Lewat "Terangi 48", Kaum Muda Ini Lestarikan Terumbu Karang

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 17 Desember 2016 | 10:06 WIB
Lewat "Terangi 48", Kaum Muda Ini Lestarikan Terumbu Karang

Suara.com - Keindahan bawah laut Indonesia tak perlu diragukan lagi. Bahkan karena memiliki lebih dari dua ribu jenis ikan karang dan 600 spesies karang, Indonesia masuk sebagai salah satu negara dengan kawasan Segitiga Terumbu Karang (coral triangle).

Sayangnya hal ini tidak sejalan dengan kesadaran tinggi dari kebanyakan masyarakatnya untuk menjaga kekayaan alam bawah laut tersebut. Akibatnya keberadaan terumbu karang saat ini semakin sedikit karena kerusakan yang dibuat oleh manusia.

Padahal, menurut Syifa Fauziyyah, salah seorang volunteer Komunitas Terumbu Karang Indonesia (Terangi) 48, sama seperti hutan, yang menunjang kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi, laut juga memiliki peran yang sama pentingnya.

"Kita semua harus tahu bahayanya kalau terumbu karang nggak ada lagi di laut. Ini tentu akan berpengaruh pada  keseimbangan ekosistem, rantai makanan hilang. Mengingat terumbu karang juga rumah bagi hewan-hewan laut dan ikan, kalau terumbu karang hilang, ikan juga hilang. Kalau ikan hilang, nelayan nggak punya mata pencaharian," jelasnya pada suara.com saat ditemui beberapa waktu lalu.

Khawatir dengan permasalahan yang semakin kompleks ini, maka dibuatlah Komunitas Terangi 48, yang kegiatannya di bawah binaan Yayasan Terumbu Karang Indonesia.

Berbagai program edukasi dan pelestarian terumbu karang dilakukan oleh Komunitas Terangi 48. (Foto: Dok. Komunitas Terangi 48)

Syifa mengatakan, komunitas ini sengaja dibentuk untuk terus menyebarkan informasi tentang permasalahan terumbu karang di Indonesia dan sebagai wadah bagi anak muda yang peduli dengan kelautan, konservasi serta monitoring terumbu karang.

"Setelah tahun 1999 Yayasan Terumbu Karang Indonesia terbentuk, kami pikir kalau informasi mengenai berbagai hal tebtang terumbu karang juga harus disebarkan lagi, jangan sampai terputus berhenti di kita," ungkap dia.

Untuk angka 48 sendiri, kata Syifa, diambil dari nama salah satu idol group, JKT 48, yang tengah populer hingga saat ini. Ia berharap, dengan nama ini, akan semakin banyak orang yang ikut dan bersedia menjadi relawan Yayasan Terangi, dan menjadi bagian dari komunitas Terangi 48.

Berbagai program edukasi dan pelestarian terumbu karang dilakukan oleh Komunitas Terangi 48. (Foto: Dok. Komunitas Terangi 48)

Komunitas yang didirikan 2013 ini, hingga kini sudah beranggotakan lebih dari 50 orang. Menurut Syifa, tidak semua anggota dalam komunitas mereka memiliki latar belakang kelautan. Beberapa di antaranya bahkan masih bersekolah dan kuliah.

Terangi 48 sendiri mencoba fokus pada kegiatan yang berbasis pada pendidikan lingkungan dan kelautan, mulai dari edukasi, monitoring terumbu karang, pameran, hingga peningkatan kapasitas. Hal ini, menurut Syifa, menjadi fokus utama karena masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui mengenai terumbu karang.

Misalnya masih banyak yang belum mengetahui bahwa sebenarnya terumbu karang adalah hewan. Biasanya, orang selalu menjawab bahwa terumbu karang adalah batu atau tumbuhan.

Selain itu, kata Syifa, masyarakat juga harus diedukasi tentang transplantasi terumbu karang, agar terumbu karang yang sudah rusak bisa perlahan-lahan tumbuh kembali.

Berbagai program edukasi dan pelestarian terumbu karang dilakukan oleh Komunitas Terangi 48. (Foto: Dok. Komunitas Terangi 48)

Untuk melakukan sosialisasi terumbu karang, Terangi 48 juga sering mengadakan Edugames. Dalam Edugames, sosialisasi tentang terumbu karang dikemas kreatif dalam bentuk permainan agar tidak membosankan dan dapat diterima oleh masyarakat.

Tak hanya itu, Terangi 48 rutin juga rutin melakukan berbagai kegiatan bersama komunitas dan lembaga lainnya dalam rangka memperingati Hari Terumbu Karang (Coral Day) setiap tanggal 8 Mei. Pada momen itu, mereka melakukan kegiatan seperti restorasi terumbu karang dan monitoring terumbu karang di laut.

Sampai saat ini, Terangi 48, sudah melakukan berbagai kegiatan dan penyelamatan terumbu karang di beberapa daerah di Indonesia, mulai dari Wakatobi, Maratua, dan selanjutnya adalah Pulau Bang, Sulawesi.

Selain itu, komunitas ini juga sangat memperhatikan hal-hal yang dapat bermanfaat bagi anggotanya. Salah satunya adalah memfasilitasi sertifikasi menyelam (diving) dengan gratis.

Nah, merasa peduli dengan laut Indonesia dan ingin menyelamatkan terumbu karang? Kamu bisa ikutan menjadi volunteer Yayasan Terangi terlebih dahulu melalui info yang bisa diupdate di akun Twitter @terangi_

"Di situ ada info kegiatannya, biasanya tiap kegiatan kita open volunteer, dan setelah itu baru bisa gabung di Terangi 48," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lewat Keringat Kumpulan Si "Chubby" Ini Berbagi dengan Sesama

Lewat Keringat Kumpulan Si "Chubby" Ini Berbagi dengan Sesama

Lifestyle | Sabtu, 10 Desember 2016 | 10:09 WIB

Srikandi Diver, Mengenal Laut Lebih Dalam

Srikandi Diver, Mengenal Laut Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Desember 2016 | 09:31 WIB

Keren, Kumpulan Penyandang Tunanetra Ini Dirikan Koperasi

Keren, Kumpulan Penyandang Tunanetra Ini Dirikan Koperasi

Lifestyle | Selasa, 29 November 2016 | 17:10 WIB

Terkini

Lebaran Ketupat 2026 Tanggal Berapa? Tradisi yang Dilakukan Setelah Hari Raya Idulfitri

Lebaran Ketupat 2026 Tanggal Berapa? Tradisi yang Dilakukan Setelah Hari Raya Idulfitri

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:50 WIB

6 Sepatu Putih Senyaman New Balance 530 Versi Murah, Nyaman Buat Harian

6 Sepatu Putih Senyaman New Balance 530 Versi Murah, Nyaman Buat Harian

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:45 WIB

Apa Itu Syawalan? Tradisi setelah Lebaran yang Sarat Makna

Apa Itu Syawalan? Tradisi setelah Lebaran yang Sarat Makna

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:05 WIB

Puncak Arus Balik Mudik Sebentar Lagi, Mending Berangkat Pagi atau Malam?

Puncak Arus Balik Mudik Sebentar Lagi, Mending Berangkat Pagi atau Malam?

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:00 WIB

Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?

Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:15 WIB

10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!

10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:05 WIB

5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu

5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:00 WIB

Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako

Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:40 WIB

Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya

Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:35 WIB

Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya

Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB