barat. Padahal sebenarnya pola konsumsi orang Indonesia dan Peru memiliki kesamaan, karena kedua negara sama-sama berada di iklim tropis.

Sehingga, saat disajikan di Indonesia, masakan Peru yang berbahan beras, jagung, kentang dan kacang-kacangan rasanya tak asing dengan lidah orang Indonesia yang juga menjadikan berbagai bahan itu sebagai makanan pokok.

Hal inilah yang coba dihadirkan oleh Pavela, restoran yang menyajikan ragam makanan rumahan khas Peru.

"Masakan khas Peru belum pernah ada di Indonesia sebelumnya. Padahal makanan Peru dan Indonesia memiliki kemiripan. Sama-sama mengonsumsi nasi, ayam dan daging juga penggunaan rempah-rempah," ungkap Henry Sanjaya, pemilik Pavela.

Nuansa rustik kental terasa, saat mengunjungi restoran berkonsep bistro di Street Gallery Pondok Indah Mall 3 ini. Jendela kaca dengan frame logam bercat hitam terlihat sangat elegan. Dipadukan dengan ragam furnitur kayu, dan lantai semen yang dibiarkan tampil telanjang membuat suasana Pavela terasa hangat dan nyaman.

Interior restoran Pavela. (suara.com/Dinda Rachmawati)

Semangat penuh warna Peru hadir lewat sebuah lukisan grafiti Machu Pichu yang ada di salah satu sudut restoran ini.

Penasaran, saya pun memesan beberapa makanan yang tercantum di daftar menu. Nama-namanya memang relatif sulit dilafalkan dan terdengar asing. Namun jangan khawatir, karena pelayan di Pavela dengan sabar akan menjelaskan setiap menu yang Anda tanyakan. Jadi, tak perlu khawatir bakal salah pilih.

Menurut Henry, makanan Peru mencerminkan praktik lokal dengan bumbu-bumbu yang dipengaruhi oleh populasi suku Inca. Tak hanya itu, kita juga akan menemukan ragam masakan fusion yang dipengaruhi oleh negara lain, seperti Spanyol, Italia, Cina, Jepang hingga Afrika Barat.

Setelah mendengar beberapa penjelasan mengenai makanan Peru, saya pun memesan hidangan pembuka bernama Yucca tritas dan Causa de cangrejo. Sebenarnya, Yucca fritas adalah menu sederhana berupa singkong goreng yang disajikan dengan saus khas Ajiverde. Yakni saus khas Peru yang berwarna hijau, dengan rasa pedas dan segar.

Saat digigit, singkong ini begitu renyah dan lembut, berbeda dari tekstur singkong goreng pada umumnya. Terasa lumer di lidah, gurihnya terasa saat dipadukan dengan rasa saus Ajiverde yang segar. Hhhm, sungguh nikmat.

Sedangkan Causa de Cangrejo, semacam cake kentang yang disajikan dengan campuran sayuran, ikan, ketam jagung manis bersaus mayonaise khas Peru, dan dilumuri saus Rocoto.

Tampilannya sangat cantik. Rasanya juga begitu gurih dan segar. Sayuran segar yang ditambahkan membuat hidangan ini terasa semakin unik.

Puas dengan hidangan pembuka, saya pun beralih pada menu utama Pollo saltado. Hidangan yang menyajikan nasi berbumbu mentega dengan aroma ketumbar ini sangat menggoda selera. Apalagi dengan suiran ayam fillet, menu ini dilengkapi dengan singkong goreng, tomat, serta bawang merah yang bercampur dengan saus Saltado yang lezat.

Adapula Nikkei chicken, salah satu yang juga menjadi menu andalan di Pavela. Seperti namanya, hidangan ini hasil pengaruh dari Negeri Sakura Jepang, berupa ayam potong fillet yang dilumuri dengan saus Nikkei, lalu digoreng. Disajikan dengan saus tartar dan potongan daun parsley, menu ini sangat nikmat disantap dengan nasi berbumbu mentega yang beraroma ketumbar.

"Masakan Peru itu memberikan sensasi yang meledak di lidah. Kalau manis, seperti manisnya meledak, begitupun pedas dan segar. Untuk menjaga keontentikan masakan Peru, chili basednya, didatangkan langsung dari Peru, yakni Aji Panca dan Aji Amarillo. Pedasnya lebih harum, susah dicari Indonesia," ungkapnya.

Meski begitu, ini tidak membuat harga makanan di Pavela menjadi mahal loh! Bahkan terbilang sangat terjangkau. Karena semua ini bisa Anda nikmati, cukup dengan merogoh kocek Rp45 ribu sampai Rp95 ribu saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kini Robaa Tak Hanya Menghidangkan Yakitori

Kini Robaa Tak Hanya Menghidangkan Yakitori

Lifestyle | Kamis, 16 Juni 2016 | 14:15 WIB

Terkini

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kodam Benarkan Prajurit TNI dari Kodim Langkat Ditangkap Terkait 47 Kg Sabu di Pekanbaru

Kodam Benarkan Prajurit TNI dari Kodim Langkat Ditangkap Terkait 47 Kg Sabu di Pekanbaru

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Pakar Hukum Soroti Fenomena Trial by Press dalam Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

Pakar Hukum Soroti Fenomena Trial by Press dalam Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla

Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:18 WIB

×