Berbuka dengan Liwetan Sambil Nikmati Matahari Terbenam

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Selasa, 30 Mei 2017 | 15:19 WIB
Berbuka dengan Liwetan Sambil Nikmati Matahari Terbenam
Menu Ramadan yang ditawarkan oleh Swiss-CaféTM Restaurant di Swiss-Belhotel Airport. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Menyantap ragam masakan khas Indonesia saat berbuka puasa memang memiliki kenikmatan tersendiri bagi mereka yang menjalani ibadah puasa. Apalagi, Indonesia dikenal kaya akan kuliner khas dari Sabang hingga Merauke.

Nah, jika Anda ingin mencicipi bermacam-macam masakan Indonesia, cobalah datang ke Swiss-Belhotel Airport tepatnya di Swiss-CaféTM Restaurant yang terletak di Lantai satu.

Cafe yang ada di rooftop ini, selama Bulan Suci Ramadan menghadirkan menu all you can eat bertema "Liwetan".

Meski menyantap Liwetan di hotel, Anda juga bisa menikmati sensasi menyantap di atas daun pisang untuk menambah kelezatan.

"Seluruh hidangan akan disuguhkan kepada para tamu hotel dengan cara tradisional, yaitu dengan daun pisang, sehingga akan menambah selera serta memberikan suasana berbuka puasa yang berbeda," ujar Deddy Sasmita, General Manager Swiss-Belhotel Airport & Zest Hotel Airport, Jakarta.

Selain menggunakan ikan asin untuk campuran nasi, Excecutive Chef Swis Belhotel Airport, Imron, juga membuat pendamping liwetan khas Nusantara, seperti dendeng kering dengan cabe hijau, pepes ikan kembung, sup kambing, iga kambing masak rempah cumi isi tahu, dan berbagai sambal menggugah selera seperti sambal mangga.

"Masakan ini dimasak menggunakan berbagai rempah, seperti iga masak rempah, dengan ramuan tradisional. Contohnya pakai daun kari, cabai kering, kunyit, bawang merah, bawang putih, serai, dan lengkuas yang diblender jadi satu. Kemudian jintan, pala, ketumbar di mix jadi satu kita lamuri baru kemdian kita roast," tambah Imbron saat ditemui di Swiss Belhotel Airport.

Ada pula menu lainnya dengan cita rasa bumbu warisan Nusantara yang sangat kental seperti Kakap Bakar bumbu Rempah dengan sambal Mangga, Ikan Baronang dengan sambal Dabu Dabu, dan Udang Goreng Tepung Pedas.

Untuk hidangan penutup, Anda bisa mencicipi kelezatan kue Clorot, dadar gulung, bika Ambon, kue putu ayu dan aneka jajanan pasar tradisional lainnya.

Yang paling menarik, Anda bisa menyantap semua hidangan ini dengan pemandangan matahari terbenam yang cukup indah. Meski letaknya berada di tengah kota, suasana yang dihadirkan saat berbuka puasa ini tentu akan menambah kenikmatan bukan?

Sajian khas tradisional All You can Eat "Liwetan" ini ditawarkan dengan harga Rp288 ribu net perorang. Tak hanya itu Swiss-Belhotel Airport juga memberikan penawaran spesial paket menginap termasuk All You can Eat "Liwetan" mulai dari harga Rp 915.000 net per kamar per malam. Jadi, tunggu apalagi?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sederet Mal Ini Hadirkan Program Seru Selama Ramadan

Sederet Mal Ini Hadirkan Program Seru Selama Ramadan

Lifestyle | Kamis, 25 Mei 2017 | 19:34 WIB

Ramadan, Kafe Ini Sajikan Makanan Kaki Lima

Ramadan, Kafe Ini Sajikan Makanan Kaki Lima

Ramadan1437h | Selasa, 21 Juni 2016 | 13:58 WIB

Serunya Menikmati Ramadan ala Turki

Serunya Menikmati Ramadan ala Turki

Press Release | Jum'at, 17 Juni 2016 | 12:48 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×