Serangan Hiu di Australia Bisa Berdampak Buruk bagi Pariwisata

Ririn Indriani

Sabtu, 28 Januari 2017 | 03:07 WIB
Serangan Hiu di Australia Bisa Berdampak Buruk bagi Pariwisata
Ilustrasi hiu menyerang manusia. (Shutterstock)

Suara.com - Rangkaian serangan hiu di lepas pantai timur laut Australia menimbulkan kekhawatiran bagi industri pariwisata dan mendorong tindakan bermasalah dengan memasang jaring untuk menyelamatkan nyawa dan penjaga pantai di negara terkenal sebagai tujuan liburan tersebut.

Peringkat Australia hanya berada di bawah Amerika Serikat dalam jumlah hiu bertemu dengan manusia pada tahun lalu sebagaimana ditunjukkan dalam Catatan Serangan Hiu Internsional dari Universitas Florida.

Terjadi 16 serangan hiu pada dua tahun belakangan, kata data Lembaga Penelitian Hiu (SRI), termasuk satu kematian di lepas pantai New South Wales, yang disukai wisatawan karena dekat dengan gerbang internasional di Sydney.

"Saat berselancar, saya selalu berpikir tentang hiu," kata Alexandre Monteiro (22), wisatawan asal Prancis, kepada Reuters.

Industri pariwisata yang menjadi salah satu dari tiga pencipta lapangan kerja dan menghasilkan sekitar 3,7 miliar dolar Australia bagi ekonomi di kawasan itu, mendukung pemerintah federal memanfaatkan pembebasan kepentingan nasional untuk mengizinkan jaring hiu di lima pantai selama liburan musim panas yang ramai.

"Setiap kali ada kehidupan menopang sesuatu perlu dilakukan secara matang," kata Ketua Jaringan Tujuan Wisata Pantai Utara, Cameron Arnold.

Undang-undang lingkungan saat ini melarang jaring, namun selama beberapa dasawarsa program pemasangan jaring di beberapa wilayah padat penduduk, seperti Sydney dan Queensland utara sebelum undang-undang itu diberlakukan.

Pada saat diawasi secara ketat oleh para pelaku usaha di objek wisata di negara tersebut, jaring baru hiu memicu perdebatan hangat atas kegunaan dan kerugian bagi kehidupan laut.

"Kami akan melihat paus bungkuk, induk dan anak, terjerat jaring tersebut. Kami harus melihat peningkatan (habitat) penyu, cahaya, dan perangkap yang membunuh di dalam jaring itu," kata Jeff Hansen, direktur kelompok pelestarian Sea Shepherd Australia.

"Kami harus melihat peningkatan (habitat) penyu, cahaya, dan perangkap yang membunuh di dalam jaring itu," katanya.

Jaring sepanjang sekitar 150 meter dan lebar 6 meter itu membentang di 200 kilometer garis pantai antara beberapa kota di Newcastle dan Wollongong. Hanya Provinsi Kwazulu-Natal, Afrika Selatan, yang memiliki program pemasangan jaring dengan ukuran mirip di atas.

Dampak Serangan hiu tersebut terjadi di kota wisata Lennox Head dan Ballina. Pendaftaran sumbangan di klub selancar penyelamatan jiwa dan berencana menggelar beberapa kegiatan pada musim panas telah dibatalkan, demikian pernyataan pemerintah New South Wales.

Wisatawan di wilayah utara di objek wisata Byron Bay telah mengalami empat kali serangan hiu sejak awal 2015.

Serangan hiu tersebut menghambat para wisatawan dan membuat pengusaha khawatir, demikian kata David Loosemore selaku pemilik Hotel Ballina Dunes di Pantai Shelly.

"Toko peralatan selancar, tempat-tempat seperti tambang yang utama dan penting," kata Loosemore yang memperkirakan beberapa pengusaha mengalami penyusutan pendapatan sekitar sepertuga setelah serangan hiu tersebut.

Reuters tidak bisa mengonfirmasi data itu secara independen.

Ancaman Pemerhati lingkungan menyatakan bahwa pihak berwenang mengenai jaring itu mengandalkan pencegahan serangan yang juga dapat merugikan sejumlah ancaman dan spesies yang bermigrasi, termasuk hiu putih, dan dilarang oleh beberapa pemerintah federal dan perlindungan negara.

"Ini sangat sulit, bahkan tidak mungkin untuk menentukan dari perspektif ilmu pengetahuan, apakah jaring hiu bekerja dengan baik," kata Daryl McPhee, mahaguru lingkungan dari Universitas Bond.

Melacak perubahan jumlah serangan sangat sulit karena mereka jarang dan tidak teratur.

Jaring milik pemerintah telah menyebabkan 133 ekor hiu dan 615 ekor binatang lainnya terperangkap selama periode 2015-2016, sebagaimana data pada bulan ini. Lebih dari setengah binatang tersebut dilepasliarkan.

Sementara itu, 44 hiu dan 145 binatang laut lain tertangkap dan mati dalam jaring selama 2014-2015. Jaring itu digunakan antara September hingga April dan dilucuti antara Mei hingga Agustus saat musim paus bermigrasi.

Jika jaring tidak bekerja, maka bisa dilakukan tindakan lebih keras, seperti, membasmi hewan, kata sejumlah penggemar olahraga air. "Jika hal itu tidak berubah, kami harus berpikir tentang mengelola dan membasmi hiu. Kalau tidak, kami hanya akan melihat lebih banyak serangan," kata Don Munro, ketua kelompok Boardriders. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendebarkan, Nelayan Ini Lolos dari Serangan Hiu Berkat Alat Ini

Mendebarkan, Nelayan Ini Lolos dari Serangan Hiu Berkat Alat Ini

News | Sabtu, 24 September 2016 | 07:24 WIB

Di 2015 Jumlah Serangan Hiu Cetak Rekor Terbanyak dalam Sejarah

Di 2015 Jumlah Serangan Hiu Cetak Rekor Terbanyak dalam Sejarah

Tekno | Rabu, 10 Februari 2016 | 20:09 WIB

Hamil 6 Bulan, 'Surfer' Cantik Ini Tetap Berselancar

Hamil 6 Bulan, 'Surfer' Cantik Ini Tetap Berselancar

News | Rabu, 25 Maret 2015 | 12:54 WIB

Terkini

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen

Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:37 WIB

Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:20 WIB

×