Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim dari Kabinet Bayangan, Iqbal Damanik. [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Menteri Lingkungan Hidup Kabinet Bayangan Iqbal Damanik menyebut korporasi pemegang konsesi menjadi pihak utama penyebab kebakaran hutan.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Iqbal Damanik dalam diskusi di Yogyakarta pada Senin tanggal 31 Agustus 2026.
  • Pemerintah didesak mengevaluasi kebijakan izin konsesi perusahaan serta mengembalikan hak masyarakat adat atas tanah dan hutan.

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim dari Kabinet Bayangan, Iqbal Damanik, menyebut korporasi pemegang konsesi sebagai pihak yang perlu disorot dalam persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bukan terus menyalahkan masyarakat adat dan peladang.

Iqbal mengungkap lebih dari separuh karhutla terjadi di wilayah konsesi perusahaan yang izinnya diterbitkan negara. Karena itu, ia menilai pemerintah perlu mengevaluasi kembali kebijakan pemberian izin dan pengelolaan kawasan hutan.

"Kita tahu, bahwa pada saat kebakaran hutan pun terjadi, yang disalahkan adalah masyarakat adat, yang disalahkan adalah peladang dengan budaya yang disebutkan membakar lahan untuk membuka ladang-ladang mereka," kata Iqbal di kompleks Serangan Umum 1 Maret Titik Nol Yogyakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Iqbal, fakta mengenai lokasi kebakaran menunjukkan perlunya perhatian lebih besar terhadap aktivitas di kawasan konsesi.

Ia menilai izin eksploitasi yang diberikan negara tidak bisa dilepaskan dari persoalan kerusakan ekologis.

"Tapi kita tahu hampir lebih dari setengah kebakaran hutan terjadi di wilayah konsesi. Hari ini Kompas memberikan faktanya, bahwa yang merusak bukanlah masyarakat adat, tapi yang merusak adalah korporasi yang izinnya dikeluarkan oleh negara," tegasnya.

Iqbal mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap arah kebijakan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

Menurutnya, masyarakat adat tidak semestinya menjadi pihak yang terus menanggung dampak kerusakan hutan maupun kebijakan pengelolaan kawasan.

Petugas Pemadam berada di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kerumutan, Pelalawan. [Ist]
Petugas Pemadam berada di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kerumutan, Pelalawan. [Ist]

Aktivis Greenpeace Indonesia itu juga menyoroti hilangnya akses masyarakat adat terhadap hutan yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

baca juga

Sementara itu, peladang yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian justru disebut menghadapi tudingan dan kriminalisasi.

"Di sini kita bisa melihat di mana letak keberpihakan dari wajah kabinet yang saat ini sedang berkuasa, dan apa yang sedang mereka lakukan perlu kita uji. Kita tidak mau rakyat kita terus dalam penindasan. Kita tidak mau masyarakat adat hidup tanpa hutannya. Kita tidak mau rakyat hidup tanpa tanah," tuturnya.

Ia kemudian menyerukan pengembalian hak masyarakat adat atas tanah dan hutan yang menjadi ruang hidup mereka. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan dominasi kepentingan korporasi dalam penguasaan konsesi lahan.

"Maka apa yang harus kita lakukan, yang kita lakukan adalah mari kita rebut kekuasaan dan kita lawan penindasan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:16 WIB

248 Hektare Lahan Sumut Terbakar Dalam 8 Bulan! Terparah Labuhanbatu

248 Hektare Lahan Sumut Terbakar Dalam 8 Bulan! Terparah Labuhanbatu

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia Siapkan Status Darurat

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia Siapkan Status Darurat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:24 WIB

Terkini

4 Shio Diprediksi Paling Hoki setelah 14 September 2026, Hidup Makin Mudah

4 Shio Diprediksi Paling Hoki setelah 14 September 2026, Hidup Makin Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:55 WIB

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:54 WIB

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:50 WIB

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 18:48 WIB

Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?

Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 18:45 WIB

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:42 WIB

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

×