Suara.com - Anda sedang terburu-buru, dan satu-satunya sarapan hanya tinggal telur rebus dingin sisa semalam?
Jika ingin memakannya, jangan masukkan ke microwave karena telur bisa meledak saat disantap. Akan lebih bijaksana untuk Anda mamanaskannya secara konvensional di kompor atau di penggorengan.
Peringatan ini dibuat setelah ramai pembicaraan mengenai seorang lelaki yang mengajukan tuntutan hukum, dan mengklaim bahwa dirinya menderita luka bakar parah dan kerusakan pendengaran gara-gara telur rebus yang dimakan di restoran.
Di restoran, hidangan biasanya sudah siap makan, namun perlu dipanaskan terlebih dahulu untuk masalah efisiensi. Ternyata, telur rebus yang dihangatkan tersebut meledak di mulut penggugat setelah dia menggigitnya.
Tuntutan hukum sudah diselesaikan di luar pengadilan. Namun, penelitian mengenai fenomena tersebut masih berlanjut.
Menurut Anthony Nash dan Lauren von Blohn dari Charles M. Salter Associates di San Francisco, yang sebelumnya menonton banyak video tentang telur gelombang mikro yang meledak di internet, banyak dari mereka yang diuji oleh tim melakukan hal yang sama. Yaitu, sekitar 30 persen hanya meledak setelah dibawa keluar dengan sodokan benda tajam.
Telur dalam percobaan direbus sangat panas dan lama, ditempatkan di bak air, dan kemudian dipanaskan lagi selama tiga menit. Namun, penelitian tersebut menunjukkan, tidak mungkin kejadian ledakkan telur rebus yang terjadi di mulutnya bisa membuat seseorang kehilangan pendengaran.
"Secara statistik, kemungkinan telur meledak dan merusak pendengaran seseorang cukup jauh," kata Nash dalam sebuah pernyataan.
Namun, kebanyakan orang sepakat bahwa memanaskan kembali telur rebus di microwave adalah akhir yang berbahaya.
- Bolehkah Vegetarian Makan Telur?
Baca Juga
IFL mengatakan bahwa kejadian aneh ini dapat dijelaskan karena mungkin suhu jatuh tiba-tiba.
"Bila kantong (kantong kuning telur) ini terganggu, entah dengan menusuk telur atau menggigitnya, mereka semua mendidih dalam reaksi berantai dan bisa meledak," tandasnya. (Mirror)