Bikin Serang Gelap, Cara Komunitas Ini Selamatkan Bumi

Ririn Indriani, Risna Halidi

Sabtu, 10 Februari 2018 | 13:47 WIB
Bikin Serang Gelap, Cara Komunitas Ini Selamatkan Bumi
Komunitas Earth Hour Serang atau EH Serang rutin menggelar kegiatan Earth Hour dengan mengajak masyarakat mematikan lampu dan alat elektronik, sebagai upaya untuk menyelamatkan Bumi. (Foto: Dok. EH Serang)

Suara.com - Minggu ketiga pada Maret mendatang, warga dunia sepakat untuk mematikan lampu dan alat elektronik secara serentak selama satu jam. Kegiatan tersebut kita kenal dengan istilah Earth Hour.

Earth Hour sendiri merupakan gerakan global yang mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintah di seluruh dunia untuk memberikan waktu istirahat kepada bumi dengan cara mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam.

Nah, di satu lokasi di ujung barat pulau Jawa, tepatnya di Serang, Banten, gerakan Earth Hour telah menjadi satu komunitas yang aktif menyuarakan program-program penyelamatan bumi.

Adalah Earth Hour Serang atau biasa disingkat menjadi EH Serang yang dibentuk sejak 2014 ini rutin menggelar kegiatan Earth Hour bertajuk Serang Poek atau Serang Gelap.

Komunitas Earth Hour Serang atau EH Serang rutin menggelar kegiatan Earth Hour dengan mengajak masyarakat mematikan lampu dan alat elektronik, sebagai upaya untuk menyelamatkan Bumi. (Foto: Dok. EH Serang)

"Serang Poek merupakan langkah awal semudah mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai sebagai komitmen hemat energi untuk Bumi, dan juga merupakan momentum menampilkan kepada dunia tentang perilaku hemat energi yang sudah dilakukan," kata salah satu anggota EH Serang, Lintang Surya Ratna kepada Suara.com, (9/2/2018).

Kegiatan puncak Serang Poek biasanya dilakukan di Pendopo Serang. Tahun lalu, EH Serang mendapat dukungan tempat dari salah satu hotel besar di kawasan Anyer yang peduli akan kegiatan tersebut.

Selain melakukan gerakan Serang Poek, EH Serang juga aktif melakukan kampanye melalui media sosial dan mengunggah konten berisi imbauan menjaga lingkungan.

Komunitas Earth Hour Serang atau EH Serang rutin menggelar kegiatan Earth Hour dengan mengajak masyarakat mematikan lampu dan alat elektronik, sebagai upaya untuk menyelamatkan Bumi. (Foto: Dok. EH Serang)

Kegiatan lainnya adalah mengadakan kegiatan edukasi ke instansi seperti pemerintah, sekolah, dan beberapa tempat di ruang terbuka hijau yang ada di Serang.

Sebagai sebuah kota/kabupaten yang berada di dekat laut, EH Serang juga memiliki misi khusus menyelamatkan bibir pantai dari abrasi.

"Kami concern tentang masalah pantai di Serang. Serang juga dekat dengan (pantai) Anyer, Karangantu, Pandeglan. Jadi kami akan terus menggalakan konservasi mangrove," kata Lintang yang kini sudah dua tahun bergabung dengan EH Serang.

Kini, hanya ada 28 anggota aktif dari 50an anggota terdaftar di komunitas EH Serang. Lintang mengaku, masih banyak masyarakat Serang yang kurang peduli terhadap masalah lingkungan.

"Sehingga walaupun dengan adanya kami, mereka masih merasa acuh sampai detik ini," tambahnya.

Komunitas Earth Hour Serang atau EH Serang rutin menggelar kegiatan Earth Hour dengan mengajak masyarakat mematikan lampu dan alat elektronik, sebagai upaya untuk menyelamatkan Bumi. (Foto: Dok. EH Serang)Khusus

kepada pemerintah, Lintang bahkan blak-blakan mengatakan bahwa pemda setempat seperti tidak mengakui keberadaan mereka. "Kami dipersulit masuk (penyuluhan) ke dinas termasuk kesulitan mendapat dukungan pemerintah setempat. Respon tidak ada sama sekali," bebernya.

Walau tanpa dukungan berarti, EH Serang tetap memiliki tujuan besar terkait penyelamatan lingkungan di Serang.

Salah satunya mempengaruhi pemerintah dan korporasi untuk secara signifikan melakukan efisiensi energi dan menggunakan sumber energi terbarukan sebagai bagian dari kebijakan mereka.

Aktif di media sosial, EH Serang dapat disapa melalui platform seperti Twitter di @ehserang, Instagram di @earthhourserang dan Facebook di Earth Hour Serang.

Lintang juga membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi Serang yang berkomitmen dalam misi menyelamatkan lingkungan untuk bergabung dengan Komunitas Earth Hour Serang.

"Cara gabung bisa klik link pendaftaran peserta volunteer. Nanti dari tim kami akan ada yang menghubungi untuk melakukan sesi wawancara," terangnya merinci. Bagimana, tertarik bergabung dengan Earth Hour Serang?




Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komunitas Main ke Museum, Bermain Sambil Belajar di Museum

Komunitas Main ke Museum, Bermain Sambil Belajar di Museum

Lifestyle | Sabtu, 03 Februari 2018 | 12:00 WIB

Mereka Menebar Inspirasi bagi Anak - Anak Pulau

Mereka Menebar Inspirasi bagi Anak - Anak Pulau

Lifestyle | Sabtu, 27 Januari 2018 | 07:51 WIB

Melihat Kehidupan Anak Pulau Lewat Bidikan Lensa

Melihat Kehidupan Anak Pulau Lewat Bidikan Lensa

Lifestyle | Sabtu, 20 Januari 2018 | 22:35 WIB

Terkini

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

News | Sabtu, 05 September 2026 | 00:56 WIB

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:56 WIB

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:29 WIB

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 23:16 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Jakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 23:04 WIB

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 22:59 WIB

Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

Jawa Tengah | Jum'at, 04 September 2026 | 22:56 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 22:51 WIB

×