Plataran Lharmonie Menjangan Masuk 100 Top Destinasi Hijau Dunia

Madinah

Kamis, 29 September 2016 | 16:02 WIB
Plataran Lharmonie Menjangan Masuk 100 Top Destinasi Hijau Dunia
Matahari tenggelam di Bali. [shutterstock]

Suara.com - Anda pernah mampir ke Plataran L’harmonie Menjangan di Bali Barat utara? Untuk menuju kawasan itu, Anda harus memasuki hutan seluas 4 kilometer (km) dari Jalan Raya Gilimanuk-Buleleng, yang konstruksi jalannya mempertahankan bebatuan tanpa aspal atau cor beton, dan dilengkap papan petunjuk serba kayu dan artistik?

Kalau nasib sedang mujur, Anda bisa bertemu menjangan bercula panjang, atau sekumpulan monyet yang jauh dari kesan nakal.

Di kawasan ini, Anda disarankan untuk tidak memberi makan pada binatang, menjaga kecepatan kendaraan agar tidak lebih dari 10 km/jam, tidak boleh berburu, memancing sembarangan, apalagi memotong pepohonan di sana.

Anda akan menemui sebuat resort di sana yang ber-tagline “Integrated Eco Nature Development Park”, yang dibangun di dalam Taman Nasional Bali Barat.

Ada juga The Octagon di lantai tiga, tempat dimana Anda bisa memandang matahari terbenam, alam yang indah, sambil menikmati secangkir kopi panas.

Plataran Group menyempurnakannya dengan menampilkan koleksi barang-barang antik, lonceng raksasa dari Belanda, yang dipajang di lobi restoran. Tembok-temboknya juga memanfaatkan batu karang yang ditata rapi dan nyaman dipandang mata.

Misool Raja Ampat Juga Masuk 100 Besar Dunia

Pada Hari Pariwisata Dunia atau The Tourism Day, 27 September 2016, Plataran L’harmonie dinobatkan sebagai 100 top destinasi hijau dunia, dalam Global Green Destination Day di Ljubljana, Slovenia. Indonesia diwakili David Makes dari PT Trimbawan Swastama Sejati. Selain Plataran L’harmonie, Pulau Misool di Raja Ampat, Papua juga masuk dalam 100 besar dunia.

Pemilihan 100 destinasi dunia, yang dinilai dari 46 negara termasuk Indonesia tersebut cukup membanggakan.

“Dengan terpilihnya Indonesia sebagai salah satu destinasi hijau pariwisata merupakan konfirmasi bahwa pariwisata Indonesia diperhitungkan secara global. Ke depan diharapkan menjadi sebuah destinasi hijau, sehingga moto Kementerian Pariwisata 'Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan' betul-betul konkret,” kata Makes, yang juga Ketua Tim Percepatan Ekoturisme Kemenpar itu.

Menpar Arief Yahya, yang juga menaruh perhatian pada ekoturisme, menyatakan, implementasi kriteria ini dinilai tidak mudah bagi negara berkembang seperti Indonesia. Tetapi mantan Dirut PT Telkom ini sudah berkomitmen bahwa alam harus dijaga, dipertahankan, dan dilestarikan.

Di hampir semua destinasi yang menonjolkan nature, menpar selalu berpesan agar konservasi selalu dijaga. “Kalau ada potensi terumbu karang, jangan pernah dirusak, karena itu hanya akan menghancurkan masa depan Anda,” katanya.

Sebuah contoh sukses tentang ekoturisme, menurut menpar adalah Mandeh, Sumatera Barat (Sumbar), yang disebutnya sebagai Raja Ampat-nya Sumatera. Ketika warga Carocok, Pesisir Selatan, Sumbar, bermata pencaharian sebagai nelayan, maka mereka menangkap ikan.

“Satu hari mereka hanya mendapatkan penghasilan Rp 50 ribu. Sekarang, kawasan mereka berubah menjadi destinasi wisata, sehingga harus menjaga terumbu karang dan ikan di dalamnya. Pendapatan mereka naik, menjadi Rp 225 ribu per hari. Itu contoh, bahwa semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” katanya.

Bukan hanya itu. Arief juga berkomitmen dalam urusan sustainable tourim development (STD). Pada PATA Travel Mart Indonesia 2016, menpar memberi penghargaan kepada beberapa destinasi sebagai bagian dari STD yang sudah diakui oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO).

“Satu di Pangandaran, Jawa Barat bekerja sama dengan ITB Bandung. Satu di Kulonprogo, Yogyakarta bersama dengan UGM, dan satu lagi di Lombok, bermitra dengan Universitas Mataram,” ujarnya.

Selain itu, Kemenpar juga telah menerbitkan peraturan menteri khusus berkaitan dengan pembangunan kepariwisataan berkelanjutan, yang menjadi panduan pengembangan wisata Indonesia ke depan.

Selain gencar mengejar target kunjungan 20 juta turis mancanegara pada 2019, keindahan alam dan budaya Indonesia diharapkan dapat terjaga kelestariannya. Hal ini sejalan dengan tuntutan perkembangan pariwisata global ke depan sesuai dengan prinsip sustainable development goals.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaet Wisman Prancis, Indonesia Kalahkan Thailand

Gaet Wisman Prancis, Indonesia Kalahkan Thailand

Lifestyle | Rabu, 28 September 2016 | 16:10 WIB

Korpri: PNS Disarankan Ikut Tax Amnesty

Korpri: PNS Disarankan Ikut Tax Amnesty

News | Rabu, 28 September 2016 | 12:09 WIB

Keren, Indonesia 'Nge-hits' di Prancis!

Keren, Indonesia 'Nge-hits' di Prancis!

Lifestyle | Rabu, 28 September 2016 | 14:25 WIB

Indonesia Punya Banyak 'Bali' Baru

Indonesia Punya Banyak 'Bali' Baru

Lifestyle | Selasa, 27 September 2016 | 15:01 WIB

Terkini

Kecelakaan atau Bunuh Diri? Polisi Usut Kematian Siswi SMA Tertabrak KRL di Jurangmangu

Kecelakaan atau Bunuh Diri? Polisi Usut Kematian Siswi SMA Tertabrak KRL di Jurangmangu

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding

Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru

Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:37 WIB

Ojol Bakal Jadi UMKM, Maman Bantah Isu Pengemudi Bakal Kena Pajak

Ojol Bakal Jadi UMKM, Maman Bantah Isu Pengemudi Bakal Kena Pajak

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:34 WIB

Wisata Religi di Tengah Jakarta, Menelusuri Jejak Integritas Guan Gong di Kelenteng Tian Fu Gong

Wisata Religi di Tengah Jakarta, Menelusuri Jejak Integritas Guan Gong di Kelenteng Tian Fu Gong

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Selamatkan Nasib PPPK, Mendagri Tito Guyur Rp18,9 Triliun Agar Tak Ada yang Nganggur

Selamatkan Nasib PPPK, Mendagri Tito Guyur Rp18,9 Triliun Agar Tak Ada yang Nganggur

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Pemerintah Mau Pungut Pajak Pemilik Rumah Kontrakan? Ini Kata DJP

Pemerintah Mau Pungut Pajak Pemilik Rumah Kontrakan? Ini Kata DJP

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Viral Kurir SPX Express Kembalikan Uang Rp92 Juta, Ini Sosok di Balik Itikad Jujurnya

Viral Kurir SPX Express Kembalikan Uang Rp92 Juta, Ini Sosok di Balik Itikad Jujurnya

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Jelang HUT RI ke-81, Penjualan Baju Adat Anjlok 50 Persen: Agustusan Kalah Ramai dari Kartini

Jelang HUT RI ke-81, Penjualan Baju Adat Anjlok 50 Persen: Agustusan Kalah Ramai dari Kartini

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini

Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 19:25 WIB

×