4 Jenis Konsumen Belanja Online, Anda Masuk yang Mana?

Selasa, 15 Agustus 2017 | 15:59 WIB
4 Jenis Konsumen Belanja Online, Anda Masuk yang Mana?
Ada empat jenis konsumen belanja online di Indonesia (Suara.com/Risna)

Suara.com - Dalam sebuah riset terbaru yang dilakukan Google bersama Gfx menunjukkan, Jakarta bukan lagi Ibu Kota bagi konsumen belanja online.

Meski persentase belanja online di Jakarta masih cukup tinggi atau sekitar 66 persen. Namun, Jakarta masih kalah dengan Surabaya (71 persen), bahkan Medan (68 persen).

Dilihat dari waktu yang dihabiskan untuk belanja online, warga Surabaya juga masih menduduki posisi pertama dengan menghabiskan waktu selama 5,8 jam, Bodetabek dengan 5,2 jam dan Jakarta dengan 4,7 jam saja.

"Ternyata (warga) Surabaya dan (warga) Bodetabek, waktu yang dikeluarkan oleh online user lebih banyak daripada kota lain. Jakarta bukan lagi fokus utama, meski masih besar," kata Country Industri Head Google Inc, Henky Prihatna, di kantor Google Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Selain data-data menarik di atas, Google juga melihat ada empat kelompok konsumen belanja online di Tanah Air. Mereka adalah Inovator, Early Adopters, Gaptek, dan Late Bloomers.

Kelompok Inovator, Henky menjelaskan, kelompok masyarakat dengan pendapatan tinggi dan memiliki beberapa perangkat gawai. Kelompok ini, 58 persen masih melakukan riset secara offline, dan 74 persen dari kelompok Inovator masih peduli akan harga yang ditawarkan.

"Mereka lebih prefer (belanja) melalui aplikasi karena lebih mudah, lebih aman, dan lebih cepat. Pembayaran juga kebanyakan menggunakan internet banking," jelas Henky.

Yang kedua, ada kelompok Early Adopters. Kelompok ini memiliki pendapatan lebih rendah, namun memiliki banyak perangkat. Sebanyak 46 persen dari kelompok Early Adopters masih mencari informasi barang yang mereka akan beli melalui mesin pencari, dan 66 persen dari mereka akan sangat terpikat jika melihat diskon atau harga yang murah.

Kelompok ketiga yaitu, kelompok Gaptek atau Gagap Teknologi. Mereka biasanya memiliki pendapatan tinggi, namun hanya memiliki satu gawai.

Dikatakan Henky, 36 persen dari kelompok ini masih mencari informasi mengenai produk kepada brand-nya secara langsung dan lebih memilih bertransaksi menggunakan mesin ATM.

Kelompok terakhir disebut Henky sebagai mayoritas konsumen belanja online di Indonesia adalah kelompok Late Bloomers. Selain jumlahnya paling banyak, kelompok ini juga masih memilih metode pembayaran di tempat atau COD sebanyak 34 persen. Dan sebanyak 74 persen akan merasa terpancing ketika melihat diskon atau promo secara online.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI