Pokemon Go Jadi Bahan Puisi Taufik Ismail

Yazir Farouk

Minggu, 24 Juli 2016 | 03:50 WIB
Pokemon Go Jadi Bahan Puisi Taufik Ismail
Logo aplikasi Pokemon GO yang akan diluncurkan pada 2016 (Screenshot YouTube/The Official Pokemon Channel).

Suara.com - Demam game Pokemon Go juga menyasar kepada sastrawan Indonesia sekelas Taufik Ismail. Dia menjadikan game ini sebagai bahan puisinya yang dibacakannya dalam acara Gerakan Kebaikan Keluarga Indonesia, di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2016).

Isi puisi tersebut berkisah tentang seorang anak yang mengenal Taufik lalu menanyakan kepadanya apakah manusia itu hidup mengejar waktu atau waktu yang mengejar manusia. Pertanyaan tersebut menggugah maestro penyair tersebut hingga mengabadikannya dalam sebuah karya sastra.

Pada pertemuan kedua kalinya ketika sang anak tumbuh dewasa, percakapan antara Taufik dan pemuda itupun kembali terjadi. Hingga sebuah pertanyaan muncul tentang apa perbedaan antara kehidupan zaman dulu dengan zaman sekarang.

Melalui puisinya Taufik menjawab dengan makna yang mengandung unsur kritik sosial.

"Di zaman dulu ketika belum ada korupsi, belum ada kekerasan terhadap perempuan, belum ada potongan 10 persen, belum ada tawuran, belum ada dana fiktif, belum ada beramai-ramai menghabiskan anggaran akhir tahun, belum ada potongan 20 persen, belum ada yang namanya tawuran, belum ada yang namanya Pokemon Go," kata Taufik.

Zaman dahulu, lanjut Taufik yang ada hanya keikhlasan dan kesederhanaan, Model-model Indonesia dahulu digerakkan kebaikan, keikhlasan yang dapat membawa kebahagiaan.

"Kita dulu hidup dalam kebikhlasan dan kesederhanaan," katanya.

Ketika ditanya alasan memasukan Pokemon dalam bait puisinya, Taufik beralasan bahwa Pokemon Go adalah fenomena yang terjadi di masa sekarang.

"Puisi saya ini membandingkan masa dulu dan masa sekarang. Dulu itu seperti apa, dan Pokemon Go ini adalah produk masa sekarang," katanya.

Demam Pokemon Go melanda Indonesia, meskipun permainan ini belum resmi diluncurkan tapi sudah banyak yang sibuk dengan telepon pintarnya. Game berbasis augmented reality menjadi menarik karena pemainnya dapat terpacu untuk menangkap tokoh Poket Monsters (Pokemon) yang lokasinya disesuaikan dengan dunia nyata.

Banyak pemberitaan yang menyebutkan ketika pemainnya terpaku dengan gawainya, kesadaran akan sekeliling seakan hilang. Hal ini mengandung resiko entah bertabrakan, menerobos properti orang lain, bahkan melanggar wilayah yang dinilai sebagai tempat suci, sakral dan juga tempat yang pusat keamanan tinggi.

Taufik membacakan tiga puisi yang berkisah tentang Keluarga Indonesia. Puisi pertama tentang bagaimana seorang anak menghormati ibunya, yang telah melahirkannya dan membersarkannya. Bagaimana sehendaknya seorang anak memuliakan orang tuanya di hari ulang tahunnya.

Menurut Taufik, Gerakan Kebaikan Keluarga Indonesia yang diusung GiGa harus didukung. Kegiatan tersebut merupakan gerakan hebat dalam mengembalikan keluarga Indonesia menjadi keluarga yang penuh kebaikan dan kesederhanaan.

"GiGa melakukan kegiatan yang hebat, kita harus dukung. Untuk bisa kembali hidup dalam kebaikan dan kesederhanaan, kuncinya tetaatan kepada Agama," katanya.

Berikut puisi pertama yang dibacakan Taufik Ismail dalam Gerakan Kebaikan Keluarga Indonesia.

Berilah Kado Bagi Ibunda Di hari ulang tahu kita jangan minta kado pada ibu kita, Ingat derita ibu mengandung, melahirkan kita.

Ingat susahnya ibu membesarkan, mendidik kita.

Sembilan bulan ibu mengandung kita, beban berat ditanggungkannya.

Ketika bayi lahir ibu berdarah-darah, ketika bayi lahir ibu menyambung nyawa antara hidup dan mati Ibu menderita...

Di hari ulang tahun kita, tidak pantas minta kado pada ibu kita Di hari ulang tahun kita, berilah kado pada ibunda.

Di hari ulang tahun kita, tidak pantas minta kado pada ibu kita.

Di hari ulang tahun kita, berilah kado pada ibunda. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Main Pokemon Go di Korsel Butuh 'Perjuangan'

Main Pokemon Go di Korsel Butuh 'Perjuangan'

Tekno | Sabtu, 23 Juli 2016 | 20:34 WIB

Pemerintah Keluarkan Larangan Bermain Pokemon Go di Tol

Pemerintah Keluarkan Larangan Bermain Pokemon Go di Tol

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 19:25 WIB

Reporter Ketahuan Main Pokemon saat Jumpa Pers Pejabat AS

Reporter Ketahuan Main Pokemon saat Jumpa Pers Pejabat AS

News | Sabtu, 23 Juli 2016 | 06:32 WIB

Seseorang Klaim Berhasil Tangkap 'Semua' Karakter Pokemon

Seseorang Klaim Berhasil Tangkap 'Semua' Karakter Pokemon

Tekno | Jum'at, 22 Juli 2016 | 20:49 WIB

Chika Jessica: Cari Pokemon sampai ke Luar Negeri, Gila Aja

Chika Jessica: Cari Pokemon sampai ke Luar Negeri, Gila Aja

Entertainment | Jum'at, 22 Juli 2016 | 19:35 WIB

Lima Pokemon yang Masih Misterius di Pokemon Go

Lima Pokemon yang Masih Misterius di Pokemon Go

Tekno | Jum'at, 22 Juli 2016 | 19:25 WIB

Terkini

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

×