Kenali Wastra Khas Belitung!

Jane

Rabu, 03 Mei 2017 | 13:34 WIB
Kenali Wastra Khas Belitung!
Motif daun simpor khas batik Belitung.

Suara.com - Indonesia memiliki ragam kain khas dari setiap provinsi. Kain bisa menjadi identitas pemakainya sekaligus identitas suatu daerah. Jika kita berkunjung ke Belitung, tak banyak jejak yang ditinggalkan pendahulu mengenai wastra asli dari negeri yang kaya akan pulau – pulau nan cantik ini. Belitung tidak memiliki tradisi membatik atau bahkan menenun secara turun temurun seperti yang biasa ditemukan di kawasan Indonesia Timur. Namun, mantan Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama adalah orang yang mencetuskan batik khas Belitung dengan mendirikan sebuah galeri batik. Tujuannya, agar daerahnya lebih banyak dikenal lebih luas lagi. Sekitar periode 2010 hingga 2015 saat Basuri masih menjabat sebagai Bupati Belitung Timur, dia dan istrinya yang saat itu merupakan  Dewan Kerajinan Nasional Daerah, menggagas sebuah galeri yang mampu memberdayakan para ibu rumah tangga di wilayah itu. Hingga kini, workshop batik di  Belitung semakin berkembang di setiap wilayah. Saat Suara.com mengunjungi sebuah workshop pembuatan batik di kawasan Belitung Selatan terlihat ada pembatik yang sedang bekerja.  Syaifuddin, salah seorang pembatik memaparkan tahapan pembuatan batik khas Belitung.

Batik khas Belitung menggunakan teknik pembuatan yang cukup sederhana. Kebanyakan kain dipola menggunakan teknik cap, setelah itu barulah para pengerajin mewarnai batik dengan cara dilukis. Ada pula batik yang diproduksi dengan teknik cap saja maupun lukis saja. Aneka teknik membatik ini nantinya akan berpengaruh terhadap harga jual selembar kain yang mereka produksi juga banyaknya kain yang dihasilkan. Untuk produksi selembar kain batik dengan panjang 2,5 meter dibutuhkan waktu selama 1 bulan tergantung pola yang akan tercetak pada kain. Terdapat beberapa pola yang biasa diproduksi oleh Syaifuddin dan rekan-rekannya.

“Pada umumnya untuk motif yang kita buat berdasarkan apa yang kita temukan dari lingkungan sehari – hari di sekitar kita. Seperti motif ikan, daun simpor, buah keremunting,” ungkap Syaifuddin.

Untuk pewarnaan, kain batik yang diproduksi di Belitung Selatan ini menggunakan pewarna bahan alami.

“ Pewarna alam yang kita gunakan disini seperti untuk warna merah ambil dari kulit pohon samak,warna pink dari pucuk daun jati,warna cokelat dari daun jambu biji dan kulit kayu mahoni,”papar Syaifuddin.

Di Belitung, jenis kain batik menjadi telah wastra andalan. Dikembangkan melalui beberapa tempat kerajinan, batik Belitung telah menjadi buah tangan sekaligus menguatkan identitas yang khas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Sebab Tempat Wisata Belitung Tak Punya Angkot

Ini Sebab Tempat Wisata Belitung Tak Punya Angkot

News | Rabu, 03 Mei 2017 | 00:38 WIB

Hutan Mangrove Kuale, Destinasi Wajib buat Traveler!

Hutan Mangrove Kuale, Destinasi Wajib buat Traveler!

Video | Selasa, 02 Mei 2017 | 20:28 WIB

Yuk, Kenali Lebih Dekat Si "Mata Sendu" dari Batu Mentas!

Yuk, Kenali Lebih Dekat Si "Mata Sendu" dari Batu Mentas!

Lifestyle | Selasa, 02 Mei 2017 | 17:59 WIB

Yuk, Wisata Sehari di Negeri Sejuta Pelangi!

Yuk, Wisata Sehari di Negeri Sejuta Pelangi!

Lifestyle | Sabtu, 29 April 2017 | 02:12 WIB

Eksotisme Pulau Pasir untuk Liburan Anda!

Eksotisme Pulau Pasir untuk Liburan Anda!

Lifestyle | Jum'at, 28 April 2017 | 08:26 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×