Cicipi Lezatnya Hidangan Nusantara dengan Suasana Kolonial

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Jum'at, 16 Juni 2017 | 13:50 WIB
Cicipi Lezatnya Hidangan Nusantara dengan Suasana Kolonial
Restoran Kaum Jakarta menawarkan kelezatan hidangan nusantara dengan suasana gaya kolonial. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Waktu berbuka puasa memang masih dalam hitungan jam, namun tak ada salahnya Anda mulai merencanakan untuk memilih tempat makan atau resto untuk berbuka puasa bersama keluarga, kerabat, sahabat atau rekan kerja.

Berbicara soal menu untuk berbuka puasa, rasanya hampir semua orang Indonesia lebih memilih hidangan nusantara. Pasalnya, selain cita rasanya yang akrab di mulut dan perut, masakan Indonesia punya begitu banyak pilihan yang menggugah selera.

Lihat saja kebanyakan masyarakat kita yang lebih memilih gorengan atau camilan tradisional lain untuk berbuka plus beragam minuman tradisionalnya yang begitu menyegarkan.  

Nah, salah satu restoran di Jakarta yang menawarkan begitu banyak pilihan menu nusantara adalah Kaum Jakarta, sebuah restoran yang baru saja dibuka belum lama ini. Restoran satu ini tak hanya menghadirkan ragam makanan autentik Indonesia, tapi juga suasana tempo dulu yang memanjakan mata.

Kaum Jakarta menempati sebuah bangunan cagar budaya. Tak heran saat dilihat dari depan, suasana kolonial sangat kental terasa. Apalagi dengan penggunaan pintu dan jendela besar khas tempo dulu.

"Kaum memang dibangun di bangunan cagar budaya seperti dua bangunan yang ada di depan restoran ini. Jadi, kita sama sekali tidak mengubah bangunan tersebut, agar mempertahankan nilai heritage di jaman kolonial," ujar Brand Director Kaum, Lisa Virgiano, saat ditemui di Kaum, Jakarta.

Sementara saat masuk ke dalam, saya melihat berbagai hiasan dengan sentuhan budaya Indonesia di setiap sudut. Seperti penggunaan motif dayak pada dinding yang berwarna silver untuk kesan modern, taplak meja yang menggunakan berbagai tenun Indonesia hingga piring dan sendok yang dibuat langsung di Bali.

Konsep restoran ini pun seakan disesuaikan dengan namanya, yakni 'Kaum' yang merujuk kata yang berarti sekumpulan golongan atau orang, di mana hampir seluruh bagian meja didesain dengan ukuran besar, sehingga bisa digunakan untuk makan bersama.

Bahkan dalam restoran ini, terdapat main dining hall yang berkapasitas hingga 100 orang, serta colonial house berkapasitas 30-50 orang. Sehingga tempat ini rasanya cocok untuk Anda pilih sebagai tempat berbuka puasa bersama teman, keluarga ataupun sahabat.

Uniknya lagi, meski mengangkat hidangan dan budaya khas Indonesia, Kaum Jakarta juga menghadirkan dapur terbuka yang bisa dilihat oleh para pengunjung yang datang, serta DJ Booth. Di bagian tengah terdapat pula instalasi seni yang akan diubah setiap dua sampai tiga bulan sekali.

Setelah puas menyesapi suasana berbeda di Kaum Jakarta, saatnya menyantap berbagai hidangan yang menggoyang lidah. Saya pun mencoba uniknya Sate Kambing Buntel Acar Rujak untuk ronde pertama.

Rasa hidangan ini begitu unik, karena selain daging yang empuk dan tak terasa aroma kambingnya, cara penyantapan dengan acar rujak membuat hidangan semakin segar dan gurih.

Ada pula Ikan Bakar Sambal Dabu-dabu yang menjadi salah satu unggulan restoran ini. Rasa bumbunya begitu meresap hingga ke dalam bagian dagingnya. Pedasnya pun pas dengan rasa segar dari sambal dabu-dabu.

Selain kedua hidangan tersebut, Anda juga bisa mencicipi berbagai hidangan lain, seperti Bebek Betutu lengkap dengan urab, Gulai Udang Aceh, batagor, Gohu Ikan Tuna dari Maluku dan masih banyak lagi. Ya, total Kaum Jakarta memiliki lebih dari 39 hidangan makanan, kue, dan minuman dari seluruh Indonesia yang dapat menggoyang lidah Anda.

Tak hanya itu, bagi Anda pecinta sambal, resto ini juga menyediakan empat sambal andalan, yakni sambal matah, Sambal Kluwak, Sambal Rica-rica, serta Sambal Ikan Asin. Jadi, tak ada alasan untuk tak nafsu makan jika datang ke sini.

Lisa menjelaskan proses memasak dan bahan baku yang digunakan oleh Kaum Jakarta, sudah dipilih menggunakan bahan-bahan terbaik.

"Untuk beras kami pakai Beras Metik Susu dari Magelang. Kecap dari Cideng. Garam dari Amed. Kami juga sama sekali tak pakai minyak kelapa sawit, kami pakai minyak kelapa," tambahnya.

Saat menyantap lezatnya hidangan, Anda juga akan ditemani dengan musik tempo dulu yang bisa membuat Anda merasa benar-benar berada di masa kolonial.

Jika ingin datang ke restoran yang berada di Jalan Kusuma Atmadja, Menteng, Jakarta Pusat ini, harga makanan dan minuman yang ditawarkan berkisar Rp20 ribu hingga Rp420 ribu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Tempat Nongkrong Baru Buat Si Pecinta Cake

Ada Tempat Nongkrong Baru Buat Si Pecinta Cake

Lifestyle | Senin, 12 Juni 2017 | 16:52 WIB

Empat Tempat Seru "Ngabuburit" Plus Berburu Menu Berbuka

Empat Tempat Seru "Ngabuburit" Plus Berburu Menu Berbuka

Lifestyle | Sabtu, 03 Juni 2017 | 16:32 WIB

Berbuka dengan Liwetan Sambil Nikmati Matahari Terbenam

Berbuka dengan Liwetan Sambil Nikmati Matahari Terbenam

Lifestyle | Selasa, 30 Mei 2017 | 15:19 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×