Wisata Petualangan di Sungai Citumang Pangandaran

Tomi Tresnady

Senin, 16 Januari 2017 | 07:58 WIB
Wisata Petualangan di Sungai Citumang Pangandaran
Aliran sungai di kawasan Pangandaran, Jawa Barat. [shutterstock]

Lokasi wisata Citumang yang berjarak sekitar 15 km dari Pantai Pangandaran itu dapat ditempuh dengan kendaraan sepeda motor maupun mini bus dengan akses jalan yang bagus.

Wisata body rafting di Sungai Citumang itu mulai inisiatif dikelola masyarakat sejak 2006, kemudian secara resmi terbuka untuk wisatawan pada 27 Februari 2007.

Wisata baru di Pangandaran itu setiap tahunnya telah menunjukan peningkatan kunjungan wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Selama 2016, rata-rata setiap harinya terdapat 2.500 pengunjung.

Bahkan wisatawan mancanegara dari negara Eropa maupun Asia tertarik untuk menikmati petualangan wisata air sungai tersebut.

"Tanpa iklan besar-besaran, kita sudah menjadi go internasional, wisatawan yang datang ke sini ada dari berbagai negara, kebanyakan dari Eropa," kata Tata.

Pada musim libur atau akhir pekan, wisatawan seringkali harus antre untuk menunggu jadwal petualangan menyusuri hutan dan sungai tersebut.

Wisatawan dapat menikmati petualangan Sungai Citumang secara berkelompok maupun dua orang dengan pemandu-pemandu handal dan terlatih siap mendampinginya.

Pemandu tersebut siap mendampingi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan selama menjelajahi aliran Sungai Citumang.

Bagi wisatawan yang siap berpetualang itu akan diberi arahan dan peralatan keamanan seperti pelampung, sandal karet dan pelindung kepala.

baca juga

Pengunjung akan diajak berjalan kaki dari pintu utama wisata Citumang ke kawasan hulu sungai yang berjarak sekitar 900 meter atau selama 10 menitan.

Wisatawan dapat memilih jalur petualangan yaitu jalur track umum yang jarak tempuhnya 1,5 km dan doble track sejauh 2 km aliran sungai dengan waktu tempuh sekitar 2,5 sampai 3 jam.

Selama menjelajah itu, wisatawan disuguhkan dengan tantangan alam yaitu berenang di dalam gua atau loncat dari dinding gua hulu Sungai Citumang tesebut.

Selanjutnya suguhan tantangan bagi wisatawan yaitu menyusuri bebatuan alam sungai, loncat dari batu sungai, kemudian menyusuri sungai yang dikelilingi pepohonan.

Wisatawan juga akan diajak oleh pemandu untuk menikmati "train water" yaitu seluruh peserta saling berpegangan memanjang dan mengambang mengikuti aliran sungai sampai batas akhir petualangan.

Usai berpetualang, para wisatawan akan mendapatkan suguhan makanan khas Sunda yang sudah disiapkan pengelola wisata dengan menu nasi liwet, ayam bakar, asin, dan sambal lalab.

Fasilitas yang disuguhkan oleh pengelola wisata Citumang itu, hanya cukup dibayar oleh wisatawan dengan harga yang terjangkau sebesar Rp150 ribu per orang.

Namun semakin banyak jumlah peserta petualang, semakin ringan biaya untuk menikmati tantangan dan keindahan wisata di Sungai Citumang dengan diskon sampai 20 persen.

Dengan adanya berbagai sajian wisata baru itu, tidak ada salahnya wisatawan yang datang ke Kabupaten Pangandaran untuk menikmatinya, seperti berpetualang menjelajahi alam Sungai Citumang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menikmati Indahnya Matahari Terbit di Batu Karas, Pangandaran

Menikmati Indahnya Matahari Terbit di Batu Karas, Pangandaran

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2015 | 07:05 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×