Lelaki Ini Ungkap Suka Duka Jadi Peneliti di Indonesia

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 24 Februari 2017 | 14:24 WIB
Lelaki Ini Ungkap Suka Duka Jadi Peneliti di Indonesia
Peneliti Nurul Taufiqu Rochman saat temu media 'Kalbe Junior Scientist Award 2017' di Jakarta, Selasa (21/2/2017). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Nurul Taufiqu Rochman. Di Indonesia mungkin namanya tak setenar para artis atau pejabat yang sering menghiasi layar kaca, tapi kita perlu berbangga memiliki peneliti seperti dirinya.

Ya, lelaki yang mendapatkan gelar S1, S2 dan S3 dari Kagoshima University, Jepang ini, memegang 18 hak paten atas riset nano-nya di bawah perusahaan yang didirikannya bernama Nanotech Indonesia.

Informasi mengenai teknologi nano sendiri masih terbilang awam di Indonesia. Padahal, menurut dia, di dunia, teknologi nano sudah jamak digunakan industri cat, obat-obatan hingga kosmetik.

Di Indonesia, Nurul menjadi inisiator pertama yang mengaplikasikan teknologi nano, dan menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dengan industri swasta yang tertarik menggunakan temuannya dalam proses produksi.

Dengan jumlah peneliti yang terbilang tak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia, kira-kira apa suka duka yang dialaminya sebagai peneliti di negeri sendiri?

"Sukanya menjadi peneliti di Indonesia itu ya karena peluangnya besar. Saingan kita sedikit, karena memang jumlah peneliti di Indonesia masih belum sebanding dengan populasi, sehingga banyak yang bisa kita garap," bebernya pada temu media 'Kalbe Junior Scientist Award 2017' di Jakarta, belum lama ini.

Belum lagi kebebasan yang diberikan pemerintah pada peneliti di Indonesia yang membuatnya bisa bebas berkarya sesuai dengan ranah yang diminatinya.

"Saya tinggal mencari industrinya, saya diskusi langsung dan ketika mereka terima, langsung jadi. Karena saingan peneliti masih sedikit. Yang penting kesiapan kita, kalau kita siap, kita bagus kesempatan pasti datang," tambah Nurul.

Namun sayangnya, di balik kenikmatan yang dirasakannya sebagai peneliti, ada beberapa tantangan yang harus dihadapinya. Salah satunya mengenai dukungan pemerintah dalam hal anggaran riset yang angkanya baru mencapai 0.2 persen.

"Idealnya 100 kali lipat dari itu. Setidaknya dengan dana yang besar maka probabilitas yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat jauh lebih besar. Jadi, memang segi pembiayaan masih tidak mendukung," jelasnya.

Beranjak dari kondisi tersebut, ke depannya Nurul berharap pemerintah dapat menaikkan anggaran riset agar para peneliti Indonesia dapat berkarya lebih maksimal demi kesejahteraan masyarak Indonesia.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tunarungu  Tak Halangi Fajrul Raih Prestasi Top di Seni Lukis

Tunarungu Tak Halangi Fajrul Raih Prestasi Top di Seni Lukis

Health | Kamis, 08 Desember 2016 | 19:29 WIB

Inspiratif, Seorang Pilot Asuh Anak-anak Terlantar di Kupang

Inspiratif, Seorang Pilot Asuh Anak-anak Terlantar di Kupang

Lifestyle | Rabu, 16 November 2016 | 09:38 WIB

Perempuan Ini Ubah Ampas Jus Jadi Campuran Makanan

Perempuan Ini Ubah Ampas Jus Jadi Campuran Makanan

Lifestyle | Kamis, 03 November 2016 | 19:14 WIB

Terkini

Persib Bandung Tak Main-main di Piala Presiden 2026, Igor Tolic Siapkan Taktik Kejutan

Persib Bandung Tak Main-main di Piala Presiden 2026, Igor Tolic Siapkan Taktik Kejutan

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:00 WIB

Ulasan Novel Burung-Burung Berkisah: Keindahan Alam dalam Sastra Klasik

Ulasan Novel Burung-Burung Berkisah: Keindahan Alam dalam Sastra Klasik

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:00 WIB

Daftar Negara yang Bisa QRIS Cross-Border BRImo

Daftar Negara yang Bisa QRIS Cross-Border BRImo

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:54 WIB

Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!

Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:48 WIB

Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi

Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:48 WIB

Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka

Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB

Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika

Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:39 WIB

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:34 WIB

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:30 WIB

×