Kepulauan Seribu Berbenah dan Perketat Akses Masuk di 2018

Chaerunnisa, Risna Halidi

Kamis, 26 Oktober 2017 | 19:00 WIB
Kepulauan Seribu Berbenah dan Perketat Akses Masuk di 2018
Kepulauan Seribu (Suara.com/Risna)

Suara.com - Sebagai salah satu lokasi ekowisata bahari ternama di Indonesia, Taman Nasional Kepulauan Seribu menjadi salah satu tempat terfavorit berlibur masyarakat perkotaan, khususnya yang tinggal di kawasan Jabodetabek.

Terdapat tiga akses utama menuju Taman Nasional dengan luas 45 km tersebut, yaitu lewat Dermaga Marina Ancol, Dermaga Kali Adem di Muara Angke dan di Sunda Kelapa. Sayangnya, akses yang begitu terbuka membuat jumlah pengunjung yang memasuki area Taman Nasional Kepulauan Seribu tidak dapat terpantau dan terhitung dengan baik.

"Sampai sat ini belum ada yang mengkoordinir karena kita harus melakukan kordinasi dengan stakeholder di sana. Wisatawan (lokal) hanya ditargetkan 10 ribu orang pertahun sedangkan untuk wisatawan asing hanya 500 orang. Tapi saya yakin lebih dari itu," kata Kepala Taman Nasional Kepulauan Seribu, Evi Haerlina, saat ditemui Suara.com di Pulau Pramuka, Kamis, (26/10/2017).

Evi mengaku, areal Taman Nasional Kepulauan Seribu terus melakukan pembenahan baik dari segi insfrastuktur maupun sistem pendataan dan kebersihan taman nasional. Utamanya, tambah Evi, bagaimana nantinya tidak sembarangan orang bisa masuk ke area tertentu seperti Zona Pemanfaatan Dua yang berada di Utara Kepulauan Seribu.

"Nantinya, konsep ekowisata harus ada batas jam kunjungan dan izin," kata Evi lagi.

Selain pengetatan akses masuk, Evi bercerita bahwa Pulau Pramuka, sebagai salah satu pulau terbesar di Kepulauan Seribu dan juga rumah bagi lebih kurang dua ribu jiwa penduduk, tengah mempercantik diri dan membangun area wisata hiburan yang berbasis ramah lingkungan. Nantinya, kata Evi, akan ada ekowisata seperti flying fox di atas hutan mangrove, tracking mangrove berjarak hingga 500 meter sampai tubir pantai hingga arena outbond.

"Kita harapkan dengan adanya atraksi wisata berbasis lingkungan dapat mensejaterakan ekonomi masyarakat setempat."

Meski jaraknya cukup dekat dari pusat kota dan masih dalam area Provinsi DKI Jakarta, Taman Nasional Kepulauan Seribu memiliki banyak keunikan salah satunya menjadi rumah bagi penyu sisik dan penyu hijau yang kerap bisa ditemukan di Pulau Harapan. Selain itu, di sana juga rumah bagi hewan sejenis moluska yang dikenal dengan nama Kima.

baca juga

Selain habitat bagi beberapa hewan langka, Taman Nasional Kepulauan seribu juga memiliki spot diving dan snorkeling yang menarik.

"Terumbu karang di Zona Pemanfaatan Dua di Pulau Kotok Besar bagus. Kemudian kemarin kami hitung, dari 40 spot (diving dan snorkeling) ada 27 spot yang sangat bagus," tandas Evi.

Sebagai salah satu wisata alam andalah DKI Jakarta, Evi berharap pada 2018 mendatang, dia dan timnya mampu menggaet pemilik homestay maupun pengusaha perahu untuk memperbaiki kualitas dan mengemas paket wisata berbasis konservasi alam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tornado Muncul di Kepulauan Seribu, Warganet: Teguran dari Tuhan

Tornado Muncul di Kepulauan Seribu, Warganet: Teguran dari Tuhan

Tekno | Selasa, 24 Oktober 2017 | 20:24 WIB

Heboh 3 Puting Beliung di Kepulauan Seribu, Berbahaya?

Heboh 3 Puting Beliung di Kepulauan Seribu, Berbahaya?

News | Senin, 23 Oktober 2017 | 17:54 WIB

Surga di Jakarta Itu Bernama Pulau Pantara

Surga di Jakarta Itu Bernama Pulau Pantara

Lifestyle | Minggu, 19 Maret 2017 | 17:48 WIB

Menanam Bibit Mangrove

Menanam Bibit Mangrove

Foto | Sabtu, 04 Februari 2017 | 18:11 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×