Nomaden Bakal Jadi Gaya Hidup 'Kekinian'?

Ririn Indriani, Risna Halidi

Kamis, 21 September 2017 | 14:19 WIB
Nomaden Bakal Jadi Gaya Hidup 'Kekinian'?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nomad atau nomaden adalah sekelompok orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap atau berkelanan dari satu tempat ke tempat lain. Dulu, alasan utama manusia berpindah-pindah tempat tinggal, karena adanya pergantian musim dan demi mendapatkan sesuatu yang diperlukan kelompok nomaden tersebut.

Meski ratusan tahun berlalu, bangsa nomaden belum benar-benar punah. Hasil riset dari New Internationalist pada 1995 menemukan masih ada sekitar 30 sampai 40 juta orang yang tinggal berpindah-pindah di dunia. Namun sekarang, nampaknya menjadi seorang nomaden kembali menjadi pilihan gaya hidup bukan hanya pada kelompok suku terdalam, tetapi juga masyarakat urban perkotaan.

Seorang Digital Marketing Expert, Tuhu Nugraha mengatakan jika teknologi digital berhasil mengubah banyak sendi-sendi kehidupan masyarakat saat ini. Ia juga menambahkan, jika gaya hidup generasi milenial akan membuat beberapa industri 'terkejut' dan berputar otak agar tetap dapat relevan dan diterima.

"Setelah retail, mungkin berikutnya lagi properti akan terpukul, kenapa? karena generasi milenial tidak membeli rumah. Mereka ranting generation. Sharing economi," terang Tuhu ketika ditemui Suara.com dalam satu kesempatan.

Menurut pandangannya, generasi saat ini tidak melihat ritme kehidupan konvensional seperti sekolah, menikah, membeli rumah, merupakan hal yang menjadi tujuan. "Kalau generasi kali ini (milenial) tidak, mereka bekerja, punya duit, traveling," tambahnya.

Saat ini saja, tambah Tuhu, masyarakat sudah tergantung dengan jasa transportasi online baik motor, mobil, hingga helikopter sebagai sarana transportasi murah dan praktis.

Ia juga menyoroti bagaimana nanti masyarakat Jabodetabek hidup paska MRT beroperasi yang akan menjadi contoh nyata jika gaya hidup nomaden akan semakin menjadi pilihan. "Bahkan sudah ada yang membuat kos-kosan yang berpindah-pindah. Nanti setelah MRT jadi, ada rumah bentuknya kos-kosan di sepanjang jalan MRT, tiap bulan kita bisa pindah. Its smart, kita sewa bulanan dan bisa berpindah-pindah."

Untuk itu, Tuhu meramal jika rumah tinggal akan menjadi kurang penting karena banyak perusahaan yang mengakomodir 'gaya hidup' nomaden para pekerjanya. "Bahkan sudah menyentuh pada ruang perkantoran. Perkantoran juga akan disewakan dan bisa bekerja berpindah-pindah. Sistemnya akan seperti membership," jelasnya.

Beberapa hal lain yang akan 'terdampak' dengan gaya hidup nomaden dan bisnis digital adalah dunia pendidikan dan perhotelan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaya Hidup Tak Sehat Bikin Lelaki Disfungsi Seksual

Gaya Hidup Tak Sehat Bikin Lelaki Disfungsi Seksual

Health | Senin, 18 September 2017 | 22:33 WIB

Gaya Hidup Sudah Sehat, Tapi Kok Kena Serangan Jantung?

Gaya Hidup Sudah Sehat, Tapi Kok Kena Serangan Jantung?

Health | Jum'at, 15 September 2017 | 06:32 WIB

Ini yang Bikin Tas "Branded" Harganya Mahal

Ini yang Bikin Tas "Branded" Harganya Mahal

Lifestyle | Kamis, 14 September 2017 | 17:03 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×