Pasar Malam Sentiling di Semarang Sukses Digelar

Yazir Farouk

Selasa, 20 September 2016 | 18:03 WIB
Pasar Malam Sentiling di Semarang Sukses Digelar
Pasar malam sentiling [kemenpar]

Suara.com - Semarang, Jawa Tengah kaya heritage peninggalan Belanda, baik berupa arsitektur, maupun kisah budaya yang masih menempel di ingatan publik. Salah satu kisah itu, Tentoonstelling, yang dikemas dengan Festival Kota Lama dan Pasar Malam Sentiling 2016 di Kolam Retensi "Polder" Tawang pada 16-18 September 2016.

"Acaranya keren. Ada penampilan musik barat dan musik Nusantara. Ada jenis klasik, jaz, dan, rock. Penyanyi Tri Utami juga tampil, lalu pada hari ke-2 panggung diisi oleh Symphony Kota Lama," kata Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural, Hari Untoro Drajad, di Semarang, beberapa waktu lalu.

Acaranya sendiri tergolong sukses. Menurut Hari, antusiasime warga Semarang cukup tinggi menyaksikan pertunjukan demi pertunjukan. Apalagi menyaksikan Pasar Malam Sentiling 2016, yang penyelenggaraannya baru mulai 2014.

Menpar, Arief Yahya, mengapresiasi kegiatan untuk menghidupkan Kota Lama ini. Sebelumnya, festival tahunan ini diberi nama Festival Kota Lama. Saat itu, tema Festival Kota Lama 2014 adalah Merayakan Semarang, yang sekaligus untuk memperingati sebuah perhelatan akbar di era kolonial Belanda bernama Tentoonstelling.

Tentoonstelling merupakan pameran terbesar pada 1914, yang diikuti oleh beberapa negara seperti Cina, Australia, dan lain-lain. Dalam acara ini juga ada pertandingan sepak bola internasional yang pertama, sehingga pameran ini menjadi bagian penting dari sejarah persepakbolaan Indonesia.

Tak dapat dipungkiri, Tentoonstelling telah menjadikan Semarang mendunia. Menyadari hal itu, maka diadakanlah kegiatan serupa untuk kembali mengenang acara tersebut.
Namun kata "tentoonstelling", oleh masyarakat Jawa diplesetkan menjadi "sentiling", karena pengucapannya dianggap lebih mudah.

"Penyebutan tentoonstelling oleh penduduk Semarang menjadi sentiling. Kegiatan ini akan menjadi edukasi yang baik terhadap sejarah masa lalu. Pasar malam ini merupakan event tahunan yang sudah menginjak tahun ke-5," kata Hari.

Pasar Malam Dibagi 3 Tema Besar

Tema besar Pasar Malam Sentiling kali ini adalah "Kuno, Kini, Nanti". Ini menunjukkan situasi dimasa lampau, sekarang, dan dimasa yang akan datang, yang memiliki keterkaitan satu sama lain.

Kawasan Kota Lama, nantinya akan dibagi sesuai dengan tema acara. Di area Kuno, akan dihadirkan berbagai kuliner tempo doeloe, berpakaian tempo doeloe, area foto yang sejalan dengan tema tempo doeloe, lagu-lagu tempo doeloe (sebelum 1960), dan Pasar Klithikan.

Di area Kini, yang berada di wilayah sekitar Kolam Retensi Tawang akan ada panggung apung (floating stage). Bentuknya mirip dengan yang ada di Pesona Danau Toba 2016, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Panggung tersebut akan menjadi tempat pertunjukkan artis-artis Indonesia yang akan mengkolaborasikan musik klasik, jaz, dan lain sebagainya, dengan musik Nusantara masa kini.

Area Nanti akan diisi dengan pameran foto, gambar, dan hasil research vision branding Kota Lama, yang bekerja sama dengan "The Missing Link" dari Belanda.

Satu yang tak kalah menarik adalah pameran foto tentang kehidupan di Kota Lama oleh fotografer asal Belanda, Isabelle Boon, yang dipamerkan di Tekodeko Koffiehuis. Festival tahun ini memiliki 3 gerbang utama, yaitu di Taman Srigunting dan dua gerbang di Jalan Merak.

Tahun ini disediakan 2 kantong parkir VIP, yaitu di Jalan Suari dan Jalan Letjen Suprapto.

"Pada masanya, pasar malam ini merupakan world expo. Untuk meningkatkan kunjungan wisnus dan wisman di kota lama Semarang, akan ditampilkan juga fashion show, pameran warisan budaya yang terkait dengan pengembangan kota dengan Arsitek Karsten, dan lainnya," ujar Hari.

Menurutnya, fotografer Belanda, Isabelle Boon, menggelar pameran foto "Heritage in Transition" di Tekodeko Koffiehuis Kota Lama, sebuah proyek foto yang sering menggunakan peninggalan kolonial Belanda di Kota Lama Semarang dan Kota Tua Jakarta.

Pameran ini menggambarkan penjelajahan sosial yang mengungkap hubungan penghuni setempat dengan bangunan-bangunan historis, termasuk memperlihatkan kehidupan masyarakat masa lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Destinasi Halal Jadi "Core Business" Aceh

Destinasi Halal Jadi "Core Business" Aceh

Lifestyle | Selasa, 20 September 2016 | 13:56 WIB

Wayang Ajen Buka Festival Pasar Terapung Kalsel

Wayang Ajen Buka Festival Pasar Terapung Kalsel

Lifestyle | Senin, 19 September 2016 | 16:03 WIB

Warga Singapura-Malaysia Takjub Lihat Sunset Jimbaran

Warga Singapura-Malaysia Takjub Lihat Sunset Jimbaran

Lifestyle | Senin, 19 September 2016 | 13:22 WIB

NTT Juara Umum "Pesona Indonesia 2016"

NTT Juara Umum "Pesona Indonesia 2016"

Lifestyle | Minggu, 18 September 2016 | 17:01 WIB

Gaet Turis Vietnam, "Wonderful Indonesia" Gebrak Ho Chi Minh

Gaet Turis Vietnam, "Wonderful Indonesia" Gebrak Ho Chi Minh

Lifestyle | Jum'at, 16 September 2016 | 16:03 WIB

Terkini

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

×