Sepuluh Ritual Adat Siap Ramaikan Festival Palu

Ririn Indriani

Kamis, 22 September 2016 | 12:42 WIB
Sepuluh Ritual Adat Siap Ramaikan Festival Palu
Menteri Pariwisata Arief Yahya meluncurkan Festival Pesona Palu Nomoni 2016 di Balairung Soesilo Soedirman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Senin (20/6/2016). (Foto: Dok. Kemenpar)

Suara.com - "Festival Pesona Palu Nomoni" di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) tinggal menghitung hari. Pada 24-26 September 2016, perhelatan yang didukung Kementerian Pariwisata ini akan dimulai.

”Kami sudah mendapatkan kabar dari panitia bahwa akan menyediakan sembilan panggung pertunjukkan dan lima arena ritual di sepanjang 7,2 kilometer (km) Teluk Palu. Kami yakin sensasinya akan luar biasa dan sangat menghibur,” ujar Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Raseno Arya, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan pembangunan panggung tersebut sudah berlangsung sejak dua hari terakhir, yang diawali dengan pembangunan panggung utama seluas 22 x 12 meter (m). Panggung yang dibangun di utara Teluk Palu, tepatnya dekat lokasi penggaraman ini akan menjadi pusat kegiatan pembukaan dan penutupan acara.

”Penjelasan panitia kepada kami, lokasi tersebut dipilih karena luas dan strategis, sehingga pengujung bisa melihat empat lokasi keindahan Kota Palu, yakni teluk, lembah, sungai, gunung dan lokasi penggaraman,” katanya.

Lokasi penggaraman tersebut dinilai unik, karena berada di tengah kota dan hingga kini masih lestari, karena diwariskan secara turun temurun oleh pemiliknya. Panggung utama ini diperkirakan bisa menampung 2.000-2.500 pengunjung sekaligus.

Dari sembilan panggung yang akan dibangun, delapan di antaranya, lanjut Raseno, akan digunakan sebagai lokasi pertunjukan seni budaya Nusantara. Selain itu, sejumlah perwakilan budaya dari berbagai etnis seperti Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi Selatan sudah siap mengisi panggung-panggung tersebut.

Sementara itu Wali Kota Palu, Hidayat, mengatakan, panggung Nusantara tersebut didekorasi sesuai dengan budaya atau adat daerah yang ingin menampilkan budayanya. Selain sembilan panggung, panitia juga menyiapkan lima arena pertunjukan ritual adat Balia, salah satu ritual masyarakat Suku Kaili, yang mendiami lembah Palu.

Ritual Balia, yang dilakukan dengan menginjak-injak bara api diyakini masyarakat setempat dapat menyembuhkan orang sakit dengan kekuatan magis.

"Kami ingin ritual ini jadi seni pertunjukan, karena sudah hampir punah. Melalui pertunjukan itu, generasi sekarang masih bisa menyaksikan tradisi ini," kata Hidayat, yang berharap Menteri Pariwisata Arief Yahya bisa hadir di Palu.

Sudaryano Lamangkona, salah seorang panitia Festival Palu Nomoni mengatakan ada sepuluh ritual adat Balia. Ritual ini, kata dia, merupakan kekayaan budaya nasional di Tanah Kaili.

Ritual tersebut terdiri atas Pompoura (Tala Bala`a) dari Kelurahan Balaroa dan Adat Enje Da`a dari Kelurahan Donggala Kodi, yang akan digelar di depan rumah makan Taman Ria, Teluk Palu. Kemudian ada juga Ritual Tampilangi Ulujadi dari Kelurahan Kabonena dan Pompoura Vunja dari Kelurahan Petobo, yang dilaksanakan di Taman Datokarama.

Ritual Manuru Viata dari Kelurahan Tipo dan Ritual Adat Jinja dari Kelurahan Lasoani dilaksanakan di ujung Jembatan 4 Ponulele. Balia Topoledo dari Kelurahan Taipa dan Vunja Ntana dari Kelurahan Tanamodindi dilaksanakan di Tugu Gerhana Matahari Teluk Palu.

Ritual Tampilangi Api dari Kelurahan Kayumalue Pajeko dan Nora Binangga dari Kelurahan Kavatuna dilaksanakan di pusat rekreasi masyarakat.

Festival Diprediksi Akan Hasilkan Rp 248,4 M
Sebelumnya, Hidayat mengatakan, Festival Palu Nomoni (Kota Palu Bergaung), yang sebelumnya bernama Festival Teluk Palu ini merupakan ajang promosi Kota Palu sebagai destinasi unggulan di Sulteng. Festival ini sekaligus bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Kegiatan akan mengangkat ritual adat dan budaya, dan uniknya, kendaraan yang boleh digunakan di sepanjang 7,2 km Teluk Palu selama festival hanya dokar dan sepeda," katanya.

Kota di bawah kepemimpinan Hidayat dan Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu periode 2016-2021 ini akan dibangun dengan visi menjadikan Kota Palu sebagai kota jasa yang berbudaya dan beradab.

Selama tiga hari penyelenggaraan, diprediksi akan terjadi perputaran uang sebesar Rp 248,4 miliar. Sekitar 300 ribu wisatawan Nusantara yang datang diperkirakan mengeluarkan Rp 240 miliar dan 500 wisatawan asing mengeluarkan Rp 8.4 miliar.

Kegiatan tersebut, kata Hidayat, akan dilaksanakan mulai pukul 17.00 WITA di sepanjang 7.2 km Teluk Palu. Selain ritual adat, ada juga pertunjukan 520 titik obor dan 520 peniup Lalove, alat musik tradisional Tanah Kaili.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Destinasi Halal Jadi "Core Business" Aceh

Destinasi Halal Jadi "Core Business" Aceh

Lifestyle | Selasa, 20 September 2016 | 13:56 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×