Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Kenalkan Filosofi Batik

Ririn Indriani

Senin, 19 Februari 2018 | 08:15 WIB
Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Kenalkan Filosofi Batik
Komunitas Perempuan Pelestari Budaya bekerja sama dengan Harris Suties Fx Sudirman Jakarta menggelar talkshow bertajuk 'Filosofi Batik' pada Sabtu (10/2/2018).

Suara.com - Salah satu kain nusantara milik Indonesia yang sangat dikenal dunia adalah batik. Kain tradisional khas Jawa ini tak hanya indah, bersejarah dan bernilai seni tinggi, tapi juga memiliki filosofi yang agung.

Tak heran bila UNESCO mentetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.

Nah, sebagai pemilik batik, kita tentu saja harus menjaga, merawat dan melestarikan kain tradisional tersebut agar tidak punah. Beranjak dari kesadaran itulah Komunitas Perempuan Pelestari Budaya (KPPB) nenunjukkan kepeduliannya terhadap budaya Indonesia lewat kegiatan edukasi tentang filosofi batik.

Kegiatan yang digelar KPPB bekerja sama dengan Harris Suites Fx Sudirman, belum lama  ini menghadirkan Muryawati, pemilik Batik Sekar Kedaton. Dalam kesempatan tersebut ia menjelaskan tentang sejarah kain batik Indonesia.

Menurut Muryawati, batik yang ada di Indonesia khususnya pulau Jawa, seperti batik motif kawung, batik motif parang dan lainnya sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu.

"(Motif batik) itu sebetulnya dari zaman dulu sudah ada, terukir di arca arca-arca, di patung-patung Hindu ataupun Budha. Contohnya di candi induk Prambanan. Nah, ukiran di arca=arca itu, ada di kain parang bertanda ceplok yang dipakai dewa. Jadi, itu sudah ada sejak zaman Hindu," terangnya merinci.

Dari situlah, kata Muryawati, raja-raja di Pulau Jawa kemudian membuat kain-kain untuk busananya dengan meniru apa yang dikenakan oleh para dewa tersebut. Kain-kain itu lalu dibuat oleh para pengrajin batik hingga sekarang.

Selain menjelaskan tentang sejarah batik, Muryawati juga menerangkan asal mula penggunaan nama batik. Ia menjelaskan bahwa nama batik berasal dari kata 'hambatik/ambatik' yang artinya orang-orang yang pekerjaannya selalu membuat titik-titik.

"Kalau orang Belanda dulu bilangnya batex, tex itu dari kata tekstil dan wax. Tapi di sini kemudian yang dijadikan istilah baku adalah batik, karena selalu membuat titik-titik," jelas Muryawati sembari menunjukkan beberapa motif batik.

Nah, motif-motif batik itu, tambah dia, memiliki beragam makna. Motif parang atau lereng misalnya, memiliki makna ajaran bagi seorang pemimpin, sedangkan motif nitik dan truntum melambangkan kasih sayang yang abadi.

baca juga

Selain itu, kata Muryawati, ada pula motif lung yang bermakna keindahan, motif semen yang bermakna ajaran Hasto Broto dan motif pinggiran sebagai kelengkapan ritual lingkar atau daur hidup seseorang.

"Betapa indah dan luhurnya makna yang terkandung di balik setiap motof batik, dan ini penting untuk diketahui masyarakat termasuk generasi muda agar mereka tak hanya bangga mengenakan batik, tapi juga tahu fungsinya mengenakan batik," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belajar Seputar Kopi Bersama Komunitas Kokopi

Belajar Seputar Kopi Bersama Komunitas Kokopi

Lifestyle | Sabtu, 17 Februari 2018 | 09:15 WIB

Bikin Serang Gelap, Cara Komunitas Ini Selamatkan Bumi

Bikin Serang Gelap, Cara Komunitas Ini Selamatkan Bumi

Lifestyle | Sabtu, 10 Februari 2018 | 13:47 WIB

Komunitas Main ke Museum, Bermain Sambil Belajar di Museum

Komunitas Main ke Museum, Bermain Sambil Belajar di Museum

Lifestyle | Sabtu, 03 Februari 2018 | 12:00 WIB

Terkini

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:29 WIB

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:25 WIB

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:24 WIB

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Terungkap di Sidang Silmy Karim: Kode RAMA untuk Jatah Menteri Rp40 Juta per Minggu!

Terungkap di Sidang Silmy Karim: Kode RAMA untuk Jatah Menteri Rp40 Juta per Minggu!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:19 WIB

Bebas Jerawat! 4 Serum Eksfoliasi Fragrance Free Pori Bersih Tanpa Iritasi

Bebas Jerawat! 4 Serum Eksfoliasi Fragrance Free Pori Bersih Tanpa Iritasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:15 WIB

China Negara Super Power: Real Madrid Dibuat Mohon Ampun Gegara Ulah Mbappe

China Negara Super Power: Real Madrid Dibuat Mohon Ampun Gegara Ulah Mbappe

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:12 WIB

×