Studi: Perempuan yang Dilecehkan Rekan Kerja Berisiko Depresi

Senin, 25 September 2017 | 21:27 WIB
Studi: Perempuan yang Dilecehkan Rekan Kerja Berisiko Depresi
Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang dilecehkan secara seksual oleh rekan kerja mereka berisiko mengalami gejala depresi yang lebih parah daripada mereka yang mengalami pelecehan oleh klien atau pelanggan.

Peneliti dari National Research Center for Work Environment (NRCWE) di Denmark menemukan bahwa dibandingkan dengan karyawan yang tidak mendapatkan pelecehan seksual, mereka yang dilecehkan oleh klien atau pelanggan mencetak 2,05 poin lebih tinggi pada Major Depression Inventory (MDI).

MDI adalah sebuah kuesioner mood self-report yang menghasilkan diagnosis depresi bersamaan dengan perkiraan tingkat keparahan pada gejala. Skor pada rentang MDI adalah dari 20 untuk depresi ringan sampai 30 atau lebih untuk depresi yang berat.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Public Health tersebut menyebutkan bahwa karyawan yang dilecehkan oleh rekan kerja, atasan atau bawahannya mencetak 2,45 poin lebih tinggi dibanding karyawan yang pernah mengalami pelecehan seksual oleh klien atau pelanggan.

Periset mencatat bahwa perempuan lebih mungkin menjadi korban daripada laki-laki, dengan 169 dari 4.116 perempuan melaporkan pelecehan seksual dilakukan oleh klien atau pelanggan dibandingkan dengan 11 dari 3.487 laki-laki.

Selain itu, 48 perempuan juga melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh rekan kerja dibandingkan dengan laki-laki yang hanya berjumlah 31 orang.

Peserta yang bekerja dalam bidang jasa dikatakan lebih sering mengalami pelecehan seksual oleh klien atau pelanggan atau sekitar 152 dari 2.191 (6,9 persen). Hal tersebut lebih tinggi dibanding peserta yang bekerja di kelompok pekerjaan lain seperti pendidikan, layanan atau pekerjaan industri, kata periset.

"Temuan kami menunjukkan bahwa pelecehan seksual dari klien atau pelanggan memiliki konsekuensi yang merugikan dan tidak boleh dinormalisasi atau diabaikan," kata Ida Elisabeth Huitfeldt Madsen dari NRCWE, dilansir Zeenews.

Dalam penelitian ini, lanjut dia, peneliti menemukan bahwa pelecehan seksual dari klien atau pelanggan --yang lebih umum daripada pelecehan dari karyawan lain, dikaitkan dengan peningkatan tingkat gejala depresi.

Hal ini penting karena beberapa tempat kerja, misalnya pekerjaan yang berhubungan dengan orang seperti pekerjaan jasa atau pekerjaan sosial, mungkin memiliki sikap yang menangani pelecehan seksual oleh klien atau pelanggan adalah 'bagian dari pekerjaan'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI