Kemenpar Maksimalkan SDM

Madinah

Minggu, 24 Juli 2016 | 18:31 WIB
Kemenpar Maksimalkan SDM
Ilustrasi pekerja, buruh. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  kini tengah memaksimalkan Sumber daya manusia (SDM). SDM merupakan kunci dari semua persoalan mendasar dalam pariwisata.

Melalui Chief Executive Officer (CEO) Message ke-5, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menekankan, pilihlah orang dulu, baru menugaskan pekerjaan. Istilahnya menentukan “who” dulu, baru menjelaskan “what.”

“First Who, then What! Pilih orangnya dulu, kemudian katakan keinginanmu. Ini ada dalam buku Jim Collins berjudul Good to Great. Ada dua proses besar untuk menggulirkan perubahan dalam organisasi yang hebat, istilahnya 'Good to Great'. Proses pertama adalah 'build up', yang terdiri dari Level 5 Leadership (level kepempimpinan), First Who then What (siapa kemudian apa), dan Confront the Brutal Facts (konfrontasikan pada fakta-fakta paling tak diinginkan). Proses kedua adalah 'breakthrough', yang terdiri dari Hedgehog Concept (konsep babi hutan), Culture of Discipline (disiplin budaya), dan Technology Accelerators (akselerasi teknologi),” jelas Arief, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, banyak pemimpin yang lebih memilih pendekatan First What then Who.

“Mereka seringkali terjebak dengan menetapkan visi, misi, dan strategi, baru kemudian memilih orang-orangnya,” katanya.

Karena itulah, soal SDM pariwisata, menpar konsisten menggelar pelatihan dasar SDM kepariwisataan di berbagai destinasi wisata, dimana yang terakhir dilakukan di Candi Dasa Karangasem, Bali, 22-23 Juli 2016.

”Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan-pelatihan sebelumnya, yang dimaksudkanuntuk memberikan pengetahuan kepariwisataan ke berbagai kalangan, agar terjadi pemahaman yang sama dan komprehensif mengenai pariwisata,” ujar Deputi Bidang Kelembagaan Kemenpar, Ahman Sya.

Dalam pelatihan tersebut hadir seluruh peserta dari kalangan pemandu wisata selam, tokoh masyarakat, perangkat desa, industri pariwisata, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mereka akan bersentuhan langsung dengan wisatawan, baik mancanegara maupun Nusantara.

“Mereka harus menjadi duta-duta bangsa yang baik, bisa membawakan diri dengan santun. Total ada 150 orang,” kata laki-laki asal Ciamis itu.

Ahman menambahkan, pelatihan itu memiliki banyak manfaat dan nilai positif bagi masyarakat, terutama pelaku pariwisata. Mereka semakin paham standar pelayanan bagi wisman, baik dari sisi komunikasi, kebiasaan hidup, dan hal-hal yang tak boleh disentuh.

”Tentu, akhir dari pelatihan ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan pariwisata yang dikembangkan,” ujarnya.

Dalam materi pelatihan terakhir, imbuh Ahman, wilayah Bali, dalam hal ini Karang Asem diunggulkan dalam hal destinasi budaya dan religius.  Kendati Bali bisa dikatakan mapan dalam hal pariwisata, namun tetap dibutuhkan komitmen untuk mempertahankan di puncak kejayaan saat ini.

“Mempertahankan jauh lebih sulit dari meraihnya,” katanya lagi.

Pelatihan sejenis ini sudah digelar kali ke-50 di beberapa provinsi, sedangkan teknis pelatihan untuk menjaga kompetensi pemandu wisata sebanyak 10 kali di berbagai provinsi.

Tugas Kemenpar amat besar. Selain promosi, menggali originasi, mengembangkan destinasi, memperkuat industri, SDM juga merupakan pekerjaan rumah yang tidak bisa dibilang ringan.

Kemenpar kini memayungi Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung dan Bali, serta memiliki Akademi Pariwisata (Akpar) Medan dan Makassar. Kemenpar akan membangun lagi Politeknik Pariwisata di Palembang dan Lombok.

”Jelas, tujuannya untuk memperkuat dan memperbanyak tenaga kerja di sektor pariwisata," katanya.

Pada Oktober 2015, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Kementerian tenaga Kerja (Kemenaker) untuk menggenjot 3.040 SDM pariwisata. Saat ini, sebanyak 35.000 SDM sedang dinaikkan level kualitasnya, agar mampu menyambut wisatawan dalam menghadapi perkembangan global pariwisata dunia.

“Saat ini ada 35.000 SDM dari berbagai profesi sedang melaksanakan uji kompetensi dari berbagai profesi di seluruh Indonesia. Kawasan tiga great akan kami maksimalkan, yaitu Great Batam, Great Jakarta dan Great Bali," katanya. 

 

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpar: Pilih Orang Tepat dalam Organisasi

Menpar: Pilih Orang Tepat dalam Organisasi

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 14:00 WIB

Indonesia Kerja Sama Wisata dengan Selandia Baru

Indonesia Kerja Sama Wisata dengan Selandia Baru

Lifestyle | Kamis, 21 Juli 2016 | 16:31 WIB

Kemenpar-Kemenkumham Saling Koneksi Data Wisman

Kemenpar-Kemenkumham Saling Koneksi Data Wisman

Lifestyle | Kamis, 21 Juli 2016 | 15:31 WIB

Borneo Extravaganza Siap Hebohkan Batam

Borneo Extravaganza Siap Hebohkan Batam

Lifestyle | Kamis, 21 Juli 2016 | 13:22 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×